Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Hello IFers....
Sebagai awalan yg baik, ada baiknya kita buka dengan Assalamualaikum, "Bismillah".
Thread ini ku persembahkan untuk para pencari kerja & yg kepengen resign dari tempat kerjanya.
Spoiler for Intro:
Kamu sadar gak kalo cari kerja itu susah??
Yg sadar, syukur sadar.
Yg nggak sadar, sini saya ceritakan sedikit lika liku buat cari kerja
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia "Kerja" adalah suatu hal yg menghasilkan / sesuatu yg dilakukan mencari nafkah.
Lalu mendapat imbuhan "Be" jadi "Bekerja" dengan arti mengerjakan suatu pekerjaan.
Pekerjaan disini diartikan barang apa yg dilakukan, tugas kewajiban, hasil bekerja, perbuatan. Lalu apa yg akan didapat dari bekerja?? Hasil dari bekerja adalah upah (gaji, pendapatan) yg dapat berupa uang, materi/benda hingga jabatan, pangkat atau strata sosial. Semua hal tadi dapat didapat dengan kerja keras. Sedangkan orang yg bekerja disebut dengan pekerja.
Nahh di Indonesia para pekerja ini diatur & dilindungi dalam Undang Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Jadi apabila harap lebih jauh mengerti pengertian tentang Ketenagakerjaan maka silahkan baca & pahami UU RI No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
Spoiler for Tantangan Melamar Pekerjaan Baru:
Pada dasarnya manusia itu untuk mendapatkan nafkah adalah dengan bekerja, mengerjakan pekerjaan yg harus dalam aturan, norma & kaidah yg benar (halal). Disinilah tantangannya manusia untuk bekerja, yaitu mendapatkan pekerjaan yg benar (halal) menurut kaidah agama & norma kemanusiaan.
Dalam beberapa tahun terakhir semenjak kita dilanda Covid-19 banyak pegawai perusahaan dirumahkan bahkan diputus kerja (PHK) oleh perusahaan. Banyak karyawan yg sudah di PHK pada akhirnya memutar otak supaya dapat bekerja kembali, akan tetapi banyak tantangannya untuk memulai lagi. Dari ditolak HRD karena batas umur, tidak sesuai kriteria pelamar, hingga keilmuan yg dilamar pada suatu posisi tidak sesuai. Ini dikarenakan para pelamar cuma berpikir bagaimana untuk menyambung hidup dengan melamar pekerjaan baru walaupun memang tidak ada keterkaitan pada keilmuan yg dimilikinya & ini cuma murni mengandalkan "ahh coba saja, siapa tahu beruntung dapat masuk" alias keberuntungan. Beda cerita dengan yg "titipan" kisah hidupnya untuk mendapat kerja. Yaa karena hal "titipan" ini yg pada akhirnya akan menciptakan stigma masyarakat akan "orang dalam" makin melekat. Contoh, si K (nama cuma samaran) dapat masuk perusahaan PT. T yg notabene perusahaan tersebut adalah perusahaan terbaik dinegeri Wakanda dengan pegawainya banyak memiliki prestasi. Sedangkan dulunya si K ini di universitas dia kuliah hanyalah mahasiswa yg biasa saja, IPK standar kelulusan, prestasi membanggakan tidak ada & bahkan hampir DO karena malas-malasan dalam kuliah. Ehhh usut punya usut ternyata si K adalah anak manajer dari perusahaan tersebut.
Nahh ini yg akhirnya stigma masyarakat akan mendaftar lowongan pekerjaan agak sedikit pesimis & kurang bersemangat. Apakah dapat kita mendapatkan pekerjaan yg kita harapkan dengan modal ijazah sarjana & ilmu serta skill yg siap diterapkan dalam pekerjaan nanti?? Pada akhirnya segelintir orang ini cuma dapat berharap keajaiban dalam mendapatkan pekerjaan impiannya.
