Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 14.063
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita Antiklimaks ala Timnas Turki.
Pemain & staf Timnas Turki merayakan keberhasilan mereka lolos ke Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Timnas Kosovo dengan skor 1-0 pada pertandingan final play-off jalur C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa di Stadion Fadil Vokrri, Pristian, Selasa (31/3/2026) waktu setempat. (uefa.com)
Tantangan terbesar mereka adalah membuktikan sanggup bersaing di level tertinggi serta menghindari antiklimaks yg berulang kali terjadi pada turnamen-turnamen sebelumnya.
Jakarta (ANTARA) - Timnas Turki harus mengubur mimpi untuk berbicara banyak di Piala Dunia 2026 setelah menelan dua kekalahan beruntun pada pertandingan Grup D.
Setelah melalui fase panjang pada babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa, Turki harus melihat mereka cuma dapat jadi penggembira, bukan pesaing serius seperti yg diharapkan banyak pihak.
Perjalanan Turki menuju putaran final memang tidak mudah. Mereka lolos melalui jalur yg berliku setelah finis sebagai peringkat kedua Grup E Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa dengan 13 poin dari enam pertandingan, di bawah Spanyol yg melaju otomatis sebagai pemenang grup.
Turki kemudian harus menjalani dua laga play-off sebelum akhirnya memastikan tiket ke putaran final dengan menyingkirkan Rumania & Kosovo.
Namun, perjuangan panjang tersebut tidak berlanjut manis di putaran final. Pada laga perdana Grup D, Turki kalah 0-2 dari Australia, sebelum kembali tumbang 0-1 dari Paraguay pada pertandingan kedua.
Dua kekalahan beruntun itu menciptakan Turki jadi regu kedua yg dipastikan tersingkir di fase grup Piala Dunia 2026 setelah Haiti di Grup C.
Meski masih menyisakan satu pertandingan melawan tuan rumah Amerika Serikat, kemenangan tidak akan mengubah nasib mereka. Turki tetap akan finis di posisi juru kunci karena kalah head-to-head dari Australia maupun Paraguay kalau nantinya memiliki jumlah poin yg sama.
Kegagalan Turki untuk sekadar lolos dari fase grup saat datang dengan status unggulan ternyata bukan hal baru. Seolah-olah, Turki memiliki kebiasaan mengalami antiklimaks ketika datang sebagai salah satu kuda hitam atau bahkan kandidat kuat dalam sebuah turnamen besar.
Berita diatas dikutip dari internet, jika Antiklimaks ala Timnas Turki adalah spam, mohon beritahu kami.
Tantangan terbesar mereka adalah membuktikan sanggup bersaing di level tertinggi serta menghindari antiklimaks yg berulang kali terjadi pada turnamen-turnamen sebelumnya.
Jakarta (ANTARA) - Timnas Turki harus mengubur mimpi untuk berbicara banyak di Piala Dunia 2026 setelah menelan dua kekalahan beruntun pada pertandingan Grup D.
Setelah melalui fase panjang pada babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa, Turki harus melihat mereka cuma dapat jadi penggembira, bukan pesaing serius seperti yg diharapkan banyak pihak.
Perjalanan Turki menuju putaran final memang tidak mudah. Mereka lolos melalui jalur yg berliku setelah finis sebagai peringkat kedua Grup E Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa dengan 13 poin dari enam pertandingan, di bawah Spanyol yg melaju otomatis sebagai pemenang grup.
Turki kemudian harus menjalani dua laga play-off sebelum akhirnya memastikan tiket ke putaran final dengan menyingkirkan Rumania & Kosovo.
Namun, perjuangan panjang tersebut tidak berlanjut manis di putaran final. Pada laga perdana Grup D, Turki kalah 0-2 dari Australia, sebelum kembali tumbang 0-1 dari Paraguay pada pertandingan kedua.
Dua kekalahan beruntun itu menciptakan Turki jadi regu kedua yg dipastikan tersingkir di fase grup Piala Dunia 2026 setelah Haiti di Grup C.
Meski masih menyisakan satu pertandingan melawan tuan rumah Amerika Serikat, kemenangan tidak akan mengubah nasib mereka. Turki tetap akan finis di posisi juru kunci karena kalah head-to-head dari Australia maupun Paraguay kalau nantinya memiliki jumlah poin yg sama.
Kegagalan Turki untuk sekadar lolos dari fase grup saat datang dengan status unggulan ternyata bukan hal baru. Seolah-olah, Turki memiliki kebiasaan mengalami antiklimaks ketika datang sebagai salah satu kuda hitam atau bahkan kandidat kuat dalam sebuah turnamen besar.
Berita diatas dikutip dari internet, jika Antiklimaks ala Timnas Turki adalah spam, mohon beritahu kami.