AzV
IndoForum Activist A
- No. Urut
- 58206
- Sejak
- 30 Nov 2008
- Pesan
- 21.205
- Nilai reaksi
- 306
- Poin
- 83
Angka kelulusan Ujian Nasional (UN) 2009 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di DKI Jakarta mencapai 96,6 persen.
Ketua Panitia Pelaksana Ujian Nasional SMA/SMK DKI Jakarta Kamaluddin di Jakarta, Senin, mengatakan, hasil tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 4 persen dibandingkan tahun 2008.
Meningkatnya angka kelulusan siswa SMA/SMK itu, katanya, disebabkan banyak faktor seperti meningkatnya efektifitas kegiatan belajar mengajar.
Dikatakannya, sebelum ujian, sekolah menambah progam "try out" dari enam kali menjadi sembilan kali.
"Pihak sekolah sangat intens melakukan pendalaman materi," ujarnya.
Data Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyebutkan, angka kelulusan meningkat dibanding tahun lalu. Untuk SMA dari jumlah peserta 57.509 siswa, ternyata yang lulus mencapai 55.530 siswa (96,6 persen), sedangkan yang tidak lulus hanya 1.979 siswa (3,4 persen). Padahal tahun lalu angka kelulusan siswa SMA hanya 92 persen.
Demikian halnya SMK, dari 57.914 siswa, yang lulus mencapai 5.915 siswa (96,6 persen) dan tidak lulus 1.999 siswa (3,4 persen). Tahun 2008 lalu, angka kelulusan SMK hanya mencapai 93 persen.
"Pentingnya adalah, siswa setiap hari diajak untuk doa bersama sebelum mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Bahkan sekolah rutin menggelar dzikir akbar bersama murid-muridnya," imbuhnya.
Bagi siswa yang tidak lulus pada UN tahun 2009, masih diberi kesempatan untuk mengulang pada tahun ajaran baru tahun 2010/2011 mendatang. Namun bagi mereka yang tidak ingin mengulang maka dapat mengikuti program paket C yang akan dilaksanakan mulai 23 Juni mendatang.
Pengumuman hasil kelulusan UN SMA//SMK secara nasional sebenarnya telah dilakukan pada Sabtu (13/6). Pihak sekolah langsung mengumumkan hasil UN ini melalui papan pengumuman di sekolah, pengiriman via kantor pos dan dipublikasikan melalui website masing-masing sekolah.
Menurut Kamaluddin, ada kecenderungan bahwa hasil UN menunjukkan, nilai rata-rata yang diperoleh siswa SMA melebihi standar kelulusan yang ditetapkan sebesar 5,5 (dari 6 mata pelajaran uang diuji).
Untuk jurusan IPA, dengan materi pelajaran yang diuji terdiri dari Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi, perolehan nilai rata-rata 7,19.
Kemudian jurusan IPS (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Ekonomi, Sosiologi dan Geografi), diperoleh nilai rata-rata 7,05. Sedangkan jurusan Bahasa, mata pelajaran yang diuji Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sastra, Antropologi, dan bahasa asing, rata-rata nilai yang diperoleh adalah 6,51.
Dinas Pendidikan DKI mencatat, sedikitnya ada 115 siswa jurusan IPA yang mendapat nilai 10 untuk pelajaran Kimia, 58 siswa untuk pelajaran Matematika, dan 22 siswa untuk pelajaran Fisika.
Kemudian di program IPS, siswa yang mendapat nilai 10 adalah sebanyak 55 siswa untuk pelajaran Matematika, 10 siswa untuk pelajaran Geografi dan 3 siswa untuk pelajaran Sosiologi serta dua siswa untuk pelajaran Bahasa Inggris.
Berdasarkan perolehan peringkat/ranking, maka SMA Santa Ursula menduduki peringkat pertama. Pasalnya, siswa di tiga jurusannya, yakni IPS, IPA dan Bahasa, mendapat nilai tertinggi dibanding seluruh SMA lain di Jakarta.
Di SMA Santa Ursula itu, untuk jurusan IPS, siswa di sana mendapat nilai dengan total 51,09. Sedang siswa jurusan IPA meraih total nilai 51,61, dan siswa jurusan Bahasa meraih total nilai 47,65.
Menyusul kemudian SMA Kristen I BPK Penabur, untuk program IPA dengan total nilai 51,51. Jurusan IPS SMA ini juga menduduki peringkat kedua dengan nilai 50,31. Sedang peringkat kedua untuk jurusan Bahasa diraih SMA Labschool Kebayoran yang mencapai nilai 44,36.
