• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Allah memberikan JanjiNya kepada Yusuf

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. effie
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

effie

IndoForum Staff Personnel
No. Urut
601
Sejak
17 Apr 2006
Pesan
8.576
Nilai reaksi
353
Poin
83
A. Janji yang diterima Yusuf
Yusuf lahir pada masa tua Yakub, dari istri yang paling dikasihinya Rachel. Yakub membuatkan bagi Yusuf jubah yang sangat indah. Suatu hari, bermimpilah Yusuf dan ia menceritakan mimpi itu kepada saudara2nya. Dalam ayat dibawah ini, Yusuf menceritakan mimpinya yang pertama.

"Tampak kita sedang diladang mengikat berkas-berkas gandum, lalu bangkitlah berkasku dan tegak berdiri; kemudian datanglah berkas-berkas kamu sekalian mengelilingi dan sujud menyembah kepada berkasku..."
( Kejadian 37 : 7 )

Cerita tentang mimpi itu membuat Yusuf dibenci oleh sauda-saudaranya. Saudara-saudaranya mengira Yusuf ingin menjadi raja atas mereka, berkuasa atas mereka.

Kemudian datanglah mimpi yang lain, dan Yusuf menceritakan juga mimpi itu kepada keluarganya. Dia berkata bahwa tampak matahari dan sebelas bintang sujud menyembahnya. Kejadian 37 : 10 menuliskan reaksi ayahnya atas cerita itu, setela hal itu diceritakannya kepada ayah dan sauda-saudaranya, maka ia di tegur oleh ayahnya:" Mimpi apa mimpimu itu ? masakan aku dan ibumu serta saudara-saudara mu menyembah kepadamu sampai ke tanah ?" Pada umurnya yang masih sangat muda, Yusuf menerima janji Allah. Saudara-saudaranya yang lain sudah membenci Yusuf karena dikasihi oleh Yakub dengan sangat, ditambah dengan cerita Yusuf yang menempatkan dirinya seolah-olah lebih tinggi dari pada yang lain emmbuat Yusuf menjadi orang yang sangat dibenci.

Janji yang diterima Yusuf adalah janji yang luas biasa. Allah berjanji akan membuat Yusuf naik dan naik terus. Allah ingin mengangkatnya menjadi pemimpin. Ketika mimpi itu datang, Yusuf belum mendapat gambaran yang jelas tentang rencana Allah.Diangkat seperti apa, menjadi pemimpin seperti apa, belum jelas dalam pikiran Yusuf. Yusuf hanya tahu, Tuhan akan mengangkatnya menjadi seorang penguasa yang akan di hormati oleh orang-orang terutama keluarganya sendiri.

B. Masalah yang menyertai penggenapan janji Allah pada Yusuf

Bila kita mendapat janji dari Allah bahwa kita akan diangkat menjadi seorang pemimpin, kita pasti berpikir tentang sesuatu yang baik. Kita pasti berpikir segala sesuatu akan dilancarkan Tuhan, sehingga kita bisa sampai pada penggenapan janji Allah itu. Tapi yang terjadi dengan Yusuf berbeda.

  1. Tusuf dijual saudara-saudaranya.

    Suatu ketika, Yusuf diminta ayah nya pergi kepadang untuk melihat keadaaan saudara-saudaranya yang sedang menggembalakan kambing domba. Ketika sampai ketempat kambing domba itu digembalakan, saudara-saudaranya sudah bermufakat untuk membunuh Yusuf. Mereka berencana untuk emmbunuh kemudian memasukkannya kedalam salah satu sumur yang ada disitu. Mereka akan memberitahukan ayahnya, bahwa seekora binatang buas sudah menerkam nya.

    Ketika Ruben mendengar hal tersebut, karena ingin melepaskan Yusuf dari tangan mereka, dia berkata, "jangan bunuh dia, lebih baik kita msukkan dia kedalam salah satu sumur saja. "karena kasihan Ruben berencana untuk mengeluarkan Yusuf setelah saudara-saudaranya pergi dan membawanya kembali kepada ayahnya.

