Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 14.371
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita Alvaro Morata akhirnya bungkam semua kritik.
Alvaro Morata (kanan) mencetak gol dalam babak perpanjangan waktu melawan Kroasia di laga 16 akbar Piala Eropa di Zagreb, Kroasia, Senin (28/6/2021). ANTARA FOTO/Pool via REUTERS/Friedemann Vogel/foc.
"Dia dominan di udara, dia kuat & dia menciptakan kami mencetak gol. Kami sungguh beruntung punya striker seperti dia."Jakarta (ANTARA) - Pemain Spanyol Alvaro Morata mengalami pelecehan dari sejumlah penggemar & sorotan spesifik dari media, tetapi dia akhirnya membuktikan silsilah dirinya sebagai pemenang laga dengan satu ayunan dari kaki kirinya yg menolong negaranya merebut tiket ke perempat final Euro 2020.
Striker yg dapat dibilang sosok yg paling terpolarisasi dalam skuadnya itu sudah meramalkan nasibnya menjelang turnamen ini.
"Bola masuk atau tidak, dapat menciptakan Anda ada di halaman depan (media massa) hingga menyantap semua serapah di Spanyol,” mengatakan dia kepada harian olahraga AS.
Ternyata, dia tidak salah.
Sementara Spanyol mencatat rekor operan paling tuntas & mencatat 17 upaya dalam pertandingan pembuka melawan Swedia yg berakhir 0-0, Morata dipilih jadi pemain yg dicemooh oleh beberapa akbar penonton di Sevilla.
Meski mencetak gol pada pertandingan berikutnya melawan Polandia, dia tetap dikritik karena menyia-nyiakan peluang akbar sehingga Spanyol cuma memetik hasil imbang 1-1.
Kampanye pemain berusia 28 tahun itu mencapai titik paling rendahnya lagi manakala tendangan penaltinya dimentahkan lawan saat timnya menang meyakinkan 5-0 atas Slovakia.
Baca juga: Luis Enrique desak polisi usut ancaman kepada Alvaro Morata
Baca juga: Tampil tak meyakinkan selama Euro, keluarga Morata dikecam
Istri & anak-anak Morata diancam oleh para pendukung di Sevilla & dia mengeluhkan ancaman pembunuhan sebelum pertandingan Senin, tetapi dia tetap dipercaya pelatih Luis Enrique.
Ketika Kroasia mengerjakan pembalikan saat-saat terakhir lagi untuk menjadikan kedudukan 3-3 dalam waktu normal hari ini, maka itu adalah kesempatan Morata untuk membayar kepercayaan manajernya pada babak perpanjangan waktu.
Mantan pemain Real Madrid itu mengontrol umpan silang Dani Olmo dengan kaki kanannya sebelum menendang bola dengan kaki kirinya ke bagian atas gawang guna membawa Spanyol unggul 4-3 pada menit ke-100.
"Saya tidak beranggapan ada pelatih regu nasional di mana pun di dunia ini yg tidak menghargai Morata & apa yg dia lakukan untuk regu ini," mengatakan Luis Enrique kepada wartawan.
"Dia dominan di udara, dia kuat & dia menciptakan kami mencetak gol. Kami sungguh beruntung punya striker seperti dia."
Mikel Oyarzabal kemudian menambahkan gol kelima saat Spanyol merayakan kemenangan fase gugur pertamanya dalam turnamen akbar sejak menjuarai Euro 2012.
Spanyol juga jadi regu perdana dalam sejarah turnamen yg mencetak lima gol atau lebih dalam dua pertandingan berturut-turut. Enrique dapat dianugerahi banyaknya opsi yg dia miliki di lini depan.
Baik Oyarzabal maupun Olmo masuk sebagai pemain cadangan yg menciptakan regu serangan mendapatkan kedalaman & energi segar sehingga meregangkan barisan pertahanan Kroasia yg sudah kelelahan pada tahap-tahap penutupan.
Penampilan singkat para pemain pengganti itu menaikkan keyakinan Spanyol untuk melangkah lebih jauh dalam turnamen itu ketika mereka bangkit setelah dibobol gol bunuh diri untuk mendapatkan kembali ketenangannya setelah Kroasia memaksakan perpanjangan waktu.
"Akhir pertandingan ini amatlah indah," mengatakan Enrique seperti dikutip Reuters. "Saya bahagia bahwa pertandingan ini memberi kami kesempatan kedua guna memenangkannya."
Baca juga: Drama 8 gol antar Spanyol ke perempatfinal Euro 2020
Baca juga: Jadi 'Star of the Match', Busquets puas pada hasil laga
Berita diatas dikutip dari internet, jika Alvaro Morata akhirnya bungkam semua kritik adalah spam, mohon beritahu kami.