Spoiler for Keharapan Untuk Resign:
Resign adalah mengatakan serapan dari bahasa Inggris yg mengandung arti mengatakan mengundurkan diri dari pekerjaan. Resign ini dapat diajukan dengan kemauan sendiri atau ada keterpaksaan. Namun diluar itu, yg namanya resign adalah suatu hal yg diambil dengan resiko tinggi & pemikiran yg matang. Karena apabila diambil keputusan saat dalam keraguan maka kedepannya akan menciptakan si karyawan jadi tidak jelas arah karier kerjanya. Ambil saja contoh ketika seorang karyawan berprestasi disuatu perusahaan mendapat tawaran untuk pindah bekerja dari perusahaan kompetitor. Pasti perusahan kompetitor akan memberi iming-iming bahwa disini akan lebih baik dari wadah sebelumnya. Otomatis si karyawan ini apabila langsung menerima tawaran tersebut maka dia akan mengambil langkah untuk Resign. Alangkah bijaknya si karyawan ini harus memikirkan resiko dari tawaran tersebut dengan matang sebelumnya, karena suatu keputusan yg dibuat akan jadi hal yg menentukan kedepannya.
Namun resign ini juga adalah suatu langkah untuk memperbaiki karier kedepannya kalau dalam suatu pekerjaan sebelumnya itu sudah tidak memberikan yg diharapkan oleh si karyawan. Toh, memang banyak faktor yg dapat menentukan bahwa kita harus resign atau tidaknya. Akan tetapi semua keputusan harus dipikirkan dengan baik, bijak & tidak dalam emosi.
Adapula mereka yg resign lalu harap membuka usaha sendiri dengan modal dari pendapatan yg disisihkan dari pekerjaan sebelumnya. Inipun tidak salah karena ini adalah suatu hal yg bagus supaya dapat membuka lapangan pekerjaan baru. Namun apakah tantangannya akan sama dengan saat jadi karyawan?? Jawabnya tidak, karena jadi pemilik usaha itu justru lebih banyak resiko yg didapat. Akan tetapi biasanya yg mengambil opsi ini pasti sudah paham atas resiko yg didapat & sudah mempunyai trik supaya dapat melewati tantangan tersebut.
Jadi bijaklah mengambil keputusan untuk resign dari pekerjaan yg dimiliki.
Spoiler for Kesimpulan:
Bekerja itu adalah suatu hal yg pasti dilakukan setiap manusia untuk bertahan hidup. Bekerja juga membutuhkan keterampilan, skill kemampuan hingga passion dalam melaksanakan setiap pekerjaan. Dizaman sekarang utamanya di negeri kita ini dalam mendapatkan pekerjaan adalah suatu hal yg susah-susah gampang (kebanyakan susahnya) & banyak hal yg menentukan kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan dinegeri kita ini. Kita tidak dapat mengambil kesimpulan bahwa perusahaan atau wadah pekerjaan yg diharapkan sering menyulitkan pelamar kerja untuk masuk sebagai karyawannya. Karena perusahaan atau wadah kerja ini juga memiliki standar untuk menerima karyawannya supaya dapat berkembang bisnis usaha yg mereka geluti.
Namun setidaknya para HRD ataupun regu seleksi karyawan lebih baik & teliti lagi supaya dapat membuka peluang lebih akbar dalam penerimaan karyawan. Jangan semata cuma melihat dari Curicullum Vitae seseorang saja, atau titipan dari atasan sehingga aksesnya dimudahkan. Karena untuk mendapatkan kandidat yg baik harus benar-benar melihat kemampuan yg dimiliki pelamar kerja tersebut. Toh, para HRD & para regu seleksi juga pernah berada diposisi pelamar kerja, yg harus berjuang mengalahkan kandidat lain lalu dapat jadi karyawan. Jangan pernah lupakan perjuangan anda dulu wahai HRD & regu seleksi sehingga semena-mena kepada pelamar kerja yg anda seleksi. Bijaklah dalam menyeleksi karyawan untuk bergabung diperusahaan anda sekarang.
Ehhh saya bukan cuma mengingatkan pada mereka para HRD & regu seleksi saja, bukan! Aku mengingatkan juga bagi kawan yg sedang mencari pekerjaan tetap ataupun kontrak. Bahwa anda akan bersaing dengan puluhan, ratusan, ribuan bahkan jutaan untuk melamar di suatu posisi pekerjaan disebuah perusahaan atau wadah kerja. Sebaiknya & harusnya anda meningkatkan kemampuan kerja sesuai keilmuan, soft skill, kemampuan diri, banyak belajar & introspeksi diri atas diri anda sendiri. Karena kita murni akan bersaing didalam dunia kerja yg tanpa ampun menempa diri kita yg lemah. Apabila anda tidak sanggup menghadapinya, maka anda akan tersisih seiring waktu. Apabila sebaliknya, anda kuat & kemampuan anda meningkat sehingga dapat diandalkan maka karier anda akan menanjak naik melampaui keharapan anda sendiri. Intinya setiap perjuangan itu pasti ada hasilnya, tidak ada yg menghianati perjuangan anda. Tuhan pun tidak diam melihat anda berjuang, pasti suatu saat akan hingga pada titik yg diharapkan. Ooo yaa, jangan lupa tetap yakin dengan ibadah & sedekah itu adalah salah satu cara yg menciptakan kita berhasil mencapai apa yg diharapkan.
