Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
gambar
Tuhan sudah menciptakan manusia dengan bentuk terbaik. Segala apa yg sudah diperlukan oleh seorang insan untuk menunjang kehidupannya sudah dipersiapkan oleh Sang Maha Kuasa. Jika harap diurai, entah berapa panjang saraf ada di dalam tubuh ini yg semuanya saling berhubungan. Kita tak pernah dapat membayangkan kalau ada salah satu saraf tersebut tak berfungsi dengan baik. Maka dari itu, perlunya rasa syukur yg harus terus diucapkan.
Salah satu hal yg harus disyukuri dalam kesempurnaan penciptaan Tuhan adalah dengan diberikannya sidik jari. Ya, sidik jari ini sangat penting & pasti diperlukan untuk mengidentifikasi data diri seseorang melalui data biometrik. Biometrik sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu bios artinya hidup & metros berarti mengukur. Biasanya untuk mendapatkan data biometrik dapat mengpakai sidik jari, struktur guratan wajah, retina. Ketiga sample ini biasa dipakai karena masing-masing perseorangan memiliki perbedaan. Kita mungkin dapat terlahir dari rahim yg sama, namun tentu akan memiliki sidik jari yg jauh berbeda.
gambar
Bagaimana jadinya kalau dalam struktur tubuh seseorang tidak memiliki sidik jari. Bagi mereka yg hidup di zaman yg masih belum maju seperti saat ini tentu bukanlah masalah besar. Namun, apa jadinya kalau hidup di dunia yg sudah canggih pada saat ini pasti akan menemui banyak sekali kesulitan. Hari ini saja, bagi para pegawai kantor & pelajar untuk tentang absensi saja sudah memakai sidik jari, di beberapa negara pembuatan sim harus memakai sidik jari, bahkan handphone yg setiap saat kita genggam pun sudah memiliki sistem sidik jari untuk membuka handphone-nya.
Bukan sebuah kenyataan mustahil kalau seseorang terlahir tanpa sidik jari. Hal ini terbukti pada pria di Bangladesh. Para lelaki dari keluarga Saker ini harus menerima kenyataan hidup tak punya sidik jari. Ada beberapa generasi keluarga tersebut yg memiliki ujung jari sangat halus. Hingga mereka tak memiliki sidik jari. Para pria ini mengungkapkan bahwa untuk generasi .Sebelumnya, mungkin ketiadaan sidik jari bukan masalah besar, namun bagi keluarga Saker yg hidup di zaman sekarang hal itu menciptakan mereka mengalami kesulitan masalah administrasi.
gambar
Salah satu contoh kesulitan yg hingga saat ini mereka rasakan ialah mereka tak dapat memiliki SIM untuk kendaraannya. Sebenarnya mereka sudah memiliki surat tanda terima SIM, namun saat di perjalanan mereka masih juga harus berurusan dengan polisi lalu lintas. Petugas tetap memberikan sanksi denda kepada mereka mesti sudah menunjukkan surat tersebut & jari-jari yg halus. Kartu SIM dapat saja dibeli, namun pemerintah Bangladesh menerapkan aturan ketat dengan cara harus adanya pencocokkan sidik jari dengan database nasional. Masalah lain yg mereka rasakan ialah pria keluarga Sarker enggan berpergian ke luar negeri. Karena akan mendapatkan masalah dengan alasan yg sama.
Fenomena yg terjadi pada keluarga Sarker ini merupakan kelainan genetik yg disebut Adermatoglyphia. Hal ini terjadi karena jari ditutupi oleh gunungan yg disebut dengan dermatoglyphs yg sepenuhnya terbentuk sebelum bayi lahir.
Beruntunglah kita yg tercipta masih memiliki sidik jari. Karena paling tidak tak menemui masalah soal administrasi.
Sumber :
1 2