• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Anda Mudah Sedih dan Galau? Mungkin Kurang Tidur!

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. kis
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

kis

IndoForum Junior E
No. Urut
281032
Sejak
23 Mei 2013
Pesan
1.661
Nilai reaksi
36
Poin
48
kVpRL.jpg
Periode PMS kerap kali dituduh sejumlah perempuan sebagai biang keladi dari sindrom mood swingyang biasa terjadi sebelum menstruasi. Sebuah penelitian di Amerika membuktikan, selain PMS, terdapat hal lain yang memengaruhi emosi perempuan. Apakah itu?

Mungkin Anda sudah pernah mendengar atau membaca bahwa kurang tidur dapat menurunkan stamina tubuh sehingga membuat Anda cepat lelah. Selain itu, ternyata ada dampak lain yang mungkin saja tidak Anda sadari, yaitu tidur malam yang tidak maksimal juga bisa memengaruhi kondisi emosi yang sering naik-turun.

Akibatnya, Anda mudah sedih, lebih peka terhadap perlakuan dan perkataan orang lain, sering mendramatisasi keadaan, dan menangis tanpa sebab. Dalam sebuah studi seperti dikutip dari Prevention.com, amigdala partisipan yang kurang tidur, 60 persen lebih aktif dibandingkan mereka yang cukup tidur malam. Amigdala adalah bagian otak yang mengatur rasa takut, panik, dan sedih.

Selain sering murung dan sedih, seseorang yang kurang tidur juga mudah marah. Hal ini, lagi-lagi, disebabkan amigdala bekerja lebih aktif ketika Anda kelelahan sehingga menyulitkan proses bekerja saraf yang berfungsi menyeimbangkan kadar emosi dalam otak.

Lalu studi juga menemukan bahwa sering terjaga di malam hari ternyata membuat otak lebih mudah mengenang pengalaman pahit dan buruk dibandingkan hal-hal yang membahagiakan Anda. Keterangan tersebut sudah cukup menjelaskan mengapa banyak orang mengalami kegalauan dan sedih berlebihan di waktu malam. “Apabila Anda penderita insomnia akut, seiring waktu Anda akan merasa sering putus asa dan berujung pada depresi,” jelas Lisa Shives, MD, juru bicara dari American Academy of Sleep Medicine.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.