yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Banyak yang berpikiran hal tersebut terjadi disaat seseorang sedang memiliki terlalu banyak pikiran, sehingga tidak bisa berkonsentrasi. Namun tahukah anda bahwa pelupa bisa jadi merupakan faktor genetik. Kali ini anda bisa sedikit menyalahkan faktor satu ini.
Sebuah studi dalam jurnal Neuriscience Letters menunjukkan adanya kaitan orang pelupa dengan faktor gen. Para peneliti dari Universitas Bonn telah mengidentifikasi varian gen pada DRD2 yang tampaknya dikaitkan dengan peningkatan rasa mudah lupa.
Setiap orang memiliki salah satu dari dua varian gen DRD2, perbedaannya hanya pada satu huruf dalam kode genetik: Beberapa orang memiliki sitosin (C) varian, sementara yang lain memiliki timin (T) varian. Para peneliti ingin mengetahui bagaimana varian diatas bisa dikaitkan dengan kelupaan seseorang.
Maka untuk menguji varian ini, para peneliti menganalisis gen DRD2 dari 500 peserta penelitian, dan juga para peserta tersebut telah mengikuti survei yang berkaitan dengan kelupaan yang sering terjadi pada mereka.
Sebagian besar peserta penelitian memiliki varian gen timin, sedangkan seperempat lainnya memiliki varian gen sitosin. Para peneliti menemukan hubungan antara masalah memori lebih dimiliki oleh varian gen timin dari DRD2. Sedangkan varian gen sitosin tampaknya memiliki efek melawan rasa lupa atau dengan kata lain punya memori yang lebih kuat.
Ketua Peneliti Dr.Sebastian Markett, dari Universitas Bonn, Jerman, mengatakan terdapat beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk memperkuat memori, seperti menulis catatan, atau meletakkan kunci pada satu tempat yang sama, bukan meletakkannya secara sembarangan.
Penelitian lain yang diterbitkan dalam jurnal BMC Psikologi juga menunjukkan bahwa laki-laki lebih mungkin mengalami gangguan ingatan dibandingkan perempuan.