WASPADA ONLINE
JAKARTA - Kabar burung atau rumor yang sempat merebak yang menyebutkan bahwa Angelina Sondakh, bakal dikorbankan Partai Demokrat, bisa jadi semakin mendekati kebenaran.
Pengorbanan itu tidak lain maksudnya adalah untuk menyelamatkan para petinggi partai lainnya seperti Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum dari jeratan hukum. Sebab kalau Anas terjerat, dampaknya akan kemana-mana.
Rumor tentang Angie akan dikorbankan Demokrat sudah merebak di publik. Lihat saja sebuah postingan di Facebook Minggu 9 September 2012 muncul sebuah foto Presiden SBY dan Anas Urbaningrum.
Anas dengan wajah yang hanya separuh terlihat, sedang menyalami dan mencium tangan SBY. Sementara tulisan di belakang tertera bahwa Anas sedang mengadu kepada SBY sebab rahasia mereka berdua sudah dibongkar oleh Rosalinda Manullang.
Foto itu bisa saja sebuah rekayasa. Tetapi dalam momen seperti sekarang, rekayasa itu bisa dianggap sebagai sebuah kebenaran. Rekayasa itu muncul karena ada alasan empirisnya.
Spekulasi Angie akan dikorbankan, tercermin dari Pengadilan Tipikor (Tindak Pidana Korupsi) yang menyidangkan Angelina Kamis (6/9). Angie diancam hukuman maksimal seumur hidup. Selain itu uang hasil korupsi yang dimiliki Angelina berjumlah tidak kurang dari Rp33 miliar bakal disita negara.
Kalaupun hakim akhirnya menjatuhkan vonis yang lebih rendah dari tuntutan Jaksa, diperkirakan hakim tidak akan gegabah menurunkan vonis sampai ke tingkat separuh dari tuntutan. Oleh sebab itu perkiraan sementara pasca-sidang pertama itu, Angelina alias Angie akan tetap didera hukuman yang cukup berat.
Ancaman hukuman seperti itu belum pernah terjadi selama sejarah Pengadilan Tipikor berdiri. Dari yang sudah-sudah terdakwa korupsi, paling banter dituntut 4 tahun penjara. Rata-rata para koruptor yang dijerat hukuman, tidak menjalani masa hukuman mereka secara penuh sesuai putusan hakim. Seringkali, setelah menjalani hukuman separuh dari putusan hakim para koruptor sudah bebas walaupun masih ada kewajiban untuk melapor.
Tapi entah mengapa kali ini Jaksa Penuntut mengubah 'kebiasaan' tersebut. Apakah hal tersebut akibat kritik masyarakat yang menyoal hukuman ringan bagi para koruptor. Sebab sudah banyak kalkulasi yang dibuat para pengeritik, bahwa dengan mengorupsi uang Rp10 miliar pun, seseorang tidak akan takut menjadi tahanan KPK.
Kalkulasi menyebutkan kalaupun harus menjalani tahanan di penjara selama tiga tahun, si koruptor masih tetap bisa menikmati uang hasil korupsinya yang tidak disita negara. Apalagi kalau korupsinhya mencapai Rp30 miliar. Dengan perhitungan asal-asalan bahwa dari dana itu ia mengeluarkan biaya pengacara, polisi, kejaksaan dan persidangan dengan total Rp10 miliar, di rekening banknya masih tersisa Rp20 miliar.
Jumlah itu relatif masih cukup banyak. Seusai menjalani masa tahanan 4 tahun sekalipun, si koruptor masih tetap punya modal Rp20 miliar untuk melanjutkan sisa hidupnya. Oleh sebab itu ancaman hukuman seumur hidup terhadap Wakil Sekjen Partai Demokrat ini, cukup mengagetkan.
Jubir KPK Johan Budi menyebutnya ancaman hukuman itu sebagai hal yang bisa memberi efek jera kepada para koruptor. Sehingga kesan bahwa ancaman hukuman berat terhadap Angie, benar-benar serius.
