Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Saat Masalah Butuh Dihadapi
sbr gbr: google
Bismillah
Manusia hidup, tentu saja tidak luput dari mengatakan ujian atau masalah. Ujian ada yg berasal dari intern diri sendiri, ada pula yg berasal dari luar diri atau eksternal.
Dari eksternal tentu setiap orang pernah mengalami, & mereka lebih menyadari kalau sedang berada pada masalah atau ujian. Misal ada orang yg diuji dengan pasangan, ada pula oleh orang tua, anak, bahkan ujian datang dari saudara. Meski sekandung, sedarah, tetapi semuanya bukan jaminan, & tidak pula kepastian.
Namun, justru ketika ujian itu berasal dari dari dalam, seseorang tidak merasa. Dari setiap ujian yg singgah, maka akan kita dapati beragam akibat yg hadir pada diri kita. Berikut ini beberapa hal yg kerap singgah pada diri seseorang:
1. Ketika diri diuji dengan Syahwat & Nafsu makan, periksalah shalatmu.
Ada beberapa orang diuji dengan dirinya, yg perdana ini adalah diuji dengan syahwat & nafsu.
Syahwat & nafsu tentu saja konotasinya mengarah pada hal-hal negatif. Sebagai misal, seseorang yg memperturutkan hawa nafsunya, tentu itu perkara yg tidak benar & dibenci dalam islam.
Orang yg memperturutkan nafsu, makan segala macam yg diharapkan, tidak perduli lagi halal, haram, baik maupun buruk. Semua dinikmati.
Tentu saja, kalau hal semacam itu terjadi, maka ada satu hal yg perlu dipertanyakan. Maka, yg paling perdana dipertanyakan adalah bagaimana shalatnya seseorang yg mengumbar nafsunya itu.
Karena kita tahu seperti yg dijelaskan dalam kitabullah bahwa salah satu fungsi shalat adalah dapat mencegah perbuatan keji & mungkar.
Quote:
dalamsurah Al-Ankabutayat 45,
Artinya: "Bacalah apa yg sudah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) & dirikanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji & mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (sholat) adalah lebih akbar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yg lain). Dan Allah mengetahui apa yg anda kerjakan."
Jika saja seseorang itu menjaga salatnya dengan baik & benar, tentu saja ia akan terjaga dari budak syahwat. Begitulah seperti yg sudah difirmankan.
2. Ketika diri merasa tidak tenang & keras hati, maka periksa hubungan anda & bakti kepada orang tua.
Perkara kedua ketika seseorang kerap merasa tidak tenang & keras hati. Maka, kita perlu meneliti & meyimpulkan dari bagaimana sikap seperti tersebut, maka ada kaitannya seseorang itu memiliki hubungan yg kurang baik, atau bahkan mungkin tidak baik.
Karena kita tahu dari sebuah hadits bahwasannya ridha Allah itu terletak pada Ridho kedua orang tua. Jika Allah sudah ridha kepada seseorang, dengan sebab orang tuanya sudah ridho kepadanya, maka itulah kebahagiaan. Begitu pula sebaliknya, ketika orang tua tidak ridha kepada seseorang, maka dibuatlah seseorang itu hidupnya, hatinya tidak tenang & hatinya pun mengeras.
3. Ketika diri merasa tertekan & hidup dalam kesempitan, maka periksa hubungan diri dengan Al Qur'an
Kita semua tahu begitu banyak keutamaan dari al Qur'an, salah satunya adalah melapangkan apa saja yg tengah kesempitan dalam diri manusia.
Untuk itu, kalau ternyata seseorang itu merasa kesempitan, maka coba cek & perhatikan diri, seperti apa interaksinya dengan Kalamullah. Ketika seseorang begitu baik hubungannya dengan al Qur'an, maka dapat dipastikan ia pun akan memiliki kedudukan yg baik di sisi rabb-nya, lantas berikutnya tentu ia akan mendapati kemudahan-kemudahan dalam setiap hidupnya.
4. Ketika seseorang memiliki rasa kurang teguh dalam kebenaran & senantiasa gelisah, maka perlu perhatikan diri bagaimana penerimaan diri kepada nasihat yg diberikan kepada diri.
Bagi seorang mukmin, nasehat itu bagai obat. Meski kita tahu sejatinya obat adalah pahit, tidak enak, tetapi ia dapat jadi wasilah kesembuhan dengan izin sang pencipta.
Begitulah, bagaimana ketika seseorang tidak teguh dalam kebenaran serta senantiasa gelisah, maka kita dapat perhatikan bagaimana seseorang ini ketika diberikan nasihat.
Jika ia tergolong orang yg sulit menerima nasihat, maka kita dapat melihat bagaimana ia sulit dalam meneguhkan diri pada kebenaran.
Itulah beberapa perkara yg menjadikan seseorang menjumpai permasalahn dalam hidupnya. In sya Allah bermanfaat.
Wassalam
Tulisan: nibrasulhaq
Narasi: oppri.
