ArRay
IndoForum Senior C
- No. Urut
- 98490
- Sejak
- 1 Jun 2010
- Pesan
- 5.107
- Nilai reaksi
- 142
- Poin
- 63
Meski kualitas pendidikan di Indonesia dianggap telah meningkat, namun tidak diiringi dengan angka perbaikan pada masalah putus sekolah. Angka murid putus sekolah di Indonesia justru meningkat.
Pakar pendidikan, Dr Karnadi Msi dari Universitas Negeri Jakarta mengatakan, dalam kurun 13 tahun justru terjadi pembengkakan angka putus sekolah.
"Jika pada 1996 hanya terjadi 1,7 juta siswa putus sekolah, pada 2009 lalu angkanya menjadi 11,7 juta siswa. Amgka ini cukup memprihatinkan," kata Karnadi dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (3/8).
Menurutnya, angka tersebut cukup mencengangkan, karena justru meningkat hampir sepuluh kali lipat. Karnadi meminta agar pemerintah dan semua pihak, bekerja keras untuk mengurangi angka putus sekolah tersebut.
Sementara Frisian Flag Indonesia dan PT Matahari Putra Prima Tbk bekerjasama untuk turut menurunkan tingkat putus sekolah tersebut. "Kami turut prihatin dengan tingginya angka putus sekolah tersebut. Padahal sekolah adalah institusi yang sangat penting membentuk generasi muda Indonesia yang berkualitas dan mampu bersaing di dunia internasional," kata Presiden Director Frisian Flag Indonesia, Cees Ruygrok.
Kedua perusahaan tersebut bekerjasama dalam program "Berbagi Untuk Maju" dengan menggalang danang sebesar Rp 2,6 miliar untuk membiayai 12.062 murid yang terancam putus sekolah.(*
Pakar pendidikan, Dr Karnadi Msi dari Universitas Negeri Jakarta mengatakan, dalam kurun 13 tahun justru terjadi pembengkakan angka putus sekolah.
"Jika pada 1996 hanya terjadi 1,7 juta siswa putus sekolah, pada 2009 lalu angkanya menjadi 11,7 juta siswa. Amgka ini cukup memprihatinkan," kata Karnadi dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (3/8).
Menurutnya, angka tersebut cukup mencengangkan, karena justru meningkat hampir sepuluh kali lipat. Karnadi meminta agar pemerintah dan semua pihak, bekerja keras untuk mengurangi angka putus sekolah tersebut.
Sementara Frisian Flag Indonesia dan PT Matahari Putra Prima Tbk bekerjasama untuk turut menurunkan tingkat putus sekolah tersebut. "Kami turut prihatin dengan tingginya angka putus sekolah tersebut. Padahal sekolah adalah institusi yang sangat penting membentuk generasi muda Indonesia yang berkualitas dan mampu bersaing di dunia internasional," kata Presiden Director Frisian Flag Indonesia, Cees Ruygrok.
Kedua perusahaan tersebut bekerjasama dalam program "Berbagi Untuk Maju" dengan menggalang danang sebesar Rp 2,6 miliar untuk membiayai 12.062 murid yang terancam putus sekolah.(*