Ketua Panitia Pelaksana Ujian Nasional SMA/SMK DKI Jakarta Kamaluddin di Jakarta, Senin, mengatakan, hasil tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 4 persen dibandingkan tahun 2008.
Meningkatnya angka kelulusan siswa SMA/SMK itu, katanya, disebabkan banyak faktor seperti meningkatnya efektifitas kegiatan belajar mengajar.
Dikatakannya, sebelum ujian, sekolah menambah progam "try out" dari enam kali menjadi sembilan kali.
"Pihak sekolah sangat intens melakukan pendalaman materi," ujarnya.
Data Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyebutkan, angka kelulusan meningkat dibanding tahun lalu. Untuk SMA dari jumlah peserta 57.509 siswa, ternyata yang lulus mencapai 55.530 siswa (96,6 persen), sedangkan yang tidak lulus hanya 1.979 siswa (3,4 persen). Padahal tahun lalu angka kelulusan siswa SMA hanya 92 persen.
Demikian halnya SMK, dari 57.914 siswa, yang lulus mencapai 5.915 siswa (96,6 persen) dan tidak lulus 1.999 siswa (3,4 persen). Tahun 2008 lalu, angka kelulusan SMK hanya mencapai 93 persen.
"Pentingnya adalah, siswa setiap hari diajak untuk doa bersama sebelum mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Bahkan sekolah rutin menggelar dzikir akbar bersama murid-muridnya," imbuhnya.
Bagi siswa yang tidak lulus pada UN tahun 2009, masih diberi kesempatan untuk mengulang pada tahun ajaran baru tahun 2010/2011 mendatang. Namun bagi mereka yang tidak ingin mengulang maka dapat mengikuti program paket C yang akan dilaksanakan mulai 23 Juni mendatang.
Pengumuman hasil kelulusan UN SMA//SMK secara nasional sebenarnya telah dilakukan pada Sabtu (13/6). Pihak sekolah langsung mengumumkan hasil UN ini melalui papan pengumuman di sekolah, pengiriman via kantor pos dan dipublikasikan melalui website masing-masing sekolah.
Menurut Kamaluddin, ada kecenderungan bahwa hasil UN menunjukkan, nilai rata-rata yang diperoleh siswa SMA melebihi standar kelulusan yang ditetapkan sebesar 5,5 (dari 6 mata pelajaran uang diuji).
Untuk jurusan IPA, dengan materi pelajaran yang diuji terdiri dari Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi, perolehan nilai rata-rata 7,19.
Kemudian jurusan IPS (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Ekonomi, Sosiologi dan Geografi), diperoleh nilai rata-rata 7,05. Sedangkan jurusan Bahasa, mata pelajaran yang diuji Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sastra, Antropologi, dan bahasa asing, rata-rata nilai yang diperoleh adalah 6,51.
Dinas Pendidikan DKI mencatat, sedikitnya ada 115 siswa jurusan IPA yang mendapat nilai 10 untuk pelajaran Kimia, 58 siswa untuk pelajaran Matematika, dan 22 siswa untuk pelajaran Fisika.
Kemudian di program IPS, siswa yang mendapat nilai 10 adalah sebanyak 55 siswa untuk pelajaran Matematika, 10 siswa untuk pelajaran Geografi dan 3 siswa untuk pelajaran Sosiologi serta dua siswa untuk pelajaran Bahasa Inggris.
Berdasarkan perolehan peringkat/ranking, maka SMA Santa Ursula menduduki peringkat pertama. Pasalnya, siswa di tiga jurusannya, yakni IPS, IPA dan Bahasa, mendapat nilai tertinggi dibanding seluruh SMA lain di Jakarta.
Di SMA Santa Ursula itu, untuk jurusan IPS, siswa di sana mendapat nilai dengan total 51,09. Sedang siswa jurusan IPA meraih total nilai 51,61, dan siswa jurusan Bahasa meraih total nilai 47,65.
Menyusul kemudian SMA Kristen I BPK Penabur, untuk program IPA dengan total nilai 51,51. Jurusan IPS SMA ini juga menduduki peringkat kedua dengan nilai 50,31. Sedang peringkat kedua untuk jurusan Bahasa diraih SMA Labschool Kebayoran yang mencapai nilai 44,36.
