• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Anak Krakatau Semburkan Gas Beracun

roughtorer

IndoForum Senior A
No. Urut
44416
Sejak
24 Mei 2008
Pesan
6.755
Nilai reaksi
175
Poin
63
010713p.jpg


Sabtu, 9 Agustus 2008 | 23:01 WIB

SERANG, SABTU - Masyarakat diminta tidak mendekati pulau Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, karena menyemburkan semburan vulkanik berupa material bebatuan pijar serta gas beracun.

"Sampai saat ini masyarakat hanya diperbolehkan berada radius satu kilometer dari titik letusan gunung," kata Kepala pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau Anton Tripambudi, di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Sabtu.

Ia mengatakan, sejak 3 Juli 2008 hingga kini Gunung Anak Krakatau masih status waspada level II, sehingga tidak diperbolehkan untuk mendekati kawasan gunung api itu.

"Saya kira letusan ini memakan waktu cukup lama karena terjadi pada kawah baru di bukit selatan gunung," katanya.

Saat ini, petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tetap melakukan pemantauan secara intensif guna mengevaluasi tingkat kegiatan Gunung Anak Krakatau.

Sebab, tidak tertutup kemungkinan aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali meningkat menjadi status siaga level III, karena sangat berpotensi terjadi peningkatan letusan dan kegempaan.

Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung harap tenang dan jangan mempercayai isu-isu tentang letusan Gunung Anak Krakatau yang dapat menyebabkan tsunami.

Selain itu, masyarakat dapat melakukan aktivitas keseharian seperti biasa. "Hingga saat ini kondisi Anak Krakatau tertutup kabut asap dan tidak terlihat jelas dari kejauhan 42 kilometer," ujar Anton Tripambudi.

Berdasarkan Data di Pos Pemantauan di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, sepanjang Sabtu letusan dan kegempaan mencapai 294 kali, di antaranya vulkanik dalam sebanyak 38 kali, vulkanik dangkal 128 kali, letusan 53, tremor 42 dan hembusan sebanyak 33 kali
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.