Penampilan Angelina di persidangan Tipikor kali ini agak berbeda dengan waktu-waktu sebelumnya. Setelah menyimak dakwaan, raut wajah Angie berubah tidak ceria. Dan kebiasannya mengumbar senyum ketika dicegat wartawan setelah di luar ruang steril, kali itu tidak terlihat sama sekali.
Perubahan ini ditengarai sebagai bukti bahwa Angie sadar hari-hari kebahagiaannya bakal berakhir, pestanya dengan Partai Demokrat pun akan tamat. Lantas siapa yang akan menjadi pembela atau pendampingnya? Bagaimana ia harus membesarkan anak tunggalnya dari almarhum Adjie Massaid?
Janda anak satu itu terlihat hanya melakukan tiga hal. Yaitu, menangis, menangis dan menangis. Selain itu dua lelaki yang disebut-sebut selalu hadir di sisi Angie manakala dia sedang menghadapi persoalan, yaitu adik iparnya atau adik almarhum suaminya, Adjie Masaid, kemudian pacar barunya Kombes Brotoseno, Kamis itu tidak terlihat. Hanya ayahnya Prof Dr Lucky Sondakh, ekonom yang juga mantan Rektor Universitas Sam Ratulangi, Manado menunggui Angie.
Asumsi bahwa Angelina (bakal) dikorbankan Partai Demokrat mencuat antara lain karena, Ketum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum yang selama pemeriksaan kasus korupsi baik yang dilakukan Rosalina Manurung, kasir perusahaan yang disebut milik Anas atau Nazaruddin (eks Bendahara Umum Partai Demokrat) selalu menyebut keterlibatan Anas.
Sekalipun berkali-kali namanya disebut, jawaban Anas atas tuduhan keterlibatannya selalu muncul dengan kalimat standar dan "mengambang". Sehingga atas dasar itu, banyak yang menduga, kelak Anas bakal menjadi tersangka. Tetapi hingga persidangan Angie, Anas Urbaningrum seperti "tidak tersentuh" oleh tangan hukum.
Bahkan Anas dalam berbagai kesempatan selalu menegaskan, ia tidak terlibat satu sen pun dalam tindak korupsi yang mengaitkan namanya. "Kalau terbukti saya melakukan korupsi, saya siap dihukum gantung di tugu Monas," tegas Anas beberapa waktu lalu.
Hal lainnya yang memperkuat rumor, Angelina Sondakh dikorbankan Demokrat, karena partai ini tidak memberikan bantuan hukum berupa lawyer atau pengacara. Pembela yang membantunya merupakan pilihan Angelina setelah sejumlah pengacara yang dekat dengan Demokrat, mengelak untuk membelanya.
Rumor bahwa Angelina dikorbankan itu semakin menjadi lebih kuat sebab Hartati Murdaya, pengusaha nasional yang juga anggota Dewan Pembina Partai Demokrat-akhirnya mengundurkan diri dari partai dimana Presiden SBY menjadi Ketua Dewan Pembinanya. Alasan Hartati, pemilik grup usaha Berca dan pemegang lisensi pengoperasian Jakarta Fair, dia tidak mendapatkan bantuan pembelaan dari partai di mana dia bernaung.
Hartati saat ini sudah menjadi tersangka KPK dalam kasus penyuapan Rp3 miliar kepada Bupati Buol. Suap diberikannya dalam rangka izin perluasan lahan kepala sawit miliknya di provinsi Sulawesi Tengah tersebut. Bupati Buol dari Golkar pun kini sudah ditahan di penjara KPK.
Itu sebabnya persidangan terhadap Angelina Sondakh, cukup menyisakan banyak hal yang menarik bahkan mungkin kontroversial.
(dat03/inilah)
sumber : Angie Dikorbankan Partainya? - IYAA.com