Orang yg resign pasti memiliki alasan tersendiri untuk mengerjakannya. Namun sebelumnya pikirkan lah dengan matang. Kenapa?? Karena apa yg sudah anda dapatkan adalah impian banyak orang. Apabila sudah jadi karyawan haruslah disyukuri, bekerja dengan baik, ikhlas, hingga setiap tantangan yg datang dapat dinikmati. Ini adalah next level dari bekerja. Resign karena stres beban pekerjaan itu sebaiknya dipikirkan terlebih dahulu. Pada hakikatnya stres pekerjaan itu adalah hal wajar, karena tipikal manusia itu berbeda-beda. Alangkah baiknya kita memberi tahu atasan bahwa batasan diri sudah terlewati. Jangan jadi pekerja yg toxic didalam lingkungan kerja. Bekerjalah dengan sesuai aturan yg diterapkan, apabila tidak sesuai dengan keharapan maka lihatlah diluar sana banyak yg berminat untuk menempati posisi anda sekarang. Berarti anda harusnya meningkatkan kemampuan & membijaki keadaan tersebut dengan bersyukur supaya dapat mengikuti peraturan yg berlaku. Apakah setelah resign akan menghilangkan stres akibat pekerjaan?? Untuk sementara jawabnya "IYA", namun lihatlah setelahnya akan ada muncul stres-stres yg berasal dari masalah lain, misal stres dalam mencari pekerjaan baru. Apabila cukup modal untuk membuka usaha sendiri setelah resign. Akan tetapi tingkatan stresnya pun akan bertambah lagi, dari mencari usaha apa yg akan dilakukan, mencari rekanan hingga mencari karyawan untuk menolong menjalankan usaha. Jadi, jangan jadikan alasan stres itu untuk resign dari pekerjaan sebelumnya.
Namun atas alasan peningkatan karier untuk resign itu tidak juga salah. Karena wajar manusia mengharapkan hal yg meningkat apalagi masalah ekonomi. Asalkan anda yakin ditempat yg baru akan lebih baik & dapat meningkatkan kemampuan diri sehingga berprestasi dari wadah sebelumnya. Intinya setiap keputusan yg dibuat pasti akan mempengaruhi kedepannya.
Seandainya alasan resign karena lingkungan kerja yg toxic ataupun karena keadaan mendesak, maka pastikan dulu sebelum resign apakah anda sudah mendapat kepastian akan pekerjaan baru. Walaupun pekerjaan baru ini masih dibawah standar sebelumnya, maka syukuri lah. Karena suatu saat nanti pasti akan meningkat selama perusahaan atau wadah kerja itu dalam status "perusahaan sehat". Karena pasti ilmu yg anda miliki & pengalaman kerja sebelumnya dapat diterapkan ditempat kerja baru ini.
Fuuuhhhh...... Ternyata begitu yaa dalam dunia pekerjaan ini. Ada yg mencari pekerjaan, ada yg sudah punya pekerjaan tetapi harap keluar alias resign. Tidak ada yg sempurna & tak akan terpuaskan apa yg diharapkan manusia didunia ini.
Teruntuk kawan-kawan yg sedang mencari pekerjaan, saya doakan semoga dapat mendapatkan pekerjaan impiannya sesegera mungkin. Jangan putus asa!!!
Teruntuk kawan-kawan yg berpikir untuk resign dari pekerjaannya sekarang, saya sarankan untuk pikirkan matang-matang. Semoga Tuhan membuka hati & pikiran kawan-kawan supaya tidak salah mengambil langkah.
Tuhan tidak diam, Tuhan pasti memberi jalan terbaik untuk hamba-Nya, Tuhan tak pernah salah dalam memberi rezeki, Tuhan memberi jawaban diwaktu yg tepat bagi-Nya & bagi hamba-Nya.
Okee, sekian dulu hasil pemikiran ku ini. Mohon maaf apabila ada salah kata, saya siap menerima masukan dari kawan-kawan tentang thread ku ini.
