yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
SIDOARJO - Mencegah terorisme serta pengiriman bahan peledak dan narkoba, Polres Sidoarjo menyisir penumpang Kereta Api (KA). Kegiatan seperti ini akan rutin dilakukan sampai menjelang lebaran Hari Raya Idul Fitri nanti.
Polisi yang diterjunkan tidak hanya mengawasi penumpang, namun anjing pelacak (K-9) yang juga disertakan dalam sweeping itu mengendus barang bawaan penumpang.
"Kalau ada bahan peledak dan narkoba akan tertedeksi oleh anjing pelacak," ujar Kasat Samapta Polres Sidoarjo, AKP Andik Gunawan disela-sela sweeping, Selasa 23 Juli kemarin siang.
Dalam razia itu, melibatkan satu peleton Unit Tangkal, K9, Intelkam dan Reskrim serta Polsuska. Yang menjadi sasaran pertama dalam sweeping adalah KA Penataran jurusan Surabaya-Malang-Blitar.
Penumpang kelas ekonomi itu kaget saat melihat rombongan polisi masuk ke gerbong. Karena sebelumnya tanpa ada pemberitahuan dari pihak KA.
Andik Gunawan mengatakan langkah yang dilakukan itu semata-mata untuk memberi layanin kepada masyarakat agar aman selama perjalanan. Apalagi, saat ini tengah ramai terkait pelarian teroris sehingga perlu dilakukan pengawasan ketat baik di jalan raya atau jalur kereta api.
Pengawasan di stasiun KA akan terus ditingkatkan, mengingat menjelang lebaran Hari Raya Idul Fitri penumpang akan bertambah ramai.
Lebih dikhawatirkan lagi jika sampai terjadi sabotase yang dilakukan kelompok tertentu. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan hal itu bisa saja terjadi karena orang dalam keadaan terpepet apa saja bisa dilakukan.
Andik mengaku pihaknya tidak tidak ingin kecolongan ada kejadian teroris dan tindak kejahatan lainnya. "Sebelum terjadi maka harus diantisipasi dengan pengamanan seperti ini. Kita akan mengamankan kereta selama mudik lebaran," katanya.
Sementara itu Kasubag Humas Polres Sidoarjo, AKP H Zaenal Arifin, mengatakan stasiun merupakan jalur vital yang perlu diwaspadai. Apalagi menjelang Lebaran pengamanan harus lebih ekstra karena tempat berkumpulnya penumpang ke berbagai jurusan. "Bukan hanya bahan peledak, tapi perlu diwaspadai copet atau penggendaman," tuturnya.
Zaenal menghimbau kepada seluruh penumpang agar waspada terhadap orang tak dikenal. Seperti memberi minuman kemasan agar ditolak. Dikhawatirkan minuman kemasan itu diisi dengan obat tidur atau obat bius yang bisa menyebabkan penumpang tak sadarkan diri dan barang bawaannya dibawa penjahat.