• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Anak Guru Nih Bos, Senggol Dong!

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Anak Guru Nih Bos, Senggol Dong!


Cangkeman.net -Pernah ga dijutekin sama guru karena udah ga satucirclelagi sama anaknya?
Ayo kita flashback di masa saya masih kelas 10, yaa...namanya pertemanan pasti ada yg namanya geng ya kan. Dulu saya punya 1circleyang isinya ada 8 orang setelah itu keluar 1 orang karena nggak se-frekuensisama kami, permasalahan ini di mulai di kelas 11 saat saya selesai interview anggota OSIS baru. Kami punya grupchatyang sering kami pakai untuk berkomunikasi, di situ saya bilang,"OSIS nya kurang berbobot"

Dan salah satu teman ku sebut saja dia Mawar, dia menjawab chat dariku"Kurang berbobot gimana?"Lalu saya jelaskan alasan kenapa OSIS sekolah kurang berbobot. Keesokan harinya saya ditelepon oleh ketua OSIS & mantan ketua OSIS sekolah-ku, mereka bilang"Aku dapat informasi nih dari teman-teman OSIS, anda bilang OSIS kurang berbobot. Kurang berbobot gimana ya yg anda maksud?"

Waw!! Bagaimana dapat mereka tau saya bilang seperti itu? Ternyata salah satu anggota OSIS adalah temannya Mawar yangbestiebanget. D isitu saya merasa dikhianati oleh teman satucircle-ku sendiri, mungkin saya salah karena tidak memberikan pernyataan tersebut ke OSIS-nya langsung tetapi konteks-nya di sini adalah bagaimana dapat dia mengkhianati salah satu temancircle-nya?

Setelah telepon ditutup, saya segera menghubungi 4 teman-ku yg satucirclejuga denganku, & saya menceritakan semuanya. Mereka ikut terkejut & marah tentang hal ini.

Akhirnya kami memutuskan untuk mengeluarkan diri & menciptakangrup chatbaru dengan anggota lima orang saja. Kami juga sepakat untuk tidak satucirclelagi dengan Melati, kenapa Melati juga ikutan? Karena kami beranggapan dia parasit. Dia selalunebengmotor kami & ga mau mengeluarkan sepersen-pun sebagai tanda terima kasih, setiap main atau bahkan ke sekolah dia sering kami antar jemput dari rumah ke rumah dia.

Kami ikhlas untuk antar jemput dia tetapi yg menciptakan kami semua muak adalah sikap dia yg menciptakan kami merasa seperti ojek pribadinya. Aku sudah datang ke rumahnya untuk jemput dia tetapi dia belum rapih, dia masih harus pakai hijab danpreparelainnya yg saya sendiri tidak tau kenapa lama banget.Sorryya saya bukan pacar kamu, seenggaknya kalau tau di jemput yaprepare-lah lebih awal supaya saat saya udah hingga di rumahmu kita tinggal berangkat. Apa susahnya?

Ada satu kejadian yg bikin saya malu banget sama supir gocar karena dia, penasaran ga?

Jadi gini ceritanya, waktu itu lagi bulan Ramadhan & kami mau buka puasa bersama di salah satu mall dekat rumah, saya pesan gocar dari rumah & akan janjian di depan perumahannya (karena rumah dia satu arah sama mall nya). Saat saya jalan dari rumah dia tuh udah nanyain"Lo udah dimana?"dan saya udah bilang berkali-kali ke dia jangan hingga saya nunggu karena gak enak sama supir gocarnya. Nah udah hingga nih saya di depan perumahan dia, saya kabarin dia tuh & kalian tau apa jawabanya?

"Oke tunggu gue pakai jilbab dulu!"

Itu saya nungguin dia dari terang hingga hujan tetapi gak kunjung datang. Sampaiawkwardsuasana di dalam mobil itu & masih banyak lagi peristiwa tidak menyenangkan saya atau teman-temanku dengan dia, di situlah awal mula kenapacirclekami jadi cuma ber-lima. Tapi hingga saat ini Mawar & Melati tidak tau alasan kenapa kami mengeluarkan diri, yg mereka tau karena mereka jarang aktif di grup. Aku gak masalah mau sering ikut nimbrung di grup atau tidak tapipleaselah dijaga rahasia sesama, saya ga pernah cepu ini permasalahan mereka ke orang lain.

Sering banget rumah Melati kami jadikanbasecampsetiap kumpul & saya akrab sama ibunya dia, kebetulan ibunya juga salah satu guru di sekolah kami. Tapi ramah tamah ibunya hilang ditelan bumi setelah beliau tau kami sudah tidak satucirclelagi dengan anaknya. Jadi di sekolah saya & salah satu bestie-ku adalah asisten laboratorium. Setiap ada praktek atau ujian yg mengpakai lab komputer kami yg bantu guru atau penguji mempersiapkan ATK & komputernya.

Suatu hari di pagi hari yg cerah kami datang ke lab, di sana sudah ada salah satu guru kami. Kami salim & ngobrol dengan beliau sembari mempersiapkan lab untuk ujian kelas 12. Lalu Bu guru yg sekaligus ibunya Melati bilang"Nak ko anda nggak Salim si? Kan ada ibu di sini."

Ternyata Ibunya Melati dari tadi duduk di kursi sebelah pintu, serius saya gak lihat ada dia disitu sejak tadi.

Beliau marah merasa tidak dihormati di situ"Saya ini guru anda loh kalian ini anak perkantoran harus menghormati guru! Kamu jangan musuhan sama Melati, dia kan sekelas sama kamu!"Lah hubungannya & urusannya dengan permasalahan itu apa?

Beberapa hari setelah itu masih di saat kelas 12 ujian, saya disuruh ambil map cokelat ke ruang guru oleh beliau. Sudah saya ambilkan dia bilang"Bukan map ini nak, map cokelat yg ada soalnya di ruang guru. Gimana si kamu?"Beliau teriak hingga saya jadi pusat perhatian seisi lab.

Tapi, kalau ada guru lain beliau jadi ramah banget sama aku, baik banget seolah ga terjadi apa-apa. Dari situ saya tau bahwa Melati sudah bercerita yg nggak-nggak ke ibunya & ibunya ga suka kepada kami. Yang saya pikirkan adalah kenapa ibunya ikut campur permasalahan ini? Bukankah ini masalah pertemanan sepele bagi anak SMA? Orang tua saya & teman-temanku tau masalah ini tetapi tidak ada satu pun yg ikut campur, cuma mendengarkan aja, tetapi kenapa beliau ikut campur?

Toh anaknya gak kitabully,kok. Kita juga gak ngungkit atau menyindir Mawar & Melati di kelas. Kami bersikap biasa aja seolah-olah gak terjadi apa-apa. Justru Melati lah yg bersikap dharap kepada kami, tidak mau mengobrol & pura-pura tidak melihat kami. Alhamdulillah sih sekarang sudah ada perubahan baik dari Melati, dia sudah mulai ngobrol dengan kami lagi tidak se-jutek sebelumnya.

Tulisan ini ditulis oleh Panpan diCangkemanpada tanggal 31 Agustus 2022
Hari ini 16:42
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.