    Ketika Yusuf sampai kepada mereka, mereka memaksa Yusuf untuk emlepaskan jubahnya yang maha indah itu dan melemparkannya kedalam sebuah lumpur yang tidak ada airnya. Kemudian duduklah mereka untuk makan. Ketika sedang makan, mereka melihat kafilah orang Ismael yang datang dari Gilaet dengan onta nya yang membawa damar, balsam dan damar ladan, dalam perjalanan nya mengangkut barang-barang itu keMesir. Yehuda berkata kepada saudara-saudaranya itu, "Apakah untungnya kalau kita membunuh adik kita itu dan menyembunyikan darahnya ? marilah kita jual dia kepada orang Ismael itu, tetapi janganlah kita apa-apakan dia, karena ia saudara kita, darah daging kita." Dan saudara-saudaranya mendengarkan perkataannya itu ( Kejadian 37 : 26-27 ). Dan Yusuf pun diangkat dari dalam sumur kemudian dijual kepada orang Ismael yang lewat itu dengan harga 20 syikal perak. Saudagar Ismael itu lalu membawa Yusuf ke Mesir.

    Yusuf dijual oleh saudara-saudaranya. Orang yang seharusnya menjaga dan mengasihinya tapi justru menjualnya. Bila kita berada dalam posisi itu, kita pasti sakit hati. Orang yang dekat dengan kita tiba-tiba menusuk dari belakang, pasti membuat kita marah. Setiap orang ingin dirinya diterima oleh lingkungannya apalagi oleh keluarganya sendiri. Penolakan yang dialamai Yusuf pasti membuatnya beralasan untuk menyimpan dendam dan melakukan pembalasan.

    Menurut pikiran manusia, seorang yang mendapat janji dari Tuhan, seharusnya mengalami hidup yang diberkati. Tapi Yusuf memulai perjalanan penggenapan janji Allah dengan dijual oelh saudara-saudaranya. masalah pertama muncul. Yusuf berpisah dengan ayahnya yang sangat mengasihinya, ayah yang terbiasa memanjakannya dan melindunginya. Yusuf sampai kesuatu tempat yang asing baginya. Dia harus belajar hidup dengan dirinya sendiri. Tidak ada lagi kasih yang melimpah baginya, tidak ada lagi makanan enak yang selalu tersedia untuknya, tidak ada lagi rumah yang nyaman untuk nya.
  2. Yusuf menjadi budak.

    Di Mesir, Yusuf menjadi barang dagangan pedagang Midian. Orang-orang melihat dirinya dan menaksir berapa seharusnya harga jual dirinya. Nilai Yusuf disamakan dengan beberapa keping uang. Suatu hari Potifar datang dan mengamati dirinya, menlakukan penawaran dan orang Ismael itu akhirnya setuju dengan harga yang diberikan Potifar. Yusuf resmi milik Potifar untuk menjadi budak dirumahnya. Yusuf dipandang oleh orang-orang hanya sebagai alat-alat dan bukan manusia.Yusuf mulai menyadari bahwa saat itu dia harus berjuang sendirian, dia menjadi manusia yang tidak ada harganya ditempat itu.Dia dijadikan budak, seorang yang tidak punya hak atas dirinya sendiri. Orang yang hidup menurut kehendak orang lain. Dia tidak bisa lagi bergantung dan bersandar pada orang lain.

