Axl Enoch
IndoForum Newbie B
- No. Urut
- 77255
- Sejak
- 7 Agt 2009
- Pesan
- 204
- Nilai reaksi
- 9
- Poin
- 18
Ucapkan selamat tinggal pada Facebook, Twitter, MySpace dan sejenisnya selagi Anda bekerja. Ucapan itulah yang mungkin cocok ditujukan pada para tentara angkatan laut Amerika Serikat.
Jika sebelumnya mereka bebas mengakses situs-situs ini dengan menggunakan jaringan militer yang ada, kini kenikmatan itu harus sudah berakhir. Apa alasannya?
Faktor keamanan jelas menjadi alasan kuat kenapa aksi pemblokiran ini dilakukan. Pihak militer mengkhawatirkan, informasi yang mereka tulis di Facebook dan semacamnya ini akan dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggungjawab, terutama oleh pihak musuh.
Namun di luar itu, faktor pendisiplinan anggota juga turut andil dalam aksi tersebut. Petinggi militer menginginkan para tentara tetap fokus dalam menjalankan misinya saat bekerja. Sering terjadi, pengaksesan situs jejaring memang seringkali memecah konsentrasi para penggunanya saat berada dalam atmosfer kerja.
Tak hanya itu, faktor penghematan juga memegang peranan dalam keputusan yang diambil. Pihak militer rupanya ingin menghemat bandwith yang mereka miliki.
Simak pernyataan yang diungkapkan juru bicara Pentagon untuk Marine Corps, Craig Thomas, "Marine Corps harus menemukan cara menyeimbangkan keamanan dan kebebasan tentaranya dalam menggunakan teknologi. Kami tidak ingin informasi muncul ke permukaan dan kami ingin menjaga mereka agar tetap fokus bekerja, selain juga ini untuk penghematan bandwith".
Namun bukan lantas ini berarti pihak militer 'bermusuhan' dengan Facebook, Twitter dan MySpace, toh mereka juga pernah memanfaatkan situs-situs tersebut untuk merekrut anggota.
Militer hanya 'bermusuhan' dengan mereka hanya jika situs-situs itu digunakan saat jam bekerja dan dengan menggunakan jaringan militer.
Jika sebelumnya mereka bebas mengakses situs-situs ini dengan menggunakan jaringan militer yang ada, kini kenikmatan itu harus sudah berakhir. Apa alasannya?
Faktor keamanan jelas menjadi alasan kuat kenapa aksi pemblokiran ini dilakukan. Pihak militer mengkhawatirkan, informasi yang mereka tulis di Facebook dan semacamnya ini akan dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggungjawab, terutama oleh pihak musuh.
Namun di luar itu, faktor pendisiplinan anggota juga turut andil dalam aksi tersebut. Petinggi militer menginginkan para tentara tetap fokus dalam menjalankan misinya saat bekerja. Sering terjadi, pengaksesan situs jejaring memang seringkali memecah konsentrasi para penggunanya saat berada dalam atmosfer kerja.
Tak hanya itu, faktor penghematan juga memegang peranan dalam keputusan yang diambil. Pihak militer rupanya ingin menghemat bandwith yang mereka miliki.
Simak pernyataan yang diungkapkan juru bicara Pentagon untuk Marine Corps, Craig Thomas, "Marine Corps harus menemukan cara menyeimbangkan keamanan dan kebebasan tentaranya dalam menggunakan teknologi. Kami tidak ingin informasi muncul ke permukaan dan kami ingin menjaga mereka agar tetap fokus bekerja, selain juga ini untuk penghematan bandwith".
Namun bukan lantas ini berarti pihak militer 'bermusuhan' dengan Facebook, Twitter dan MySpace, toh mereka juga pernah memanfaatkan situs-situs tersebut untuk merekrut anggota.
Militer hanya 'bermusuhan' dengan mereka hanya jika situs-situs itu digunakan saat jam bekerja dan dengan menggunakan jaringan militer.