yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Almarhum Andre J Mamuaya (42) sudah tidak asing lagi dengan dunia otomotif. Kecintaan Andre terhadap dunia ini ditunjukkan dengan sering melakukan touring motor gede (moge) yang menjadi koleksinya.
"Dia memang hobinya motor gede. Dia suka touring sama teman-temannya keliling," ujar Asfihani, salah seorang teman almarhum yang juga anggota Komisi VII DPR RI, Selasa (21/8/2012) malam, saat berkunjung ke rumah duka di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
Asfihani menuturkan, semasa hidupnya Andre dikenal sebagai sosok pengusaha yang baik dan memiliki potensi mumpuni dalam berkarier. "Dia profesional dalam pekerjaan. Jadi memang kami merasa kehilangan," kata Asfihani.
Asfihani mengaku tidak begitu sering bertemu dengan Andre. Namun, komunikasi selalu dijalaninya melalui fasilitas BlackBerry Messenger (BBM). "Terakhir kali yang saya ingat, dia BBM jelang Lebaran ucapkan Lebaran," katanya.
Asfihani menuturkan, dirinya kaget saat mendengar kabar kalau Andre tewas dalam kecelakaan saat mengendarai mobil Ducati Sport. Pasalnya, selama ini Andre dikenal piawai dalam berkendara. Ia pun kerap melakukan olahraga balap di Sirkuit Sentul.
Diberitakan sebelumnya, Andre tewas dalam sebuah kecelakaan hebat di depan Plaza Central, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, pada Selasa (21/8/2012) pukul 09.45. Sepeda motor balap Ducati B 5555 XS milik Andre menabrak Toyota Innova B 1348 PKP yang hendak masuk ke dalam gedung.
Akibat tabrakan itu, tubuh Andre terpental. Kepala sang penyuka otomotif dan bola basket ini pun membentur pot bunga sebelum akhirnya terkapar di trotoar jalan. Meski sudah dibawa ke rumah sakit, nyawa Andre tidak tertolong lagi.
Almarhum Andre rencananya akan dimakamkan di San Diego Hills Blok M16 B, pada Rabu (22/8/2012) pukul 09.00. Andre meninggalkan dua orang anak, yakni Azaria Rafi Mamuaya (9) dan Azel Rasyid Mamuaya (7), serta seorang istri bernama Arini Subianto.
Siapakah Andre J Mamuaya, korban tewas dalam kecelakaan lalu lintas di Jakarta pada Selasa siang ini?
Andre J Mamuaya (42) adalah Director of Corporate Affairs PT Adaro Energy Tbk dan Corporate Secretary perusahaan yang sama.
Dalam situs Adaro Energy Tbk disebutkan bahwa Andre menyelesaikan pendidikan tekniknya di Departemen Industrial Mechanical Engineering di Tokyo Denki University Jepang tahun 1994 dan menyelesaikan pendidikan Business Administration di American College, Los Angeles, AS, tahun 1996.
Saat ini Andre J Mamuaya adalah Director of Corporate Affairs dan Corporate Secretary of Adaro Energy; President Director of JPI, MBP, and HBI; dan Director of ATA, SMP, MSW, and Dianlia.
Andre juga komisaris sejumlah perusahaan, yaitu SIS, PT Pandu Alam Persada, dan PT Tri Nur Cakrawala. Sebelumnya Andre adalah Director of PT Anugrahtimur Sejatiperdana (1997-2000).
Dalam situs Adaro Energy, dimuat juga hasil wawancara dengan Andre J Mamuaya tahun 2009 silam.
Dalam wawancara seperti dikutip situs Adaro, Andre J Mamuaya menyebutkan, meski Adaro Energy belum lama menjadi perusahaan terbuka (Tbk), tetapi pencapaian yang telah diperoleh dalam hal tata kelola perusahaan cukup menggembirakan. Beberapa pencapaian yang dimaksud seperti terbentuknya Komite Audit dan Unit Internal Audit pada awal 2009 dan sepanjang tahun lalu komite-komite tersebut telah berkontribusi dalam pengawasan pelaksanaan sistem dan prosedur di dalam grup.
Selain itu, Department of Corporate Secretary secara berkala dan insidental melakukan keterbukaan informasi terkait dengan kegiatan operasional perusahaan. "Kami juga telah memiliki kebijakan keterbukaan informasi."
Tentang tantangan terbesar yang pernah dihadapinya, Andre J Mamuaya menjawab bahwa tantangan terbesar yang pernah dihadapinya pada saat membawa perusahaan menjadi perusahaan terbuka. Pada saat itu, Andre dan anggota direksi lainnya serta tim inti IPO berhasil meyakinkan regulator pasar modal bahwa Adaro akan menjadi perusahaan publik yang dapat berperan dalam meningkatkan pengembangan pasar modal Indonesia mengingat nilai IPO Adaro merupakan yang terbesar dalam sejarah pasar modal Indonesia. Saat ini kapitalisasi pasar saham Adaro mencapai sekitar Rp 70 triliun.
Untuk memperbaiki tata kelola perusahaan di masa mendatang, Andre mengatakan, pihaknya senantiasa berupaya melakukan review atas penerapan tata kelola perusahaan dengan mengacu pada praktik tata kelola perusahaan yang terbaik dan standar yang sejalan dengan visi dan misi kami. Ke depan, Adaro juga akan berupaya mengembangkan struktur tata kelola perusahaan sehingga dapat memperkuat fungsi pengawasan.