    Mesir bukanlah tempat yang dibayangkan Yusuf untuk menjadikannya seorang penguasa. Lebih lagi, menjadi budak bukanlah bayangan yang dimiliki Yusuf untuk membawanya ketampuk penguasa. Bukanlah di Mesir sudah ada penguasa sendiri ? Tapi Yusuf tidak mengeluh kepada Tuhan atas semua yang terjadi padanya. Dia menerima ketika dia harus menjadi budak di Mesir. Sangat bertolak belakang dengan apa yang dijanjikan Tuhan.Allah berjanji bahwa dia akan naik dan menjadi penguasa tapi kenyataannya tidak menunjukkan hal tersebut. Menjadi budak berarti dia sedang turun, sedang menajdi ekor, sedang dikuasai oleh orang lain, bukannya penguasa yang dihormati. Yusuf dibawa keluar dari tempat yang nyaman masuk kedalam tempat yang penuh perjuangan. Dia dibeli oleh Potifar untuk menjadi budaknya. Potifar adalah seorang Mesir, pegawai istana Firaun bekerja sebagai kepala pengawal raja. Dirumah Potifar Yusuf bekerja dengan sangat baik. Dia menjadi seorang pelayan yang tidak biasa-biasa saja, tapi pelayan yang luar biasa. Karena Tuhan menyertai Yusuf, maka segala pekerjaannya dibuat Tuhan berhasil. Potifar pun melihat bagaimana Allah menyertai danmembuat Yusuf berhasil. Yusuf mulai naik dengan mendapat kepercayaan atas segala yang dimiliki Potifar. Kepercayaan yang diberikan oleh Potifar menunjukkan bahwa Yusuf adalah orang yang bertanggung jawab atas pekerjaan nya dan setia.Tidak hanya Yusuf yang mulai naik, Potifar juga ikut diberkati karena Yusuf bekerja didalam rumah nya. Sejak ia memberikan kuasa didalam rumah nya dan segala miliknya kepada Yusuf, sehingga berkat Tuhan ada atas segala miliknya, baik yang dirumah maupun yang diladang ( Kejadian 30 : 5 )
  3. Yusuf difitnah

    Selama beberapa waktu hidup Yusuf mulai enak. Dia bisa bekerja dengan baik dan memiliki majikan yang baik juga.Tapi masalah tidak lepas dari hidup Yusuf. Yusuf adalah seorang pria yang elok wajahnya dan sopan sikapnya. Tiba-tiba godaan dan masalah baru muncul dari istri Potifar.Istri Potifar mengingini Yusuf. Dia berkata pada yusuf, "Marilah tidur dengan aku. " Tapi karena Yusuf takut pada Allah, maka dia menolaknya. Masalah muncul karena penolakan tersebut. Istri Potifar berteriak-teriak dan mengahasut Yusuf. Dia melampiaskan kebenciannya dengan memasukkan Yusuf kedalam masalah. Orang yang di fitnah berarti mendapat cap daalam dirinya atas sesuatu yang tidak dia lakukan. Orang yang di fitnah akan terkungkung hidupnya dan orang-orang melihatnya sebagai seorang yang bersalah. Apapun pembelaan Yusuf tidak akan diterima karena setiap orang sudah memandangnya bersalah.

    Yusuf dimasukkan kepenjara karena menolak untuk berbuat dosa. Sungguh suatu keadaan yang tidak menyenangkan. Seolah-olah Tuhan meninggalkannya dan membiarkannya menanggung masalahnya sendiri. Yusuf bisa saja mendesak Tuhan dan bertanya mengapa keadaan jadi seperti itu. Yusuf bisa marah kepada Tuhan karena penderitaan yang dialami, sedangkan dia tidak melakukan kesalalahan.Rasanya pasti sangat menyakitkan dan tidak adil, tapi tidak pernah ditulsi bahwa Yusuf berkeluh kesah.Yusuf tetap memegang janji Tuhan dalam hidupnya. Didalam penjara, Yusuf tetap hidup dengan penyertaaan Tuhan dan Tuhan menjadikannya kesayangan bagi kepala penjara. Karena kepala penjara kesalahan apapun.Yusuf tidak mulai berkeluh kesah. Yusuf tidak mulai menyalahkan Tuhan dan menuntut Tuhan untuk melakukan sesuatu.

    Tuhan berjanji akan mengangkatnya menjadikannya penguasa, tapi Yusuf harus merasakannya menajdi budak dan tawanan. Mestipun tidak melakukan kesalahan apapun, Yusuf harus menanggung malu, ditolak dan dikhianati. Orang yang bersalah saja menolak dihukum, apalagi orang yang dihukum melihat bahwa Yusuf bisa dipercaya, maka dia mempercayakannya semua tahanan dipenjara itu kepada Yusuf, dan tugas-tugas yang harus dilakukan didalam penjara Yusuf lah yang mengaturnya. Apa yang sudah diserahkannya kepada Yusuf, kepala penjara tidak lagi mencampurinya karena dia mempercayainya. Kepala penjara melihat bagaimana penyertaan Tuhan ada pada Yusuf, dan segala yang dikerjakannya dibuat Tuhan berhasil.

