genocide the jackals
IndoForum Activist A
- No. Urut
- 37421
- Sejak
- 24 Mar 2008
- Pesan
- 20.048
- Nilai reaksi
- 328
- Poin
- 83
Di sebuah stasiun Deni bertemu Tukinyong, kawan lamanya yang mempunyai istri cantik yang suka nyeleweng.
"Semua anakmu cantik-cantik dan putih lagi, seperti tampang ibunya. Hanya yang paling besar kulihat lain sekali dengan ketiga adiknya," kata Deni pada Tukinyong.
"Memangnya kenapa?," tanya Tukinyong acuh tak acuh.
"Terus terang saja, wajahnya tidak menarik sama sekali dan kelihatannya bodoh lagi. Dengan kenyataan seperti itu apakah kamu sama sekali tidak menaruh curiga, Nong?", jawab Deni.
"Maksudmu apa aku harus curiga kalau-kalau itu bukan anakku?!", Tukinyong balik bertanya.
"Lho, iyang dong!", balas Deni cepat.
"Asal kamu tahu saja, Den. Justru dialah satu-satunya anak asliku."







JANGAN SUNGKAN BUAT GRP YO BRO









"Semua anakmu cantik-cantik dan putih lagi, seperti tampang ibunya. Hanya yang paling besar kulihat lain sekali dengan ketiga adiknya," kata Deni pada Tukinyong.
"Memangnya kenapa?," tanya Tukinyong acuh tak acuh.
"Terus terang saja, wajahnya tidak menarik sama sekali dan kelihatannya bodoh lagi. Dengan kenyataan seperti itu apakah kamu sama sekali tidak menaruh curiga, Nong?", jawab Deni.
"Maksudmu apa aku harus curiga kalau-kalau itu bukan anakku?!", Tukinyong balik bertanya.
"Lho, iyang dong!", balas Deni cepat.
"Asal kamu tahu saja, Den. Justru dialah satu-satunya anak asliku."







JANGAN SUNGKAN BUAT GRP YO BRO