"Dia memang hobinya motor gede. Dia suka touring sama teman-temannya keliling," ujar Asfihani, salah seorang teman almarhum yang juga anggota Komisi VII DPR RI, Selasa (21/8/2012) malam, saat berkunjung ke rumah duka di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
Asfihani menuturkan, semasa hidupnya Andre dikenal sebagai sosok pengusaha yang baik dan memiliki potensi mumpuni dalam berkarier. "Dia profesional dalam pekerjaan. Jadi memang kami merasa kehilangan," kata Asfihani.
Asfihani mengaku tidak begitu sering bertemu dengan Andre. Namun, komunikasi selalu dijalaninya melalui fasilitas BlackBerry Messenger (BBM). "Terakhir kali yang saya ingat, dia BBM jelang Lebaran ucapkan Lebaran," katanya.
Asfihani menuturkan, dirinya kaget saat mendengar kabar kalau Andre tewas dalam kecelakaan saat mengendarai mobil Ducati Sport. Pasalnya, selama ini Andre dikenal piawai dalam berkendara. Ia pun kerap melakukan olahraga balap di Sirkuit Sentul.
Diberitakan sebelumnya, Andre tewas dalam sebuah kecelakaan hebat di depan Plaza Central, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, pada Selasa (21/8/2012) pukul 09.45. Sepeda motor balap Ducati B 5555 XS milik Andre menabrak Toyota Innova B 1348 PKP yang hendak masuk ke dalam gedung.
Akibat tabrakan itu, tubuh Andre terpental. Kepala sang penyuka otomotif dan bola basket ini pun membentur pot bunga sebelum akhirnya terkapar di trotoar jalan. Meski sudah dibawa ke rumah sakit, nyawa Andre tidak tertolong lagi.
Almarhum Andre rencananya akan dimakamkan di San Diego Hills Blok M16 B, pada Rabu (22/8/2012) pukul 09.00. Andre meninggalkan dua orang anak, yakni Azaria Rafi Mamuaya (9) dan Azel Rasyid Mamuaya (7), serta seorang istri bernama Arini Subianto.
Siapakah Andre J Mamuaya, korban tewas dalam kecelakaan lalu lintas di Jakarta pada Selasa siang ini?
Andre J Mamuaya (42) adalah Director of Corporate Affairs PT Adaro Energy Tbk dan Corporate Secretary perusahaan yang sama.
Dalam situs Adaro Energy Tbk disebutkan bahwa Andre menyelesaikan pendidikan tekniknya di Departemen Industrial Mechanical Engineering di Tokyo Denki University Jepang tahun 1994 dan menyelesaikan pendidikan Business Administration di American College, Los Angeles, AS, tahun 1996.
Saat ini Andre J Mamuaya adalah Director of Corporate Affairs dan Corporate Secretary of Adaro Energy; President Director of JPI, MBP, and HBI; dan Director of ATA, SMP, MSW, and Dianlia.
Andre juga komisaris sejumlah perusahaan, yaitu SIS, PT Pandu Alam Persada, dan PT Tri Nur Cakrawala. Sebelumnya Andre adalah Director of PT Anugrahtimur Sejatiperdana (1997-2000).
Dalam situs Adaro Energy, dimuat juga hasil wawancara dengan Andre J Mamuaya tahun 2009 silam.
Dalam wawancara seperti dikutip situs Adaro, Andre J Mamuaya menyebutkan, meski Adaro Energy belum lama menjadi perusahaan terbuka (Tbk), tetapi pencapaian yang telah diperoleh dalam hal tata kelola perusahaan cukup menggembirakan. Beberapa pencapaian yang dimaksud seperti terbentuknya Komite Audit dan Unit Internal Audit pada awal 2009 dan sepanjang tahun lalu komite-komite tersebut telah berkontribusi dalam pengawasan pelaksanaan sistem dan prosedur di dalam grup.
Selain itu, Department of Corporate Secretary secara berkala dan insidental melakukan keterbukaan informasi terkait dengan kegiatan operasional perusahaan. "Kami juga telah memiliki kebijakan keterbukaan informasi."
Tentang tantangan terbesar yang pernah dihadapinya, Andre J Mamuaya menjawab bahwa tantangan terbesar yang pernah dihadapinya pada saat membawa perusahaan menjadi perusahaan terbuka. Pada saat itu, Andre dan anggota direksi lainnya serta tim inti IPO berhasil meyakinkan regulator pasar modal bahwa Adaro akan menjadi perusahaan publik yang dapat berperan dalam meningkatkan pengembangan pasar modal Indonesia mengingat nilai IPO Adaro merupakan yang terbesar dalam sejarah pasar modal Indonesia. Saat ini kapitalisasi pasar saham Adaro mencapai sekitar Rp 70 triliun.
Untuk memperbaiki tata kelola perusahaan di masa mendatang, Andre mengatakan, pihaknya senantiasa berupaya melakukan review atas penerapan tata kelola perusahaan dengan mengacu pada praktik tata kelola perusahaan yang terbaik dan standar yang sejalan dengan visi dan misi kami. Ke depan, Adaro juga akan berupaya mengembangkan struktur tata kelola perusahaan sehingga dapat memperkuat fungsi pengawasan.