    Sekalipun tempat dia bukanlah tempat yang strategis dan menguntungkan dipenjara tidak ada tanda-tanda bahwa dia akan menjadi seorang penguasa, tapi Yusuf setia dengan bagiannya. Dia melakukan apa yang dipercayakannya dengan maksimal sehingga dimanapun dia berada dia menjadi orang kesayangan.
  4. Yusuf dilupakan
    Selama beberapa waktu didalam penjara Yusuf sudah menunjukkan dirinya sebagai orang yang bisa dipercaya. Kemudian datanglah 2 orang dari istana dengan masalah nya masing-masing kedalam penjara. 2 orang itu adalah juru minum dan juru roti Raja. Yusuf ditepatkan bersama mereka untuk melayani mereka. Suatu hari, Yusuf mendatangi mereka dan melihat wajah mereka yang muram. Mereka bercerita bahwa semalam mereka bermimpi tapi tidak tahu apa arti mimpi-mimpi itu. Yusuf menyuruh mereka menceritakan mimpi itu, karena Allah sumber hikmat akan memberinya pengertian akan mimpi itu.Juru minum dan juru roti menceritakan mimpi mereka dan Yusuf menerangkan arti mimpi itu kepada mereka. Kepada juru minum Yusuf berkata "Tidak perlu takut. Sebentar lagi engkau akan dikeluarkan dari penjara.Engkau akan kembali bekerja menjadi juru minum raja". Juru minum itu senang sekali dan Yusuf menambahkan "Ingatlah kepadaku, apabila keadaan mu telah baik nanti tunjukkanlah terima kasihmu kepadaku dengan menceritakan perkaraku kepada Firaun dan tolong keluarkan aku dari rumah ini. Aku diculik begitu saja dari negeri orang Ibrani dan disinipun aku tidak pernah melakukan apa-apa yang menyebabkan aku layak dimasukkan kedalam penjara ini "Juru minum raja berjanji akan mengeluarkan kalau dia sudah kembalike istana. Tapi janji itu tinggal janji. Yusuf dilupakan setelah juru minum itu merasakan kembali kenyamanan di istana.Manusia melupakan Yusuf tapi Tuhan tidak melupakannya. 2 tahun sudah Yusuf dilupaka, sampai suatu hari Firaun mendapat mimpi yang membuat hatinya gusar. Ketika semua orang yang diundang tidak dapat mengartikan mimpinya, juru minum teringat kepada Yusuf. Juru minum itu menceritakan bagaimana Yusuf berhasil mengartikan mimpinya dan benar-benar menjadi seperti yang dikatakannya. Firaun menyuruh memanggil Yusuf dan akhirnya Yusuf masuk ke istana.

C. Masalah selalu diikuti berkat.

Pada waktu saya muda saya tidak percaya kepada Tuhan. Bagi saya Tuhan tidak ada, setan juga tidak ada, saya hanya percaya pada fakta. Saya pikir orang tua saya bisa mencukupi segala kebutuhan saya sehingga saya tidak memerlukan Tuhan. Tapi ketika umur saya 16 tahun, tiba-tiba seluruh rambut saya rontok, saya merasa minder sehingga saya berhenti sekolah. saya mulai mencari-car pertolongan dimana-mana, saya pergi ke dokter tapi tidak mendapat pertolongan, saya pergi ke gunung-gunung juga tidak ada pertolongan sampai akhirnya saya bertemu Tuhan dan mendapatkan pertolongan. Bila masalah tidak datang dalam hidup saya hari ini saya tidak akan menjadi seorang gembala sidang. saya bersyukur karena rencana Tuhan indah bagi setiap orang. Tuhan mengijinkan masalah datang dalam hidup kita supaya anugrah yang sudah disediakan itu juga ikut kita rasakan. Banyak permasalahan yang akhirnya kita mengerti semuanya terjadi karena Tuhan ingin kita semakin mendekat kepadanya. Ketika panggilan Tuhan datang dalam hidup saya untuk menjadi pendeta bisnis saya sedang maju-maju nya tapi dengan tiba-tiba saja usaha saya bangkrut dan gulung tikar. Tuhan membuat usaha saya bangkrut karena saya masih menunda-nunda untuk memenuhi panggilan itu.Bila Tuhan tetap memberkati bisnis saya dan membuat saya mendapat untung besar, tentu saya akan merasa sayang untuk meninggalkannya dan saya tidak akan pernah menjadi gembala sidang dan tidak pernah ikut dalam pekerjaan Tuhan yang besar.

