Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Pasca terpilih sebagai Ketua Umum Kamar Dagang & Industri (Kadin) Indonesia hasil Musyawarah Luar Biasa (Munaslub) pada Sabtu, 14 September 2024 lalu, Anindya Bakrie langsung gerak cepat mengerjakan sinergi antara Kadin dengan sejumlah kementerian.
Pertama, Anindya bersilaturahmi dengan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan di Kantor Kementerian Perdagangan pada Kamis, 19 September 2024.
Pada kunjungan tersebut, Zulkifli Hasan yg akrab disapa Zulhas menyambut Anindya dengan sebutan Ketua Kadin yg baru.
Pada kesempatan itu, Anindya mengundang Zulhas untuk menghadiri sarasehan Kadin Indonesia, yg akan dihadiri oleh Kadin Daerah & Asosiasi/Himpunan sebagai Anggota Luar Biasa Kadin.
Sarasehan itu akan membahas & mendiskusikan perkembangan perekonomian & perdagangan melanjutkan pemerintahan Jokowi Maruf Amin & menyambut pemerintahan Prabowo Gibran.
Anindya menegaskan, sebagai kawan strategis pemerintah, Kadin Indonesia akan mendukung penuh tiga fokus utama pemerintahan Prabowo Gibran.
Ketiga fokus utama tersebut yakni reformasi struktrual, infrastruktur digital, & transisi energi demi tercapai keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Sumber : https://wartakota.tribunnews.com/202...i-yang-dibahas
Kedua, di hari yg sama, Anindya berkunjung ke Kementerian Perindustrian berjumpa Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita.
Pada kesempatan itu, Menperin menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Anindya Bakrie sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia periode 2024 2029 hasil Munaslub.
Agus menambahkan, Kemenperin berharap dapat menjalin kerja sama yg erat dengan Kadin Indonesia untuk memperkuat industri manufaktur di Indonesia. Ia juga mengajak Kadin untuk bersama-sama merumuskan peta jalan pembangunan industri manufaktur untuk lima tahun ke depan.
Sementara itu, Anindya menyampaikan kerja sama antara Kemenperin & Kadin dapat memberikan manfaat bagi para pelaku industri, khususnya dalam bidang pendidikan & pelatihan sumber daya manusia (SDM) industri, pengembangan industri hijau, pemberdayaan industri halal, & berbagai sektor lainnya.
Sumber : https://industri.kontan.co.id/news/b...ktur-indonesia
Selanjutnya, pada keesokan harinya, yakni Jumat, 20 September 2024, Anindya berjumpa dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman.
Dalam pertemuan tersebut, Anindya & Amran membahas strategi-strategi untuk menjaga keberlanjutan kebijakan ekonomi Indonesia, khususnya di masa transisi dari pemerintahan Presiden Joko Widodo menuju presiden terpilih Prabowo Subianto.
Anindya Bakrie & Mentan sepakat & sama-sama menekankan pentingnya kesinambungan kebijakan ekonomi supaya sesuai dengan visi & misi presiden yg baru.
Salah satu isu penting yg diangkat Anindya adalah upaya untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian melalui program lumbung pangan di tingkat desa, daerah, hingga nasional.
Anindya menyoroti bahwa Kadin, sebagai organisasi yg menaungi dunia usaha, akan terus bekerja sama dengan pemerintah untuk mendukung program-program pembangunan ekonomi.
Sumber : https://www.tvonenews.com/ekonomi/24...amran-sulaiman
Dari uraian pertemuan antara Ketua Kadin Anindya Bakrie bersama tiga menteri di atas maka terlihat bahwa tujuannya mengakselerasi keselarasan Kadin dengan program-program yg akan dilaksanakan pada era Prabowo - Gibran.
Langkah-langkah yg dilakukan Anindya Bakrie menunjukkan posisi yg lebih solid & kukuh ketimbang posisi bertahan yg dilayangkan Arsjad.
Hal ini menunjukkan bahwa kinerja Kadin selama ini, khususnya sejak Arsjad Rasjid jadi Bos TPN Ganjar - Mahfud, memang tidak menunjukkan netralitas, sehingga terkuak mengapa 75% pemilik suara Kadin menggelar Munaslub untuk mengeser Arsjad.
Para penggagas Munaslub menekankan bahwa Munaslub digelar karena kepemimpinan Arsjad Rasjid tidak mengupayakan adanya sinergi Kadin & calon pemerintahan baru Prabowo - GIbran.
Padahal Kadin adalah kawan strategis pemerintah di bidang Ekonomi.
Artinya ada pertentangan antara Ketum Kadin Arsjad Rasjid yg enggan menyinergikan Kadin dengan Prabowo - Gibran (dengan alasan masih gagal move on Pilpres) melawan 75% pemilik suara Kadin yg sejak pencoblosan Februari 2024 sudah mendesak Kadin segera menyiapkan sinergi dengan pemenang Pilpres.
