JAKARTA - Pemerintah mengungkapkan perkiraan anggaran subsidi hingga akhir tahun ini mencapai Rp216,7 triliun atau naik Rp79 triliun dari APBN-P 2012.
Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Bambang Brodjonegoro, menjelaskan anggaran subsidi BBM tahun ini hanya cukup sampai Agustus 2012. Perkiraan anggaran subsidi BBM yang dibutuhkan hingga akhir tahun ini bakal mencapai Rp216,7 triliun atau naik dari yang dialokasikan dalam APBN-P 2012 sebesar Rp137 triliun.
"Anggaran subsidi BBM tidak cukup (defisit) untuk memenuhi kewajiban pemerintah. Hanya cukup sampai Agustus 2012," tuturnya di Jakarta, tadi malam. Berdasarkan data pemerintah per Agustus 2012, konsumsi BBM bersubsidi mencapai 29,5 juta KL atau 73,7% dari pagu 40 juta KL.
Selain itu anggaran subsidi listrik juga mengalami lonjakan dari Rp64 triliun menjadi Rp89,1 triliun, hingga akhir tahun ini. Dengan demikian pemerintah meminta tambahan anggaran subsidi energi untuk menambal perkiraan defisit yang akan meningkat menjadi 2,23% dari 2,2%.
"Kami meminta izin untuk menggunakan dana cadangan energi untuk membayar subsidi listrik sebesar Rp23 triliun,"
Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Bambang Brodjonegoro, menjelaskan anggaran subsidi BBM tahun ini hanya cukup sampai Agustus 2012. Perkiraan anggaran subsidi BBM yang dibutuhkan hingga akhir tahun ini bakal mencapai Rp216,7 triliun atau naik dari yang dialokasikan dalam APBN-P 2012 sebesar Rp137 triliun.
"Anggaran subsidi BBM tidak cukup (defisit) untuk memenuhi kewajiban pemerintah. Hanya cukup sampai Agustus 2012," tuturnya di Jakarta, tadi malam. Berdasarkan data pemerintah per Agustus 2012, konsumsi BBM bersubsidi mencapai 29,5 juta KL atau 73,7% dari pagu 40 juta KL.
Selain itu anggaran subsidi listrik juga mengalami lonjakan dari Rp64 triliun menjadi Rp89,1 triliun, hingga akhir tahun ini. Dengan demikian pemerintah meminta tambahan anggaran subsidi energi untuk menambal perkiraan defisit yang akan meningkat menjadi 2,23% dari 2,2%.
"Kami meminta izin untuk menggunakan dana cadangan energi untuk membayar subsidi listrik sebesar Rp23 triliun,"