Makasih kawan udah baca thread aku
Wassalamualaikum Wr. Wb
Hari ini 12:36
Sebagai awalan yg baik, ada baiknya kita buka dengan Assalamualaikum, "Bismillah".
Thread ini ku persembahkan untuk para pencari kerja & yg kepengen resign dari tempat kerjanya.
Spoiler for Intro:
Kamu sadar gak kalo cari kerja itu susah??
Yg sadar, syukur sadar.
Yg nggak sadar, sini saya ceritakan sedikit lika liku buat cari kerja
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia "Kerja" adalah suatu hal yg menghasilkan / sesuatu yg dilakukan mencari nafkah.
Lalu mendapat imbuhan "Be" jadi "Bekerja" dengan arti mengerjakan suatu pekerjaan.
Pekerjaan disini diartikan barang apa yg dilakukan, tugas kewajiban, hasil bekerja, perbuatan. Lalu apa yg akan didapat dari bekerja?? Hasil dari bekerja adalah upah (gaji, pendapatan) yg dapat berupa uang, materi/benda hingga jabatan, pangkat atau strata sosial. Semua hal tadi dapat didapat dengan kerja keras. Sedangkan orang yg bekerja disebut dengan pekerja.
Nahh di Indonesia para pekerja ini diatur & dilindungi dalam Undang Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Jadi apabila harap lebih jauh mengerti pengertian tentang Ketenagakerjaan maka silahkan baca & pahami UU RI No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
Spoiler for Tantangan Melamar Pekerjaan Baru:
Pada dasarnya manusia itu untuk mendapatkan nafkah adalah dengan bekerja, mengerjakan pekerjaan yg harus dalam aturan, norma & kaidah yg benar (halal). Disinilah tantangannya manusia untuk bekerja, yaitu mendapatkan pekerjaan yg benar (halal) menurut kaidah agama & norma kemanusiaan.
Dalam beberapa tahun terakhir semenjak kita dilanda Covid-19 banyak pegawai perusahaan dirumahkan bahkan diputus kerja (PHK) oleh perusahaan. Banyak karyawan yg sudah di PHK pada akhirnya memutar otak supaya dapat bekerja kembali, akan tetapi banyak tantangannya untuk memulai lagi. Dari ditolak HRD karena batas umur, tidak sesuai kriteria pelamar, hingga keilmuan yg dilamar pada suatu posisi tidak sesuai. Ini dikarenakan para pelamar cuma berpikir bagaimana untuk menyambung hidup dengan melamar pekerjaan baru walaupun memang tidak ada keterkaitan pada keilmuan yg dimilikinya & ini cuma murni mengandalkan "ahh coba saja, siapa tahu beruntung dapat masuk" alias keberuntungan. Beda cerita dengan yg "titipan" kisah hidupnya untuk mendapat kerja. Yaa karena hal "titipan" ini yg pada akhirnya akan menciptakan stigma masyarakat akan "orang dalam" makin melekat. Contoh, si K (nama cuma samaran) dapat masuk perusahaan PT. T yg notabene perusahaan tersebut adalah perusahaan terbaik dinegeri Wakanda dengan pegawainya banyak memiliki prestasi. Sedangkan dulunya si K ini di universitas dia kuliah hanyalah mahasiswa yg biasa saja, IPK standar kelulusan, prestasi membanggakan tidak ada & bahkan hampir DO karena malas-malasan dalam kuliah. Ehhh usut punya usut ternyata si K adalah anak manajer dari perusahaan tersebut.
Nahh ini yg akhirnya stigma masyarakat akan mendaftar lowongan pekerjaan agak sedikit pesimis & kurang bersemangat. Apakah dapat kita mendapatkan pekerjaan yg kita harapkan dengan modal ijazah sarjana & ilmu serta skill yg siap diterapkan dalam pekerjaan nanti?? Pada akhirnya segelintir orang ini cuma dapat berharap keajaiban dalam mendapatkan pekerjaan impiannya.
Spoiler for Keharapan Untuk Resign:
Resign adalah mengatakan serapan dari bahasa Inggris yg mengandung arti mengatakan mengundurkan diri dari pekerjaan. Resign ini dapat diajukan dengan kemauan sendiri atau ada keterpaksaan. Namun diluar itu, yg namanya resign adalah suatu hal yg diambil dengan resiko tinggi & pemikiran yg matang. Karena apabila diambil keputusan saat dalam keraguan maka kedepannya akan menciptakan si karyawan jadi tidak jelas arah karier kerjanya. Ambil saja contoh ketika seorang karyawan berprestasi disuatu perusahaan mendapat tawaran untuk pindah bekerja dari perusahaan kompetitor. Pasti perusahan kompetitor akan memberi iming-iming bahwa disini akan lebih baik dari wadah sebelumnya. Otomatis si karyawan ini apabila langsung menerima tawaran tersebut maka dia akan mengambil langkah untuk Resign. Alangkah bijaknya si karyawan ini harus memikirkan resiko dari tawaran tersebut dengan matang sebelumnya, karena suatu keputusan yg dibuat akan jadi hal yg menentukan kedepannya.
