Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Momentum liburan. Biasanya dimanfaatkan masyarakat Indonesia untuk merelaksasi diri: bersama keluarga atau pribadi. Tidak dapat ditampik pergerakan masyarakat Indonesia cukup tinggi saat liburan. Padat & ramai.
Salah satu momentum liburan itu adalah saat Natal & (jelang) tahun baru (Nataru). Selain bertepatan dengan masa libur sekolah, juga keadaan hari raya umat Kristiani. Nah kalau tahun baru tentu semua orang harap merayakan suasana kemeriahan pergantian tahunnya. Ibaratnya seperti jadi tradisi: malam tahun baruan atau tahun baruan.
Yang paling jadi pusat perhatian bila sudah tiba waktunya liburan Nataru adalah akses transportasi atau perhubungan. Bagaimana supaya pengaturan transportasi nasional yg dipakai publik untuk liburan Nataru dapat terkendali.
Untuk keadaan libur Nataru 2022 ini juga pasti jadi sorotan. Apalagi pemerintah Indonesia sudah tidak mengerjakan pengetatan (baca: pembatasan) pergerakan masyarakat bepergian.
Kondisi pengaturan transportasi atau alat perhubungan masyarakat jadi pekerjaan rumah (PR) akbar pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Namun kita tetap harus optimis PR akbar Kemenhub itu diselesaikan dengan baik. Tidak mungkin negara harap mempersulit masyarakatnya. Apalagi yg harap berlibur.
Ada tiga pengaturan transportasi yg dibenahi Kemenhub untuk Nataru 2022. Akses perhubungan darat, laut, serta udara. Dan pasti sering begitu.
Untuk sektor transportasi darat; Kemenhub menerjunkan jajarannya mengecek kesiapan & kecakapan terminal-terminal bus yg dianggap padat pergerakan masyarakat. Kemenhub harap terminal sebagai fasilitas publik jadi letak yg kondusif & nyaman ketika masyarakat tiba untuk berlibur. Segala layanin diperlukan di terminal tersedia secara baik.
Jangan ada lagi citra bahwa terminal merupakan letak rawan. Atau masyarakat yg terbengkalai karena tidak ada ruang tunggu, toilet kotor, maupun seliwerannya calo bus. Begitu pula ketegasan Kemenhub supaya perusahaan otobus menyiapkan kecakapan fasilitasnya untuk menyambut libur Nataru 2022.
Perusahaan otobus harus menjamin pengemudinya dalam keadaan baik & kendaraannya layak dipakai. Dengan begitu penumpang pun terjaga keselamatannya. Dan paling utama: tercukupinya kendaraan bus. Jangan hingga masyarakat bingung sebab bus terbatas. Perusahaan harus mengatur baik waktu keberangkatan & kedatangan bus.
Sedangkan untuk moda kereta, Kemenhub sudah meminta supaya jam operasional kerja ditambah lagi dari biasanya. Apalagi kereta juga jadi salah satu moda favorit publik.
Dengan ditambahnya jam operasional kerja di stasiun kereta ini menciptakan pergerakan masyarakat yg harap berlibur akan terkendali. Tidak ada penumpukan penumpang. Akhirnya masyarakat sendiri dapat mengatur waktu bepergiannya sebab tersedianya layanin kereta yg beroperasi lebih lama & banyak lagi.
Nah ini yg paling suka jadi perhatian: mengenai arus lalu lintas darat. PR tersebut diantisipasi dengan mengerjakan upaya rekayasa lalu lintas & pembatasan waktu. Kemenhub juga merangkul stakeholderterkait untuk pengaturan lalu lintas.
Jadi diharapkan bakal tidak ada lagi penumpukan kendaraan. Pergerakan masyarakat yg berlibur pun merasa nyaman. Tidak perlu merasa cemas akan terjebak macet berjam-jam.
Kemudian sektor transportasi laut. Kerja strategis sudah dilakukan Kemenhub untuk memberikan layanin terbaik bagi masyarakat yg berlibur Nataru 2022.
Dari mulai uji kelaikan kapal; menyiapkan potensi armada; fasilitas kesehatan (terutama antisipasi penyebaran Covid-19); kebersihan pelabuhan; pemantauan cuaca bersama BMKG; serta terus memberikan informasi terkini kondisi perhubungan laut.
Menilik itu kiranya pergerakan masyarakat dapat lebih kondusif & nyaman. Publik tidak lagi khawatir jaminan keselamatannya mengenai cuaca ketika melintasi lautan. Armada kapal pun terjamin ketersediaannya sehingga masyarakat dapat mengatur waktu keberangkatan. Soal kesehatan, masyarakat dapat lebih tenang karena antisipasi penyebaran Covid-19 sudah dilaksanakan.
Terakhir untuk moda perhubungan udara, Kemenhub sudah menyusun upaya yakni meminta ditambahnya jam operasional kerja bandara; fasilitas kelayakan bandara; & ini, kompensasi bagi maskapai pesawat yg delay.
Cara itu akan dapat mengurangi penumpukan penumpang karena jam kerja bandara lebih lama lagi. Masyarakat dapat menentukan kapan ia berangkat & tiba tanpa khawatir bandara sudah tutup.
Selain itu yang paling kerap mencuat masyarakat tidak akan lagi merasa haknya disepelekan gara-gara pesawat telat terbang. Pasalnya, Kemenhub menegaskan supaya perusahaan penerbangan menghargai hak penumpang sesuai regulasi kalau maskapainya mengalami keterlambatan. Publik tidak lagi disepelekan karena masalah jam penerbangan.
Mungkin tidak sempurna. Kerikil menyoal akses transportasi & kelayakan perhubungan untuk libur Nataru 2022 pasti masih ada. Tapi itu cuma kerikil, bukan bongkahan batu besar. Kemenhub sudah bekerja menangkal terjadinya masalah sebongkah batu besar itu. Pemerintah sudah bekerja supaya masyarakat dapat tenang menyambut libur Nataru 2022.
Lalu kembali pada masyarakat juga yg akan berlibur Nataru 2022. Apakah sanggup taat dengan kebijakan yg sudah disiapkan atau malah menciptakan ketidaknyamanan itu sendiri.***
Hari ini 10:40