Alvaro Morata (kanan) mencetak gol dalam babak perpanjangan waktu melawan Kroasia di laga 16 akbar Piala Eropa di Zagreb, Kroasia, Senin (28/6/2021). ANTARA FOTO/Pool via REUTERS/Friedemann Vogel/foc.
"Dia dominan di udara, dia kuat & dia menciptakan kami mencetak gol. Kami sungguh beruntung punya striker seperti dia."Jakarta (ANTARA) - Pemain Spanyol Alvaro Morata mengalami pelecehan dari sejumlah penggemar & sorotan spesifik dari media, tetapi dia akhirnya membuktikan silsilah dirinya sebagai pemenang laga dengan satu ayunan dari kaki kirinya yg menolong negaranya merebut tiket ke perempat final Euro 2020.
Striker yg dapat dibilang sosok yg paling terpolarisasi dalam skuadnya itu sudah meramalkan nasibnya menjelang turnamen ini.
"Bola masuk atau tidak, dapat menciptakan Anda ada di halaman depan (media massa) hingga menyantap semua serapah di Spanyol,” mengatakan dia kepada harian olahraga AS.
Ternyata, dia tidak salah.
Sementara Spanyol mencatat rekor operan paling tuntas & mencatat 17 upaya dalam pertandingan pembuka melawan Swedia yg berakhir 0-0, Morata dipilih jadi pemain yg dicemooh oleh beberapa akbar penonton di Sevilla.
Meski mencetak gol pada pertandingan berikutnya melawan Polandia, dia tetap dikritik karena menyia-nyiakan peluang akbar sehingga Spanyol cuma memetik hasil imbang 1-1.
Kampanye pemain berusia 28 tahun itu mencapai titik paling rendahnya lagi manakala tendangan penaltinya dimentahkan lawan saat timnya menang meyakinkan 5-0 atas Slovakia.
Baca juga: Luis Enrique desak polisi usut ancaman kepada Alvaro Morata
Baca juga: Tampil tak meyakinkan selama Euro, keluarga Morata dikecam
Istri & anak-anak Morata diancam oleh para pendukung di Sevilla & dia mengeluhkan ancaman pembunuhan sebelum pertandingan Senin, tetapi dia tetap dipercaya pelatih Luis Enrique.
Ketika Kroasia mengerjakan pembalikan saat-saat terakhir lagi untuk menjadikan kedudukan 3-3 dalam waktu normal hari ini, maka itu adalah kesempatan Morata untuk membayar kepercayaan manajernya pada babak perpanjangan waktu.
Mantan pemain Real Madrid itu mengontrol umpan silang Dani Olmo dengan kaki kanannya sebelum menendang bola dengan kaki kirinya ke bagian atas gawang guna membawa Spanyol unggul 4-3 pada menit ke-100.
"Saya tidak beranggapan ada pelatih regu nasional di mana pun di dunia ini yg tidak menghargai Morata & apa yg dia lakukan untuk regu ini," mengatakan Luis Enrique kepada wartawan.
"Dia dominan di udara, dia kuat & dia menciptakan kami mencetak gol. Kami sungguh beruntung punya striker seperti dia."
Mikel Oyarzabal kemudian menambahkan gol kelima saat Spanyol merayakan kemenangan fase gugur pertamanya dalam turnamen akbar sejak menjuarai Euro 2012.
Spanyol juga jadi regu perdana dalam sejarah turnamen yg mencetak lima gol atau lebih dalam dua pertandingan berturut-turut. Enrique dapat dianugerahi banyaknya opsi yg dia miliki di lini depan.
Baik Oyarzabal maupun Olmo masuk sebagai pemain cadangan yg menciptakan regu serangan mendapatkan kedalaman & energi segar sehingga meregangkan barisan pertahanan Kroasia yg sudah kelelahan pada tahap-tahap penutupan.
Penampilan singkat para pemain pengganti itu menaikkan keyakinan Spanyol untuk melangkah lebih jauh dalam turnamen itu ketika mereka bangkit setelah dibobol gol bunuh diri untuk mendapatkan kembali ketenangannya setelah Kroasia memaksakan perpanjangan waktu.
"Akhir pertandingan ini amatlah indah," mengatakan Enrique seperti dikutip Reuters. "Saya bahagia bahwa pertandingan ini memberi kami kesempatan kedua guna memenangkannya."
Baca juga: Drama 8 gol antar Spanyol ke perempatfinal Euro 2020
Baca juga: Jadi 'Star of the Match', Busquets puas pada hasil laga
Berita diatas dikutip dari internet, jika Alvaro Morata akhirnya bungkam semua kritik adalah spam, mohon beritahu kami.