Sumber gbr: google
sbr gbr: google
Bismillah
Manusia hidup, tentu saja tidak luput dari mengatakan ujian atau masalah. Ujian ada yg berasal dari intern diri sendiri, ada pula yg berasal dari luar diri atau eksternal.
Dari eksternal tentu setiap orang pernah mengalami, & mereka lebih menyadari kalau sedang berada pada masalah atau ujian. Misal ada orang yg diuji dengan pasangan, ada pula oleh orang tua, anak, bahkan ujian datang dari saudara. Meski sekandung, sedarah, tetapi semuanya bukan jaminan, & tidak pula kepastian.
Namun, justru ketika ujian itu berasal dari dari dalam, seseorang tidak merasa. Dari setiap ujian yg singgah, maka akan kita dapati beragam akibat yg hadir pada diri kita. Berikut ini beberapa hal yg kerap singgah pada diri seseorang:
1. Ketika diri diuji dengan Syahwat & Nafsu makan, periksalah shalatmu.
Ada beberapa orang diuji dengan dirinya, yg perdana ini adalah diuji dengan syahwat & nafsu.
Syahwat & nafsu tentu saja konotasinya mengarah pada hal-hal negatif. Sebagai misal, seseorang yg memperturutkan hawa nafsunya, tentu itu perkara yg tidak benar & dibenci dalam islam.
Orang yg memperturutkan nafsu, makan segala macam yg diharapkan, tidak perduli lagi halal, haram, baik maupun buruk. Semua dinikmati.
Tentu saja, kalau hal semacam itu terjadi, maka ada satu hal yg perlu dipertanyakan. Maka, yg paling perdana dipertanyakan adalah bagaimana shalatnya seseorang yg mengumbar nafsunya itu.
Karena kita tahu seperti yg dijelaskan dalam kitabullah bahwa salah satu fungsi shalat adalah dapat mencegah perbuatan keji & mungkar.
Quote:
dalamsurah Al-Ankabutayat 45,
Artinya: "Bacalah apa yg sudah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) & dirikanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji & mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (sholat) adalah lebih akbar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yg lain). Dan Allah mengetahui apa yg anda kerjakan."
Jika saja seseorang itu menjaga salatnya dengan baik & benar, tentu saja ia akan terjaga dari budak syahwat. Begitulah seperti yg sudah difirmankan.
2. Ketika diri merasa tidak tenang & keras hati, maka periksa hubungan anda & bakti kepada orang tua.
Perkara kedua ketika seseorang kerap merasa tidak tenang & keras hati. Maka, kita perlu meneliti & meyimpulkan dari bagaimana sikap seperti tersebut, maka ada kaitannya seseorang itu memiliki hubungan yg kurang baik, atau bahkan mungkin tidak baik.
Karena kita tahu dari sebuah hadits bahwasannya ridha Allah itu terletak pada Ridho kedua orang tua. Jika Allah sudah ridha kepada seseorang, dengan sebab orang tuanya sudah ridho kepadanya, maka itulah kebahagiaan. Begitu pula sebaliknya, ketika orang tua tidak ridha kepada seseorang, maka dibuatlah seseorang itu hidupnya, hatinya tidak tenang & hatinya pun mengeras.
3. Ketika diri merasa tertekan & hidup dalam kesempitan, maka periksa hubungan diri dengan Al Qur'an
Kita semua tahu begitu banyak keutamaan dari al Qur'an, salah satunya adalah melapangkan apa saja yg tengah kesempitan dalam diri manusia.
Untuk itu, kalau ternyata seseorang itu merasa kesempitan, maka coba cek & perhatikan diri, seperti apa interaksinya dengan Kalamullah. Ketika seseorang begitu baik hubungannya dengan al Qur'an, maka dapat dipastikan ia pun akan memiliki kedudukan yg baik di sisi rabb-nya, lantas berikutnya tentu ia akan mendapati kemudahan-kemudahan dalam setiap hidupnya.
4. Ketika seseorang memiliki rasa kurang teguh dalam kebenaran & senantiasa gelisah, maka perlu perhatikan diri bagaimana penerimaan diri kepada nasihat yg diberikan kepada diri.
Bagi seorang mukmin, nasehat itu bagai obat. Meski kita tahu sejatinya obat adalah pahit, tidak enak, tetapi ia dapat jadi wasilah kesembuhan dengan izin sang pencipta.
Begitulah, bagaimana ketika seseorang tidak teguh dalam kebenaran serta senantiasa gelisah, maka kita dapat perhatikan bagaimana seseorang ini ketika diberikan nasihat.
Jika ia tergolong orang yg sulit menerima nasihat, maka kita dapat melihat bagaimana ia sulit dalam meneguhkan diri pada kebenaran.
Itulah beberapa perkara yg menjadikan seseorang menjumpai permasalahn dalam hidupnya. In sya Allah bermanfaat.
Wassalam
Tulisan: nibrasulhaq
Narasi: oppri.
Sumber gbr: google