Namun resign ini juga adalah suatu langkah untuk memperbaiki karier kedepannya kalau dalam suatu pekerjaan sebelumnya itu sudah tidak memberikan yg diharapkan oleh si karyawan. Toh, memang banyak faktor yg dapat menentukan bahwa kita harus resign atau tidaknya. Akan tetapi semua keputusan harus dipikirkan dengan baik, bijak & tidak dalam emosi.
Adapula mereka yg resign lalu harap membuka usaha sendiri dengan modal dari pendapatan yg disisihkan dari pekerjaan sebelumnya. Inipun tidak salah karena ini adalah suatu hal yg bagus supaya dapat membuka lapangan pekerjaan baru. Namun apakah tantangannya akan sama dengan saat jadi karyawan?? Jawabnya tidak, karena jadi pemilik usaha itu justru lebih banyak resiko yg didapat. Akan tetapi biasanya yg mengambil opsi ini pasti sudah paham atas resiko yg didapat & sudah mempunyai trik supaya dapat melewati tantangan tersebut.
Jadi bijaklah mengambil keputusan untuk resign dari pekerjaan yg dimiliki.
Spoiler for Kesimpulan:
Bekerja itu adalah suatu hal yg pasti dilakukan setiap manusia untuk bertahan hidup. Bekerja juga membutuhkan keterampilan, skill kemampuan hingga passion dalam melaksanakan setiap pekerjaan. Dizaman sekarang utamanya di negeri kita ini dalam mendapatkan pekerjaan adalah suatu hal yg susah-susah gampang (kebanyakan susahnya) & banyak hal yg menentukan kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan dinegeri kita ini. Kita tidak dapat mengambil kesimpulan bahwa perusahaan atau wadah pekerjaan yg diharapkan sering menyulitkan pelamar kerja untuk masuk sebagai karyawannya. Karena perusahaan atau wadah kerja ini juga memiliki standar untuk menerima karyawannya supaya dapat berkembang bisnis usaha yg mereka geluti.
Namun setidaknya para HRD ataupun regu seleksi karyawan lebih baik & teliti lagi supaya dapat membuka peluang lebih akbar dalam penerimaan karyawan. Jangan semata cuma melihat dari Curicullum Vitae seseorang saja, atau titipan dari atasan sehingga aksesnya dimudahkan. Karena untuk mendapatkan kandidat yg baik harus benar-benar melihat kemampuan yg dimiliki pelamar kerja tersebut. Toh, para HRD & para regu seleksi juga pernah berada diposisi pelamar kerja, yg harus berjuang mengalahkan kandidat lain lalu dapat jadi karyawan. Jangan pernah lupakan perjuangan anda dulu wahai HRD & regu seleksi sehingga semena-mena kepada pelamar kerja yg anda seleksi. Bijaklah dalam menyeleksi karyawan untuk bergabung diperusahaan anda sekarang.
Ehhh saya bukan cuma mengingatkan pada mereka para HRD & regu seleksi saja, bukan! Aku mengingatkan juga bagi kawan yg sedang mencari pekerjaan tetap ataupun kontrak. Bahwa anda akan bersaing dengan puluhan, ratusan, ribuan bahkan jutaan untuk melamar di suatu posisi pekerjaan disebuah perusahaan atau wadah kerja. Sebaiknya & harusnya anda meningkatkan kemampuan kerja sesuai keilmuan, soft skill, kemampuan diri, banyak belajar & introspeksi diri atas diri anda sendiri. Karena kita murni akan bersaing didalam dunia kerja yg tanpa ampun menempa diri kita yg lemah. Apabila anda tidak sanggup menghadapinya, maka anda akan tersisih seiring waktu. Apabila sebaliknya, anda kuat & kemampuan anda meningkat sehingga dapat diandalkan maka karier anda akan menanjak naik melampaui keharapan anda sendiri. Intinya setiap perjuangan itu pasti ada hasilnya, tidak ada yg menghianati perjuangan anda. Tuhan pun tidak diam melihat anda berjuang, pasti suatu saat akan hingga pada titik yg diharapkan. Ooo yaa, jangan lupa tetap yakin dengan ibadah & sedekah itu adalah salah satu cara yg menciptakan kita berhasil mencapai apa yg diharapkan.
