• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Andai PT KAI Bertindak Seperti Jokowi

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
ZOagJ.jpg

Demonstran yang terdiri dari pedagang dan mahasiwa memblokir rel di stasiun Pondok Cina, Depok, dengan menutup rel sepanjang sekitar 30 meter dengan material bekas bongkaran kios, Senin (14/1/2013). Sebelumnya mereka berdemo di depan Istana untuk menyerukan penolakan pengusuran kios-kios di sejumlah stasiun di Jabodetabek yang dilakukan Pt. KAI. Akibat aksi ini perjalanan kereta api Jakarta - Bogor terhenti sejak aksi blokir yang dilakukan pukul 12.40 wib.
Pedagang-pedagang yang menyewa kios di Stasiun Lenteng Agung, Jakarta Selatan dan di Stasiun Pondok Cina, Depok, ingin PT Kereta Api Indonesia meniru kebijakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Mereka tidak akan memberikan perlawanan jika PT KAI melakukan penataan, bukannya penggusuran.

"Kami siap kalau ditata, bukannya digusur tiba-tiba. Coba kalau PT KAI seperti Jokowi yang lebih suka menata daripada menggusur," ujar Ella, pedagang di Stasiun Lenteng Agung, saat ditemui Kompas, Rabu (16/1/2013).

Ella menjelaskan, para pedagang sebenarnya tidak terlalu memberikan perlawanan seandainya PT KAI melakukan pendekatan yang lebih santun. Sebagai penyewa lahan yang mengikuti proses resmi, para pedagang ingin diperlakukan secara manusiawi.

Ia lantas mencontohkan apa yang telah dilakukan PT KAI di Stasiun Bojong. Di sana, kios-kios pedagang di sekitar rel dibongkar. Namun, PT KAI kemudian membangun kios-kios baru di luar pagar stasiun dengan kondisi yang lebih bagus dan rapi. "Kalau ditata seperti di Bojong, dibangun kios-kios baru di luar pagar pasti kebanyakan pedagang sini langsung setuju," kata Ella.

Hal senada diungkapkan N. Simanulang, pedagang di Stasiun Pondok Cina. Ia menyatakan tidak berkeberatan jika PT KAI menawarkan penataan stasiun. Akan tetapi, jika KAI ingin memberlakukan sebagai yang terjadi di Stasiun Bojong, ia berharap ada dialog sebelumnya. "Kalau ingin seperti di Bojong, kita dialog dulu untuk pastikan kios-kios itu akan ditawarkan ke penyewa-penyewa lama dan harganya terjangkau," kata Simanulang.

Hal senada disampaikan Sayidin, pedagang di Stasiun Pondok Cina lainnya. Dialog yang dimaksudkan para pedagang bertujuan untuk memberikan jaminan atas kelangsungan usaha mereka. Pasalnya, mereka mengawatirkan jika tanpa dialog tidak akan ada kesepakatan untuk menyewakan kios-kios baru yang lebih tertata kepada para pedagang lama.

"Enggak ada jaminan kalau sudah dibangun kios baru orang-orang lama akan dikasih kesempatan pertama. Bisa jadi itu hanya cara untuk naikkan harga sewa," kata Sayidin.

Karena itu, Sayidin menyayangkan penolakan PT KAI untuk menghadiri dialog yang dimediasi Polres Kota Depok pada Selasa (15/1/2013) kemarin. Ia berharap, undangan tertulis Polresta Depok yang dilayangkan kepada PT KAI untuk menghadiri mediasi dengan pedagang pada Jumat besok akan mendapat tanggapan positif.

Penertiban kios-kios di pelataran stasiun sedang gencar dilaksanakan oleh PT KAI. Penertiban tersebut mendapat perlawanan para pedagang yang menyebabkan terjadinya bentrok fisik dengan aparat. Di Stasiun Lenteng Agung bentrok terjadi saat penggusuran pada 30 Desember 2012. Sementara itu, di Stasiun Pondok Cina bentrok telah terjadi dua kali, yakni pada 3 Januari dan 14 Januari.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.