Masalah tidak pernah terjadi dalam hidup kita tanpa tujuan tertentu dari Allah. Allah bukan sembarangan saja memenuhi hidup kita denganbanyak masalah kalau rambut saya rontok dan saya tidak gundul selamanya saya akan menjadi orang yang tidak percaya kepada Tuhan. Perlu penderitaan untuk membuat kita datang kepada Tuhan.

Setelah ikut Tuhan apakah hidup kita menjadi mudah ? TIDAK !!!
Tuhan tidak pernah menjanjikan hidup yang bebas dengan masalah setelah kita percaya kepadanya. Ketika mulai pelayanan banyak masalah dan penderitaan yang saya alami. Saya banyak mendapat surat kaleng, dianggap gereja sesat sampai dipanggil aparat. Tapi saya belajar semua masalah dan penderitaan itu untuk membuat saya menjadi gembala sidang yang baik.Saya sudah benjol sana-sini, sudah dibenturkan sana-sini, sudah lunak.Kalau saya tetap keras, saya akan menyakiti banyak orang sehingga saya tidak menjadi berkat.Proses membuat saya menjadi gembala sidang yang lebih baik, proses yang membuat Yusuf menjadi penguasa Mesir yang berhasil dan berkenan dihadapan Tuhan.


Dari Seri Pengajaran:
Masalah adalah kendaraan mencapai anugerah Allah oleh PDT Obaja Tanto Setiawan.
 
Masalah adalah kendaraan untuk mencapai anugerah Allah

A. Masalah membawa Yusuf semakin dekat dengan penggenapan janji Allah.

Masalah adalah kendaraan untuk mencapai rencana Allah.Kalau kita perhatikan dalam hidup Yusuf, setiap masalah yang terjadi akan membawanya selangkah lebih dekat dengan penggenapan janji Allah.Ketika janji itu pertama kali diberikan, Yusuf sedang berada di Kanaan sedangkan Tuhan ingin menjadikannya penguasa Mesir.

Untuk membawa Yusuf ke Mesir tentu saja membutuhkan kendaraan yang tepat.Kendaraan itu bisa saja mobil, tapi bisa juga gerobak. Kendaraan yang dipakai Yusuf bukan mobil atau pesawat tetapi gerobak masalah dan penderitaan>bila Yusuf naik mobil, dia tidak akan merasakan kepanansan, kehausan dan kebutuhan akan Allah. Bila naik pesawat, dia tidak akan tahu bagaimana rasanya disakiti, tidak punya harga diri, harus bekerja keras dan setia.

Dengan naik gerobak masalah dan penderitaan, Yusuf sedang ditempa. Tanpa sadar Yusuf sedang dilatih untuk menjadi seorang pemimpin, bagaimana setia dengan perkara yang kecil, bagaimana harus menyelesaikan masalah, bagaimana dikhianati.

Bahkan Yusuf diajari bagaimana hidup kudus dan takut akan Allah, sehingga ketika dia menjadi pemimpin dia menjadi pemimpin yang berhasil dan berkenan kepada Allah. Kita juga belajar dalam hidup Yusuf, orang-orang yang berhubungan dengan Yusuf bukanlah o rang-orang yang biasa saja.Orang pertama adalah seorang pedagang Ismael yang sedang membawa barang dagangan nya ke Mesir. Sebagai pedagang, mereka melihat potensi dalam diri Yusuf untuk dijadikan komoditi.Untuk menjadi penguasa di Mesir, tentu harus berada di Mesir dan sarana yang dipakai Allah adalah pedagang Midian tersebut. Ditangan pedagang, Yusuf akan bertemu dengan banyak orang. Dan benar, Yusuf bertemu dengan Potifar yang kemudian membelinya dan menjadikannya pelayan dirumahnya. Untuk menjadi penguasa, Yusuf tidak bisa bersama dengan pedagang terus menerus maka Yusuf di beli Potifar.Potifar adalah seorang pengawal istana Firaun, kepala pengawal kerajan, seorang yang penting dan memiliki kedudukan.