Orang yg resign pasti memiliki alasan tersendiri untuk mengerjakannya. Namun sebelumnya pikirkan lah dengan matang. Kenapa?? Karena apa yg sudah anda dapatkan adalah impian banyak orang. Apabila sudah jadi karyawan haruslah disyukuri, bekerja dengan baik, ikhlas, hingga setiap tantangan yg datang dapat dinikmati. Ini adalah next level dari bekerja. Resign karena stres beban pekerjaan itu sebaiknya dipikirkan terlebih dahulu. Pada hakikatnya stres pekerjaan itu adalah hal wajar, karena tipikal manusia itu berbeda-beda. Alangkah baiknya kita memberi tahu atasan bahwa batasan diri sudah terlewati. Jangan jadi pekerja yg toxic didalam lingkungan kerja. Bekerjalah dengan sesuai aturan yg diterapkan, apabila tidak sesuai dengan keharapan maka lihatlah diluar sana banyak yg berminat untuk menempati posisi anda sekarang. Berarti anda harusnya meningkatkan kemampuan & membijaki keadaan tersebut dengan bersyukur supaya dapat mengikuti peraturan yg berlaku. Apakah setelah resign akan menghilangkan stres akibat pekerjaan?? Untuk sementara jawabnya "IYA", namun lihatlah setelahnya akan ada muncul stres-stres yg berasal dari masalah lain, misal stres dalam mencari pekerjaan baru. Apabila cukup modal untuk membuka usaha sendiri setelah resign. Akan tetapi tingkatan stresnya pun akan bertambah lagi, dari mencari usaha apa yg akan dilakukan, mencari rekanan hingga mencari karyawan untuk menolong menjalankan usaha. Jadi, jangan jadikan alasan stres itu untuk resign dari pekerjaan sebelumnya.
Namun atas alasan peningkatan karier untuk resign itu tidak juga salah. Karena wajar manusia mengharapkan hal yg meningkat apalagi masalah ekonomi. Asalkan anda yakin ditempat yg baru akan lebih baik & dapat meningkatkan kemampuan diri sehingga berprestasi dari wadah sebelumnya. Intinya setiap keputusan yg dibuat pasti akan mempengaruhi kedepannya.
Seandainya alasan resign karena lingkungan kerja yg toxic ataupun karena keadaan mendesak, maka pastikan dulu sebelum resign apakah anda sudah mendapat kepastian akan pekerjaan baru. Walaupun pekerjaan baru ini masih dibawah standar sebelumnya, maka syukuri lah. Karena suatu saat nanti pasti akan meningkat selama perusahaan atau wadah kerja itu dalam status "perusahaan sehat". Karena pasti ilmu yg anda miliki & pengalaman kerja sebelumnya dapat diterapkan ditempat kerja baru ini.
Fuuuhhhh...... Ternyata begitu yaa dalam dunia pekerjaan ini. Ada yg mencari pekerjaan, ada yg sudah punya pekerjaan tetapi harap keluar alias resign. Tidak ada yg sempurna & tak akan terpuaskan apa yg diharapkan manusia didunia ini.
Teruntuk kawan-kawan yg sedang mencari pekerjaan, saya doakan semoga dapat mendapatkan pekerjaan impiannya sesegera mungkin. Jangan putus asa!!!
Teruntuk kawan-kawan yg berpikir untuk resign dari pekerjaannya sekarang, saya sarankan untuk pikirkan matang-matang. Semoga Tuhan membuka hati & pikiran kawan-kawan supaya tidak salah mengambil langkah.
Tuhan tidak diam, Tuhan pasti memberi jalan terbaik untuk hamba-Nya, Tuhan tak pernah salah dalam memberi rezeki, Tuhan memberi jawaban diwaktu yg tepat bagi-Nya & bagi hamba-Nya.
Okee, sekian dulu hasil pemikiran ku ini. Mohon maaf apabila ada salah kata, saya siap menerima masukan dari kawan-kawan tentang thread ku ini.
Makasih kawan udah baca thread aku
Wassalamualaikum Wr. Wb
Hari ini 12:36