*LuCiFer*
IndoForum Junior B
- No. Urut
- 43036
- Sejak
- 9 Mei 2008
- Pesan
- 2.677
- Nilai reaksi
- 92
- Poin
- 48
Kematian hampir 1.000 orang Palestina--separuhnya anak-anak dan wanita--bagi warga Israel belum cukup. Kelompok garis keras negeri Zionis itu mendesak pemerintah Israel melakukan cara seperti Amerika Serikat menaklukkan Jepang pada Perang Dunia II. Saat itu Amerika menjatuhkan kiamat nuklir di Hiroshima. Apakah Israel ingin menjatuhkan nuklir di Gaza? Tak ada jawaban pasti.
Para pendukung garis keras Israel beralasan, hanya dengan cara itulah anggota Hamas bisa ditumpas sampai ke anak-cucunya. "Israel tidak akan aman selama Hamas berkuasa," kata Avigdor Lieberman, pemimpin Yisrael Beitenu, partai oposisi berhaluan ultra-nasionalis, kemarin di Tel-Aviv.
Seperti lidah api, hasutan panas Lieberman segera menyebar melalui radio dan pesan tertulis. Ajakan itu sejalan dengan suara tokoh oposisi dari Partai Likud, Benjamin Netanyahu. Dia mendesak rezim Ehud Olmert segera melenyapkan Hamas, yang mereka cap sebagai teroris.
"Israel ingin penjagalan manusia paling berdarah dalam sejarah berulang di Gaza," kata Mustafa Berghuthi, bekas Menteri Informasi Palestina.
Ingin Meniru Hiroshima?
Sampai hari ke-19 invasi Israel ke Jalur Gaza, Hamas belum juga takluk. Perang berkepanjangan ini membuat kelompok ekstrem kanan Israel mendesak negeri Zionis itu meniru Amerika ketika melawan Jepang dalam Perang Dunia II. Apakah bom nuklir yang dimaksud? Belum jelas. Israel diperkirakan mempunyai 200 senjata berhulu ledak nuklir.
Untuk urusan nuklir, di kawasan Timur Tengah, Israel nyaris tanpa pesaing. Seteru terdekatnya, Iran, diduga baru sedang mengembangkan persenjataan nuklir tapi keburu diprotes Amerika Serikat dan sohib-sohibnya.
NUKLIR DI TIMUR TENGAH
Reaktor Riset
Pusat Energi Nuklir
Senjata Nuklir
Turki
# Incirlik Pangkalan Tentara AS
Irak program nuklir dihentikan setelah Perang Teluk 1991
Mesir Al-Dabah (rencana)
Libya
# Program diumumkan berhenti 2003
Korban Invasi Israel di Gaza
Tewas: 1.000 orang lebih (anak-anak 350, perempuan 160)
Cedera: 4.000 orang lebih
Rumah: 472 (172 sebagai target)
Masjid: 38 (13 sebagai target)
Sekolah: 39 (4 sekolah dan satu kampus sebagai target)
Fasilitas umum: 42
Fasilitas bisnis: 107
Kantor polisi/tentara: 115
Para pendukung garis keras Israel beralasan, hanya dengan cara itulah anggota Hamas bisa ditumpas sampai ke anak-cucunya. "Israel tidak akan aman selama Hamas berkuasa," kata Avigdor Lieberman, pemimpin Yisrael Beitenu, partai oposisi berhaluan ultra-nasionalis, kemarin di Tel-Aviv.
Seperti lidah api, hasutan panas Lieberman segera menyebar melalui radio dan pesan tertulis. Ajakan itu sejalan dengan suara tokoh oposisi dari Partai Likud, Benjamin Netanyahu. Dia mendesak rezim Ehud Olmert segera melenyapkan Hamas, yang mereka cap sebagai teroris.
"Israel ingin penjagalan manusia paling berdarah dalam sejarah berulang di Gaza," kata Mustafa Berghuthi, bekas Menteri Informasi Palestina.
Ingin Meniru Hiroshima?
Sampai hari ke-19 invasi Israel ke Jalur Gaza, Hamas belum juga takluk. Perang berkepanjangan ini membuat kelompok ekstrem kanan Israel mendesak negeri Zionis itu meniru Amerika ketika melawan Jepang dalam Perang Dunia II. Apakah bom nuklir yang dimaksud? Belum jelas. Israel diperkirakan mempunyai 200 senjata berhulu ledak nuklir.
Untuk urusan nuklir, di kawasan Timur Tengah, Israel nyaris tanpa pesaing. Seteru terdekatnya, Iran, diduga baru sedang mengembangkan persenjataan nuklir tapi keburu diprotes Amerika Serikat dan sohib-sohibnya.
NUKLIR DI TIMUR TENGAH
Reaktor Riset
Pusat Energi Nuklir
Senjata Nuklir
Turki
# Incirlik Pangkalan Tentara AS
Irak program nuklir dihentikan setelah Perang Teluk 1991
Mesir Al-Dabah (rencana)
Libya
# Program diumumkan berhenti 2003
Korban Invasi Israel di Gaza
Tewas: 1.000 orang lebih (anak-anak 350, perempuan 160)
Cedera: 4.000 orang lebih
Rumah: 472 (172 sebagai target)
Masjid: 38 (13 sebagai target)
Sekolah: 39 (4 sekolah dan satu kampus sebagai target)
Fasilitas umum: 42
Fasilitas bisnis: 107
Kantor polisi/tentara: 115