Allah menyertai Yusuf dan memberkati segala pekerjaannya.Dan tuannya melihat hal itu, sehingga mempercayakan seisi rumahnya kepada Yusuf. Dan karena Yusuf diberkati Tuhan, maka seisi rumah itupun diberkati Tuhan. Tapi Yusuf tidak dapat menjadi penguasa di Mesir kalai ia hanya tinggal di rumah Potifar. Masalah kembali datang supaya Yusuf keluar dari rumah itu.Yusuf kemudian masuk penjara, tapi bukan sembarang penjara melainkan penjara istana. Sekalipun seorang narapidana, tapi Yusuf sudah mulai masuk ke istana. Penjara itu khusus untuk tawanan raja, sehingga oraang-orang yang dia temui juga bukan sembarangan. Ditempat itu Yusuf bertemu dengan juru minum dan juru roti Firaun, orag-orang yang berhubungan langsung dengan raja. Masalah yang dihadapi oleh juru minum dan juru roti bukanlah suatu kebetulan, tapi bagian rencana Allah dalam hidup Yusuf.

Untuk membawa masuk Yusuf ke istana tentu harus melalui Firaun. Allah mendatangkan masalah dalam hidup Firaun dengan hal yang sama seperti yang dialami oleh juru minum dan juru roti raja juga sudah menjadi skenario Allah. Firaun mendapat mimpi yang membuat hatinya susah karena tidak mengerti artinya.Banyak orang pandai diundang untuk mengartikan mimpi itu, tapi karena itu adalah bagian yang sudah dipersiapkan Allah bagi Yusuf, maka tidak seorang yang dapat mengartikannya. Karena apa yang dialami Firaun sama dengan yang dialami juru minum raja, maka juru minum itu teringat pada Yusuf dan membawa Yusuf masuk ke istana.

Sekalipun jalan hidup Yusuf seolah-olah membuatnya turun dan bukan naik, tapi Allah mengerti apa yang terbaik bagi Yusuf untuk mencapai posisi penguasa daripada rancangan Yusuf sendiri. Sama dengan kita, hidup yang seolah-olah terlihat sangat berat ini adalah rancangan Tuhan yang jelas lebih baik daripada rancangan kita sendiri.

Yusuf harus dijual kepada pedagang Midian yang sedang menuju ke Mesri supaya dia bisa dibeli dan bekerja pada Potiar. Yusuf harus difitnah oleh istri Potifar, supaya dia tidak bertahan ditempat itu. Yusuf harus berada dipenjara istana supaya dia bertemu dengan juru minum raja.Juru minum harus mendapat masalah supaya melalui nya Yusuf bisa masuk ke istana. Semua peristiwa yang terjadi dalam hidup Yusuf sedang membawanya menggenapi rencana Tuhan.

B. Pengertian yang benar tentang masalah.

Setelah kita melihat hidup Yusuf, kita bisa belajar bahwa masalah yang terjadi dalam hidup kita adalah rencana Tuhan. Tidak ada yang terjadi secara kebetulan dalam hidup anak-anak Allah. Segala sesuatu ada dalam pemandangan Nya. Masalah dipakai Tuhan untuk membawa kita lebih dekat dengan penggenapan akan janji-janji Allah.

Kita harus menganggap masalah yang datang adalah hal yang biasa, bukan sesuatu yang luar biasa, sehingga respon kita terhadap masalah juga biasa-biasa saja.Kita menyadari bahwa selama kita masih hidup kita akan terus dihadapkan pada masalah. Yang penting, yang harus kita perhatikan adalah reaksi kita terhadap masalah.

Seringkali kita belajar bahwa masalah membuat kita lebih dewasa.Masalah juga membuat kita lebih mengenal dan mengandalkan Tuhan. Tapi kita juga harus memandang masalah sebagai kendaraan yang dipakai Tuhan untuk mencapai rencanaNya. Tuhan sudah merenda perjalanan hidup setiap orang.