Sumber :
Sikap Anindya Bakrie yg tak menggubris segala provokasi Arsjad (cara bertahan Arsjad dalam membela diri), menunjukkan tidak ada yg perlu dilakukan oleh Anindya Bakrie untuk membela diri.
Anindya Bakrie justru langsung memenuhi tuntutan 75% pemilik suarra Kadin tentang perlunya sinergi antara Kadin & calon pemerintahan baru (Prabowo - Gibran) yg tidak diupayakan Arsjad.
Terlihat dari gerak cepat Anindya Bakrie yg mengunjungi 3 kementerian dalam sepekan setelah terpilih & kelihatannya akan terus jadi fokusnya.
Bandingkan dengan sikap Arsjad yg justru sibuk membela diri, berupaya menjelaskan bahwa 'Saya lah, Aku lah, Gue lah'. Arsjad memasang posisi mempertahankan eksistensi.
Posisi Anindya yg langsung menggalang sinergi antara Kadin & sejumlah Kementerian, juga menunjukkan bahwa yg sedang ditegur Jokowi bahwa ada yg mempolitisasi Kadin adalah Arsjad.
Sumber :
Sebab, Anindya Bakrie tidak mengerjakan langkah-langkah politis, melainkan langsung fokus mengerjakan pekerjaan rumah berat yg ditinggalkan Arsjad.
Dengan mengatakan lain, posisi Arsjad jadi obyek dari apa yg pernah diungkap Prabowo beberapa waktu lalu soal kesedihan jangan diumbar-umbar.
Sumber : https://nasional.okezone.com/read/20...lu-kunci-pintu
Sebab, seluruh tindakan Arsjad memasang posisi bertahan untuk mempertahankan eksistensi, mengumbar narasi sesat soal Munaslub Ilegal, didukung 21 Kadinda, & sebagainya, yg ternyata hanyalah narasi dusta dimana fakta mengatakan 75% pemilik suara Kadin mengusulkan Munaslub menggeser Arsjad, menunjukkan Arsjad sedang mengumbar kesedihan dirinya sendiri.
Arsjad semestinya segera mengakhiri sikap konyolnya. Perhatikanlah mengapa Munaslub pada 14 September 2024 sah menggeser Arsjad dari Ketua Umum Kadin.
Jumlah anggota Kadin yg memiliki hak suara (voting rights) ada 132. Jumlah itu terdiri dari 34 Kadinda (Kadin Daerah) dengan masing-masing 3 hak suara (Ketua, Sekjen, & Bendum) sehingga total ada 102 hak suara Kadinda.
Kemudian ditambah 30 hak suara yg berasal dari asosiasi pengusaha sebagai Anggota Luar Biasa (ALB) Kadin.
Pada saat Munaslub ada 5 Kadinda yg belum sah karena belum menerima Surat Keputusan (SK). Dengan begitu yg punya hak suara berkurang jadi 29 Kadinda, sehingga ada 87 voting rights dari unsur Kadinda. Jadi ditambah ALB Kadin ada 117 hak suara.
Mereka yg hadir di Munaslub Kadin ada sebanyak 99 orang yg punya voting rights. Jumlah itu terdiri dari 74 pemilik suara dari unsur Kadinda & 25 pemilik suara dari ALB.
Selanjutnya, jumlah 74 anggota Kadinda yg punya voting rights tersebut, terdiri dari 54 anggota dari 18 Kadinda yg masing-masing punya 3 voters, ditambah dengan 20 suara dari 10 Kadinda yg masing-masing punya 2 voters (Kadinda hadir tak lengkap).
Menurut Pasal 18 AD/ART Kadin, Munaslub sah kalau yg hadir minimal 50 persen pemilik suara. Artinya 50 persen dari 132, yakni 66 pemilik suara.
Sehingga jumlah 99 suara itu setara dengan sekitar 75 persen atau melebihi kuorum yg cuma mensyaratkan 50 persen untuk menggelar Munaslub.
Sumber : https://www.viva.co.id/bisnis/175403...dipastikan-sah
Hasil pemungutan suara dari 99 pemilik hak suara menyatakan bahwa yg pro Anindya ada sebanyak 76 suara, sementara yg pro Arsjad cuma 23 suara.
Sehingga kalau Arsjad Rasjid mengklaim ada 21 Kadinda yg menolak Munaslub, harus diingat bahwa di dalam satu Kadinda ada tiga voters.
Mungkin yg dimaksud Arsjad ada dukungan dari 21 Kadinda itu maksudnya dia sulit menerima kenyataan cuma didukung 23 pemilik suara Kadin, lantaran Anindra Bakrie raih 76 pemilik suara Kadin.