pinnacullata
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 24506
- Sejak
- 24 Okt 2007
- Pesan
- 13.034
- Nilai reaksi
- 224
- Poin
- 63
AMSTERDAM-Amsterdam tak lagi sepenuhnya menjadi nirwana bagi para pemburu kenikmatan seksual dan penyuka ganja. Sebab, kemarin (6/12), pemerintah kota setempat mengumumkan akan menutup lebih dari separo rumah bordil dan kafe-kafe yang menjual bebas mariyuana.
Langkah itu diambil Pemerintah Kota Amsterdam untuk membendung pesatnya kejahatan terorganisasi yang tumbuh lewat jaringan bisnis "barang haram". Misalnya, prostitusi, kamar judi, "warung pintar" yang menjual obat-obatan herbal, dan warung kopi yang secara bebas menyediakan marijuana.
Selanjutnya, pemerintah akan membersihkah tempat itu dan mengubahnya menjadi pusat bisnis yang lebih terhormat. Namun, tak mudah merealisasikan rencana tersebut. Selain pertentangan dari berbagai pihak, pemerintah juga harus merogeh kocek cukup dalam, yakni sekitar 30-40 juta euro (sekitar Rp 460-600 miliar).
danang sebesar itu diperlukan untuk mendirikan bangunan bisnis seperti hotel, restoran, organisasi budaya, dan juga butik dilokasi tersebut. "Saya kira realitas baru lebih sejalan dengan citra kita yang toleran," kata Lodewijk Asscher, seorang anggota Dewan Kota Amsterdam, sekaligus penggagas rencana tersebut seperti dikutip Associated Press.
Peraturan itu diumumkan tepat sehari setelah walikota Amsterdam menerima imbauan pemerintah nasional untuk menutup kafe-kafe pengecer marijuana yang berada didekat lingkungan sekolah di seluruh negeri. Setidaknya, peraturan ini akan berimbas pada tiga puluh enam kafe yang berada dijantung kota tersebut.
Prostitusi di Amesterdam sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu, seiring berkembangnya kota itu sebagai jantung perdagangan global. Para pekerja seks adalah daya tarik bagi para pelaut dan pedagang untuk berkunjung ke Amestradam. Sekarangpun prostitusi merupakan daya tarik yang banyak mendatangkan turis asing.
Pemerintah kota menyatakan tidak khawatir kebijakan barunya itu akan menurunkan minat turis ke Amesterdam.Dengan lebih memanusiakan pekerjanya, kota Amesterdam akan lebih menarik. "Akan ada turis lain dan mungkin saja jumlahnya akan lebih banyak. Jika anda datang ke sini sebagai turis anda tidak perlu merasa malu terhadap apa yang anda lihat," ujar Lodewijk Asscher.
sumber: Kompas
=====================
hohohoho, di sono dah pada ditutup, mulai jengah juga ya pemerintahaan sono,
gimana menurut temans temans, setuju ngga seh sama ada nya satu tempat khusus buat lokalisasi kek di belanda gini di Indonesia?
Langkah itu diambil Pemerintah Kota Amsterdam untuk membendung pesatnya kejahatan terorganisasi yang tumbuh lewat jaringan bisnis "barang haram". Misalnya, prostitusi, kamar judi, "warung pintar" yang menjual obat-obatan herbal, dan warung kopi yang secara bebas menyediakan marijuana.
Selanjutnya, pemerintah akan membersihkah tempat itu dan mengubahnya menjadi pusat bisnis yang lebih terhormat. Namun, tak mudah merealisasikan rencana tersebut. Selain pertentangan dari berbagai pihak, pemerintah juga harus merogeh kocek cukup dalam, yakni sekitar 30-40 juta euro (sekitar Rp 460-600 miliar).
danang sebesar itu diperlukan untuk mendirikan bangunan bisnis seperti hotel, restoran, organisasi budaya, dan juga butik dilokasi tersebut. "Saya kira realitas baru lebih sejalan dengan citra kita yang toleran," kata Lodewijk Asscher, seorang anggota Dewan Kota Amsterdam, sekaligus penggagas rencana tersebut seperti dikutip Associated Press.
Peraturan itu diumumkan tepat sehari setelah walikota Amsterdam menerima imbauan pemerintah nasional untuk menutup kafe-kafe pengecer marijuana yang berada didekat lingkungan sekolah di seluruh negeri. Setidaknya, peraturan ini akan berimbas pada tiga puluh enam kafe yang berada dijantung kota tersebut.
Prostitusi di Amesterdam sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu, seiring berkembangnya kota itu sebagai jantung perdagangan global. Para pekerja seks adalah daya tarik bagi para pelaut dan pedagang untuk berkunjung ke Amestradam. Sekarangpun prostitusi merupakan daya tarik yang banyak mendatangkan turis asing.
Pemerintah kota menyatakan tidak khawatir kebijakan barunya itu akan menurunkan minat turis ke Amesterdam.Dengan lebih memanusiakan pekerjanya, kota Amesterdam akan lebih menarik. "Akan ada turis lain dan mungkin saja jumlahnya akan lebih banyak. Jika anda datang ke sini sebagai turis anda tidak perlu merasa malu terhadap apa yang anda lihat," ujar Lodewijk Asscher.
sumber: Kompas
=====================
hohohoho, di sono dah pada ditutup, mulai jengah juga ya pemerintahaan sono,
gimana menurut temans temans, setuju ngga seh sama ada nya satu tempat khusus buat lokalisasi kek di belanda gini di Indonesia?

upanya ini juga untujk mencegah flu babi kali ya boz