Lihat, aku telah melukiskan engkau ditelapak tanganKu; tembok-tembok mu tetap diruang mataKu ( Yesaya 49 : 16 )

Ada rencana yang indah yang sudah dipersiapkan Tuhan bagi setiap anak-anak Nya dan untuk mencapainya tidak selalu lewat jalan yang mulus, kadang-kadang harus melalui semak belukar, padang gurum, dan jalan yang terjal.

Mungkin keadaan kita sudah seperti budak, sudah habis-habisan, seperti tidak punya arti lagi, kita jangan kecewa dan menyerah supaya tidak kehilangan janji Allah. Sekalipun kita sedang menghadapi masalah, kita harus tetap setia, tetap rajin beribadah dan melayani.Kalau kita jatuh dan bekerja dengan kecewa, kita akan menjadi pegawai yang gagal, pahit hati, sehingga kita tidak menjadi berkat.

Yusuf tidak mau kecewa dengan keadaan disekelilingnya, dia tetap percaya dan memengang janji Tuhan sehingga sekalipun menjadi budak dia menjadi budak yang berhasil, yang diberkati sehingga memberkati sekelilingnya. Yusuf tidak menjadi narapidana yang frustasi dan brutal. Didalam penjara, Yusuf menjaga hidupnya tetap kudus dihadapan Tuhan, sikapnya sopan sehingga menjadi kepercayaan kepala penjara.

Mungkin dulu kita seorang Boss, tapi kemudian jatuh bangkrut dan hanya menjadi pegawai biasa. Kita harus tetap melekat pada Tuhan dan mengandalkan Dia, supaya kita menjadi karyawan yang berprestasi dan dipercayai.Kalau kita salah menanggapi masalah, kita akan terus menjadi budak dan tawanan selam-lamanya.

Dimanapn kita berada kita harus menjadi berkat, disekolah kita menjadi murid yang berbakat, dikantor kita menjadi pegawai yang berbakat, dirumah sakit kita menjadi dokter yang menjadi berkat. Sekalipun Yusuf menjadi budak, tapi budak yang dipercayai, sekalipun menjadi tawanan tapi tawanan yang menjadi berkat. Meskipun dia di fitnah oleh istri Potifar, dilupakan oleh juru minum raja, Yusuf tidak menyimpan dendam dan sakit hati.Bahkan ketika Yusuf dijual oleh saudara-saudaranya sendiri, orang-orang yang seharusnya mengasihi dan memperlakukannya dengan baik, dia tidak emnyimpan sakit hati.karena sikap Yusuf benar, maka Allah mengangkatnya menjadi penguaa di Mesir.Bila Yusuf seorang pendendam dia akan menjebloskan semua orang yang pernah menyengsarakan hidupnya kedalam penjara, dia akanmenghukum semua saudaranya dengan kejam. Allah tidak akan bisa memakai hidupnya menjadi berkat dan terang bagi sekelilingnya. Sikap menentukan tindakan kita sedangkan keadaan kita, tergantung pada tindakan kita.Sikap yang benar akan membuat keadaan kita juga menjadi lebih baik.

C. Masalah membawa kita lebih dekat dengan penggenapan janji Allah


Ada seseorang yang buta sejak lahir karena suatu penyakit. Kita menyadari keadaan nya, dia sempat kecewa dan bertanya-tanya kepada Tuhan mengapa dia memiliki kondisi fisik seperti itu, beranjak dewasa, pikirannya berubah. Dia menyadari bahwa dengan keadaan seperti itu Allah memiliki rencana yang indah bagi hidupnya.Dia mulai mengucap syukur dan membangun pikiran yang positif.Dia sadar kalau dia bisa melihat dia pasti akan sibuk dengan banyak hal. Karena dia buta, dia bisa konsentrasi dengan beberapa hal saja tapi maksimal. Tuhan memberinya talenta menciptakan lagu.Karena tidak banyak pekerjaannya setiap hari dia memuji dan menyembah Tuhan.Salah satu lagu ciptaannya yang sangat terkenal dan masih kita nyanyikan sampai saat ini adalah ' Yesus, Yesus dengar doaku.' Ada lebih dari 6000 lagu yang berhasil dia ciptakan yang terus dinyanyikan oleh orang-orang sampai saat ini dan dipakai Allah dengan luar biasa.

