• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Amalan dan Doa agar Anak Nurut dan Tidak Nakal

kazhuueuill

IndoForum Senior E
No. Urut
298172
Sejak
13 Agt 2025
Pesan
3.950
Nilai reaksi
2
Poin
38

Setiap orang tua pasti ingin punya anak yang tumbuh sehat, cerdas, dan tentu saja nurut. Tapi realitanya, hampir semua orang tua pernah menghadapi fase di mana anak susah diatur, sering membantah, atau terlihat "bandel". Pertanyaannya, bagaimana cara menyikapi hal ini dengan bijak tanpa harus selalu marah-marah?


Kenapa Anak Bisa Terlihat "Nakal"?​

Sebelum buru-buru melabeli anak sebagai nakal, penting untuk memahami penyebab perilaku mereka. Bisa jadi mereka hanya sedang ingin diperhatikan, mencoba mengekspresikan diri, atau sedang belajar tentang batasan. Misalnya, anak usia balita suka berteriak atau melempar barang bukan semata-mata karena nakal, tapi karena belum tahu cara mengungkapkan emosinya dengan baik.

Jadi, kadang yang dibutuhkan bukan hukuman keras, tapi pendekatan yang sabar dan konsisten.

Peran Amalan dan Doa dalam Membimbing Anak​

Banyak orang tua percaya bahwa ikhtiar batin lewat doa dan amalan bisa menjadi salah satu cara menenangkan hati sekaligus memohon bimbingan terbaik untuk anak. Doa orang tua untuk anaknya bahkan diyakini sangat mustajab.

Selain usaha nyata seperti mendidik dengan kasih sayang, memberikan contoh yang baik, serta mengatur lingkungan yang positif, doa juga menjadi bentuk ikhtiar yang tak kalah penting.

Contoh Amalan Sehari-hari​

Ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan orang tua dalam kehidupan sehari-hari, misalnya:

  • Membacakan doa sebelum anak tidur agar hatinya tenang.

  • Membiasakan dzikir atau ayat pendek setelah shalat untuk mendoakan anak.

  • Membiasakan mengusap kepala anak sambil berdoa lembut, agar anak merasa disayangi.

  • Menyebutkan nama anak dalam doa khusus, misalnya saat selesai shalat malam.
Contoh kecil, seorang ibu bercerita bahwa ia rutin mendoakan anaknya setiap pagi sebelum sekolah. Katanya, efeknya anak jadi lebih tenang dan jarang membantah. Entah sugesti atau tidak, tapi doa yang dipanjatkan dengan hati ikhlas memang sering membawa ketenangan, baik bagi orang tua maupun anak.

Doa dan Sikap Orang Tua yang Selaras​

Doa saja tidak cukup jika tidak diiringi dengan perilaku yang mendukung. Anak belajar lebih banyak dari contoh nyata ketimbang nasihat. Jadi, kalau orang tua ingin anaknya sabar, cobalah juga menampilkan kesabaran dalam keseharian. Kalau ingin anak disiplin, biasakan juga memberikan contoh disiplin kecil seperti menepati janji.

Dengan begitu, doa dan usaha nyata akan berjalan beriringan.

Penutup​

Mendidik anak memang butuh kesabaran ekstra, tapi doa bisa menjadi penguat hati orang tua dalam proses panjang ini. Amalan sederhana dan doa yang tulus bisa membawa ketenangan, sekaligus menjadi cara meminta pertolongan pada Yang Maha Kuasa agar anak tumbuh lebih nurut dan berakhlak baik. Kalau kamu ingin tahu lebih banyak amalan serta doa agar anak nurut dan tidak nakal, bisa membaca di sini: Amalan serta Doa agar Anak Nurut dan Tidak Nakal.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.