• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Antisipasi Teror Merembet, Polisi Awasi Perbatasan

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
eFm6a.jpg
BANDUNG - Solo yang memanas dengan berbagai kejadian teror membuat Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat (Jabar) meningkatkan kewaspadaan. Terlebih, baru-baru ini Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror menciduk terduga teroris pria berinisial MK (30) di kawasan Arcamanik, Bandung.

"Itu (MK) sedang diambil apakah berkaitan dengan kelompok di Jateng atau tidak," kata Wakapolda Brigjen Pol Hengkie Kaluara, di Bandung, Senin (3/9/2012).

Meski Solo memanas di mana polisi langsung yang menjadi sasaran teror, namun Polda Jabar tidak tergesa-gesa menaikan status misalnya menjadi siaga satu. Memang ada peningkatan keamanan, misalnya memokuskan pengetatan di perbatasan Jabar dengan daerah lain.

"Fokus di perbatasan, di wilayah yang kami anggap rawan untuk masuk keluarnya jaringan itu," ujarnya.

Namun, pihaknya juga tengah mempelajari teror di Solo. Bahwa ada proses kaderisasi yang terus berjalan. Hal ini juga yang diwaspadai di lingkungan Jabar. Terlebih pelaku teror ini menggunakan bahan peledak dan senpi.

"Mereka ini bergeraknya cover name cover job, kemudian kalau kita pelajari dari Jateng itu kan pemula-pemula, jadi proses doktrinisasi berjalan terus. Jadi itu harus diantisipasi," ungkapnya.

Langkah pertama untuk mengantisipasi terorisme di Jabar, sambungnya, menyiapkan anggota yang berada di pos pengamanan dan di Polsek-Polsek jangan sampai lengah.

Polda Jabar juga menggandeng sejumlah instansi terkait seperti TNI, Pemerintah Daerah (Pemda), hingga aparatur desa. Hingkie mengungkapkan, pihaknya bekerja sama dengan TNI sebagai upaya pencegahan terorisme dengan patroli bersama.

Kemudian melakukan razia-razia secara sopan dan humanis, hingga kerja sama dengan pemerintah daerah setempat untuk melakukan razia KTP sampai mendatangi tempat atau rumah yang dicurigai.

Lanjut Hengkie, upaya lain adalah dengan menghidupkan program Tamu Wajib Lapor 1x24 jam di Tingkat RT. Menurutnya, program di tingkat RT ini jangan sampai hilang.

"Dulu kan pernah ada Ketua RT menerima lapor 1x24 jam, itu kita fungsikan kembali. Untuk antisipasi situasi. Tetapi kita tidak sampai siaga satu," paparnya.

Menurutnya, terorisme bergerak secara terselubung sehingga kepolisian perlu sumbangan informasi dari masyarakat.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.