Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 13.887
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita Antara Marseille & Manchester United.
Seorang pria lewat di depan kostuma bertuliskan "Glazers Out" ketika pendukung Manchester United melancarkan protes kepada pemilik klub Keluarga Glazer di Stadion Old Trafford, Manchester, 2 Mei 2021, menjelang laga United melawan Liverpool. (Photo by Oli SCARFF / AFP) (AFP/OLI SCARFF)
Jakarta (ANTARA) - Situasi yg tengah dihadapi Manchester United agak mirip dengan yg terjadi pada klub Ligue 1, Olympique de Marseille.
Sebelum Paris Saint Germain menjuarai Ligue 1 musim lalu, Marseille adalah regu yg tersering menjuarai liga.
Marseille sudah 10 kali juara, tetapi kini sudah disamai oleh PSG.
Marseille terakhir kali menjuarai liga pada 2010 & dalam dua musim terakhir sering di bawah bayang-bayang PSG.
Seperti Manchester United, penggemar Marseille juga menyebut pemilik biang keladi kemunduran tim.
Pada Agustus 2016, Marseille dibeli pengusaha Amerika Frank McCourt yg mantan pemilik klub bisbol Los Angeles Dodgers. McCourt menunjuk Jacques-Henri Eyraud sebagai presiden klub yg terus menjabat hingga kini.
Dua orang ini terus disorot penggemar Marseille persis pendukung United menyorot Keluarga Glazer.
Eyraud terus menerus jadi target kemarahan karena penggemar tak dapat menumpahkan kegeraman kepada McCourt yg berada di Amerika seperti keluarga Glazer di Manchester United.
Eyraud dianggap tak memahami kultur Marseille, sepak bola & pentingnya hubungan klub dengan penggemar.
Dia pernah mengatakan PSG bukan pesaing Marseille, melainkan Netflix yg adalah perusahaan dunia hiburan yg satu bidang usaha dengan perusahaan McCourt.
Penggemar Marseille menyebut pernyataan Eyraud itu membuktikan dia & McCourt tak peduli sepak bola & sebaliknya cuma memikirkan profit, persis tudingan penggemar United kepada Keluarga Glazer.
Kekesalan penggemar Marseille mencapai puncak awal Februari 2021 ketika mereka menyerbu pusat pelatihan regu setelah berulang kali gaduh dalam beberapa pertandingan yg dijalani Marseille.
Mereka mendesak mundur Eyraud & menuntut McCourt menjual sahamnya, sambil mengatai kedua orang itu sebagai orang-orang paling dibenci di Marseille.
Penggemar United juga mencerca pemiliknya seperti pendukung Marseille mengecam McCourt.
Kecaman makin brutal ketika United turut memprakarsai Liga Super Eropa yg kontroversial itu, & semakin keras lagi setelah musim lalu Setan Merah terjerembab ke urutan enam.
Penunjukan Erik ten Hag agak meredakan kemarahan penggemar, tetapi begitu mantan manajer Ajax Amsterdam ini kesulitan mendapatkan buruan-buruan utamanya hingga berujung kepada dua kekalahan pahit dari Brighton & Brentford, kemarahan meledak kembali.
Muncul tudingan keluarga Glazer cuma menjadikan United sebagai sapi perahnya.
Baca juga: Fans Manchester United protes kepemilikan keluarga Glazer
Selanjutnya : organisasi dagang
Berita diatas dikutip dari internet, jika Antara Marseille & Manchester United adalah spam, mohon beritahu kami.
Seorang pria lewat di depan kostuma bertuliskan "Glazers Out" ketika pendukung Manchester United melancarkan protes kepada pemilik klub Keluarga Glazer di Stadion Old Trafford, Manchester, 2 Mei 2021, menjelang laga United melawan Liverpool. (Photo by Oli SCARFF / AFP) (AFP/OLI SCARFF)
Jakarta (ANTARA) - Situasi yg tengah dihadapi Manchester United agak mirip dengan yg terjadi pada klub Ligue 1, Olympique de Marseille.
Sebelum Paris Saint Germain menjuarai Ligue 1 musim lalu, Marseille adalah regu yg tersering menjuarai liga.
Marseille sudah 10 kali juara, tetapi kini sudah disamai oleh PSG.
Marseille terakhir kali menjuarai liga pada 2010 & dalam dua musim terakhir sering di bawah bayang-bayang PSG.
Seperti Manchester United, penggemar Marseille juga menyebut pemilik biang keladi kemunduran tim.
Pada Agustus 2016, Marseille dibeli pengusaha Amerika Frank McCourt yg mantan pemilik klub bisbol Los Angeles Dodgers. McCourt menunjuk Jacques-Henri Eyraud sebagai presiden klub yg terus menjabat hingga kini.
Dua orang ini terus disorot penggemar Marseille persis pendukung United menyorot Keluarga Glazer.
Eyraud terus menerus jadi target kemarahan karena penggemar tak dapat menumpahkan kegeraman kepada McCourt yg berada di Amerika seperti keluarga Glazer di Manchester United.
Eyraud dianggap tak memahami kultur Marseille, sepak bola & pentingnya hubungan klub dengan penggemar.
Dia pernah mengatakan PSG bukan pesaing Marseille, melainkan Netflix yg adalah perusahaan dunia hiburan yg satu bidang usaha dengan perusahaan McCourt.
Penggemar Marseille menyebut pernyataan Eyraud itu membuktikan dia & McCourt tak peduli sepak bola & sebaliknya cuma memikirkan profit, persis tudingan penggemar United kepada Keluarga Glazer.
Kekesalan penggemar Marseille mencapai puncak awal Februari 2021 ketika mereka menyerbu pusat pelatihan regu setelah berulang kali gaduh dalam beberapa pertandingan yg dijalani Marseille.
Mereka mendesak mundur Eyraud & menuntut McCourt menjual sahamnya, sambil mengatai kedua orang itu sebagai orang-orang paling dibenci di Marseille.
Penggemar United juga mencerca pemiliknya seperti pendukung Marseille mengecam McCourt.
Kecaman makin brutal ketika United turut memprakarsai Liga Super Eropa yg kontroversial itu, & semakin keras lagi setelah musim lalu Setan Merah terjerembab ke urutan enam.
Penunjukan Erik ten Hag agak meredakan kemarahan penggemar, tetapi begitu mantan manajer Ajax Amsterdam ini kesulitan mendapatkan buruan-buruan utamanya hingga berujung kepada dua kekalahan pahit dari Brighton & Brentford, kemarahan meledak kembali.
Muncul tudingan keluarga Glazer cuma menjadikan United sebagai sapi perahnya.
Baca juga: Fans Manchester United protes kepemilikan keluarga Glazer
Selanjutnya : organisasi dagang
- 1
- 2
- 3
- Tampilkan Semua
Berita diatas dikutip dari internet, jika Antara Marseille & Manchester United adalah spam, mohon beritahu kami.