Ada sebuah ilustrasi tentang marmer lantai dan patung marmer disebuat musium.Setiap pengunjung akan menginjakkan kakinya dihamparan lantai marmer sambil melihat dengan penuh kekaguman pada patung marmer didekat pintu.Pemandangan yang terjadi setiap hari tersebut membuat marmer lantai menjadi geram kepada marmer patung dan terjadilah percakapan berikut :

Marmer lantai berkata kepada marmer patung " Ini tidak adil ! masak saya dijadikan keset, setiap hari diinjak-injak orang. Padahal kitakan berasal dari tempat yang sama. Tapi coba lihat ? kamu selalu dikagumi orang, sementara saya dicuekin "
"Teman", jawab patung sambil tetap tenang " Ingatan mu begitu pendek. kita memang berasal dari gunung yang sama, tapi pasti kau sudah lupa, apa yang terjadi setelah itu !
"Tidak" ! jawab si lantai ketus.
"Cobalah kamu ingat kembali. disainer memotong-motong kita dari lereng gunung, kau sendiri yang menolak peralatan pahat ketika henak mengukirmu".

"Tentu saya tidak mau !" teriak lantai, tindakan itu menyakitkan. Saya tidak perlu dibentuk.

Karena kau melawan ketika hendak dipahat, akhirnya sang disainer memilih aku, jelas patung. Aku bersedia memanggung segala penceritaan dan rasa perih akibat pahat.
"Wah, aku tidak sampai berpikir seperti itu ".
Begitulah. Kau sudah menyerah ditengah jalan, balas patung.Makanya sekarang tidak usah menyesal. Jangan lagi menyalahkan orang-orang yang menginjakmu.

Kedua marmer itu sedang menunjuk pada hidup kita. Allah sudah menyiapkan sebuah rancangan yang indah untuk setiap kita, tapi untuk mencapai nya tidak semulus dan semenyenangkan bayangan kita. Apakah kita mau dibentuk atau tidak itu terserah kita. Tapi bila kita ingin menjadi seperti patung mamer yang mendapat kemuliaan itu, kita harus mau merasakan sakitnya sipahat, diukur dan dipukul.

Ketika Tuhan mengijinkan masalah dan penderitaan sering kita bertanya-tanya " Tuhan mengapa keadaan ku seperti ini ? aku sudah menjaga kekudusan dan hidup benar dihadapanMu mengapa Engkau tidak membela aku ? Mengapa Tuhan mengijinkan penderitaan ku ? " Secara daging, penderitaaan yang dialami Yusuf sebenarnya memberinya banyak alasan untuk mengeluh.Karena Yusuf terus memegang janji Allah.

Bila kita melihat hidup Yusuf seolah-olah tidak ada pertolongan Tuhan. Dimanakah Tuhan ketika dia dimasukkan sumur, ketika dia dijadikan budak, ketika dia masuk penjara, ketika dia dilupakan ! Mengasihi Yusuf dan kita sebagai anak-anakNya, tetapi masalah adalah proses kehidupan. Menjadi orang-orang yang dikasihi Allah bukan berarti hidup tanpa masalah. Mungkin keadaan kita sekarang seperti masalah yang dialami Yusuf ? Tidak bersalah, tetapi difitnah, di PHK, diperlakukan tidak adil seolah-olah tidak ada pertolongan ? Sama seperti yang dilakukan Tuhan dalam hidup Yusuf, demikian juga hidup kita sedang dibawa Allah semakin mendekat pada rencana Nya.

( dari seri pengajaran : Masalah Adalah Kendaraan Mencapai Anugerah Allah )
 
Baca deh Seni Menjalankan Hidup yang Sulit tulisan Pdt Julianto. Belum baca bukunya sih, tapi udah pernah dengerin sih penjelasannya ttg bk itu di RPK...

Perlu buat doanya? :D
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.