• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Angin puting beliung di Solo

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
SOLO – Sebanyak 26 los di lokasi darurat Pasar Kliwon diketahui rusak akibat diterjang lisus yang melanda Kota Solo, Rabu (13/2/2013) sore. Dari data itu, 16 los dinyatakan roboh sedangkan 10 los diketahui rusak ringan. Kerugian material ditaksir Rp65 juta.

Data sebelumnya diketahui 14 los roboh dan empat los rusak ringan. Kerusakan los bertambah seiring dengan pendataan ulang dari petugas pasar.

“Keseluruhan ada 26 los yang rusak di bagian utara. Jumlah itu terdiri 14 los roboh, 10 rusak ringan pada bagian atap,” ujar Kepala Pasar Kliwon, Asep Haris, saat dijumpai wartawan, di kantornya, Kamis (14/2/2013).

Menurut Asep, total bangunan non permanen baik los maupun kios di Pasar Kliwon yakni 81 bangunan. Bangunan non permanen dibangun mengingat pembangunan Pasar Kliwon belum selesai. Semua kerusakan los akibat musibah alam sudah dilaporkan kepada Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Kota Solo.

“Tinggal nunggu kapan perbaikannya. Secara detail waktunya saya tidak tahu,” ujar Asep.

Asep mengatakan para pedagang yang terkena musibah alam sebagian menitipkan barang dagangan kepada pedagang lainnya. Sebab, toleransi antar pedagang Pasar Kliwon berjalan baik.

“Ada juga pedagang yang mendirikan bangunan non permanen secara mandiri. Karena losnya berisi mesin gilingan daging, kalau mau dipindah juga berat bawa alatnya,” jelas Asep.

Mengenai ganti rugi barang dagangan, Asep belum bisa memastikan memberikan santunan maupun bantuan.
“Belum terpikir ke arah itu, kami fokus pada pembenahan bangunan material dulu. Adapun nanti ada kebijakan lain, ya syukur dapat ganti rugi,” ujar dia.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.