Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Salah satu guyonan yg pernah dilontarkan Jurnalis Najwa Shihab adalah Orang Ambon, kalau bernafas yg keluar itu musik. Guyonan semacam itu tentu bukan guyonan kosong. Ia lahir dari sejarah panjang tentang Ambon yg sudah melahirkan banyak sekali musisi dengan sepak terjang tak teragukan di kancah nasional, bahkan internasional.
Sedikit di antara yg banyak itu adalah Simon Dominggus Pesulima atau Broery Marantika yg terkenal dengan tembang Widuri & Angin Malam. Selain itu, ada Melky Goeslaw, ayah dari Melly Goeslaw yg terkenal dengan tembang Pergi untuk Kembali & Tuhan Semesta Alam. Andre Hehanusa yg terkenal dengan tembang Kuta Bali, juga adalah musisi berdarah Ambon. Serta tentu saja, Utha Likumahuwa atau Glenn Fredly.
Banyaknya penyanyi berdarah Ambon yg suaranya tenar melintasi generasi menciptakan wacana awal tentang Ambon jadi Kota Musik di tahun 2011 tidaklah berlebihan. Hingga tahun 2018, Konferensi Musik perdana di Indonesia berhasil dihelat di Ambon.
Melalui konferensi ini, publik setidaknya tercerahkan bahwa musik sesungguhnya adalah ekosistem yg jauh lebih luas dari sekadar suara merdu. Ia terlingkupi dalam kebijakan negara, pasar, budaya, dll.
Artikel penelitian The Positioning Strategy of Ambon as a Music City: Case Study Ambon City (Maluku, Indonesia) Towards World Music City menerangkan dengan komprehensif betapa label Ambon sebagai Kota Musik adalah setara dengan apa yg diupayakan & apa yg dilahirkan dari Rahim Ambon selama ini.
Ambon sudah lebih dulu membangun ekosistemnya. Dengan satu pemahaman penting bahwa ketika ekosistem dibangun, maka sektor ekonomi lokal juga akan dapat terbantu. Namun ini tidak mudah, karena perkembangan teknologi informasi sudah mendorong banyak perubahan dalam mengenalkan & membangun citra suatu kota. Begitu pula dengan Ambon. Membangun citra yg bermakna & punya posisi yg berbeda tetapi tetap kompetitif di benak para pensayang musik adalah aktivisme yg diupayakam bersama di kota ini.
Salah satu lembaga yg menggiatkan upaya ini adalah Ambon Music Office (AMO) yg fokus pada sektor rekaman. Begitupun dengan IAIN Ambon. Salah satu bentuk dukungan yg diberikan oleh lembaga kademik ini adalah dengan membangun Gedung Penampilan Musik Etnik.
Beragam workshop juga seringkali dihelat AMO dengan menggandeng banyak lembaga, seperti Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), Indonesian Music Academy (AMI), dll. Workshop ini tentu saja berfokus pada pengembangan & penyebarluasan musik dalam berbagai aspek dengan tujuan meningkatkan intensitas rekaman musik di kota Ambon.
Workshop yg dihelat diantaranya adalah tentang aransemen musik, pemasaran musik, dll. Selain itu, berbagai eksibisi musik pun ditampilkan oleh musisi yg berasal dari Maluku, maupun musisi-musisi internasional.
Di Ambon, musik pop sangatlah hidup. Sebagai genre musik yg paling berkembang di Kota Ambon, musik pop & jazz dapat dikatakan tidak akan kekurangan penerusnya di kota ini. Hanya saja, meski punya potensi akbar dalam bidang musik & sedang mengupayakan yg terbaik untuk meraih gelar sebagai kota musik, perlu diperhatikan konsep dasar tentang kota musik itu sendiri.
Dalam salah satu literatur, sebuah kota disebut kota musik kalau kota itu memiliki perekonomian musik yg dinamis. Hal ini dapat dilihat dimana musik sanggup memberikan kontribusi nyata pada sektor ekonomi, baik dalam bentuk pekerjaan, manfaat budaya & juga pada kehidupan sosial bermasyarakatnya.
Meski Pop & Jazz berkembang di Ambon, namun di awal-awal, upaya mensejahterakan musisi Ambon belum terlihat sesuai dengan rencana, sesuai imagi yg dibayangkan tentang kota musik. Hal ini tidak lepas dari tentang regulasi yg belum ada. Imbasnya, upah minimum untuk musisi sekali tampil di kota Ambon pun belum dapat dirasakan.
Namun akhirnya, di tahun 2019, semua upaya & kerja keras masyarakat Ambon terbayar. Ambon berhasil membangun ekosistem musik. Di Hari Kota Sedunia, UNICEF menetapkan Ambon sebagai Kota Musik Dunia, bersama dengan Sevilla (Spanyol), Hamamatsu (Jepang), Liverpool (Inggris), Idanha-a-Nova (Portugal) & Auckland (Selandia Baru).
Dilansir dari laman Cities of Music Network, Ambon dipandang hidup dengan DNA Musik. Di kota ini, suara terharmonisasi oleh perasaan. Bagi mereka, harmoni adalah sesuatu yg lahir secara alamiah & olehnya Ambon sudah membuktikannya. Selain itu, tegas kepada kontrol atau frekuensi nada tertentu & memiliki berbagai ragam warna vocal adalah bukti bahwa musik adalah bagian yg selaras dengan nafas hidup orang Ambon.
Glenn Fredly & Semangat yg Terus Hidup
Salah satu tokoh yg berperan penting pada pencapaian Ambon sebagai Kota Musik adalah Utha Likumahuwa atau Glenn Fredly. Glenn adalah orang yg sering dengan lantang menggemakan narasi tentang ekosistem musik. Ia menyadari bahwa musik adalah semesta yg tidak berdiri sendiri.
Tidak cuma dalam bentuk verbal, Konferensi Musik Indonesia yg perdana kali digelar di Ambon adalah bukti nyata bahwa optimisme Glenn menular pada lebih banyak orang. Glenn adalah salah seorang yg ikut menggagas hadirnya konferensi musik perdana di Indonesia ini. Dari Jakarta, ia pun turut mengawal dengan aktif mimpi untuk menjadikan Ambon sebagai Kota Musik. Hingga semua upaya yg ia curahkan berbuah manis.
Selayaknya semesta, Glenn tidak bermusik cuma untuk musik. Ia terbilang aktif menyuarakan semangat kemanusiaan & toleransi beragama di atas panggung. Ambon memang pernah melalui sejarah kelam tentang ini. Masalah Islam & Kristen di Ambon sudah selesai. Sekarang, Maluku harap berbicara tentang produktivitas untuk melihat masa depan, Kata Glenn di salah satu konser di Yogyakarta 2017 lalu.
Cities of Music Network pun membaca hal ini. Di Ambon, musik adalah ikon & kendaraan untuk menciptakan kebersamaan antaragama. Musik memiliki kekuatan universal untuk menerabas sekat-sekat perbedaan.
Olehnya, musik jadi alat perdamaian sementara & dipakai sebagai nilai tambah serta disematkan sebagai karakteristik kota Ambon sehingga layak bersanding dengan kota-kota musik dunia lainnya.
April 2020, musisi Glenn Fredly berpulang ke tempat terbaik. Namun di Ambon dimana musik adalah sesuatu yg sangat dekat dengan kehidupan, semangat Glenn tentang kemanusiaan, keragaman, keadilan bernegara, & harmonisasi musik akan sering menemui ruangnya untuk hidup.
Sumber: Cultura Magazine Hari ini 00:21