roughtorer
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 44416
- Sejak
- 24 Mei 2008
- Pesan
- 6.755
- Nilai reaksi
- 175
- Poin
- 63
Thursday, 28 August 2008
Terkuaknya identitas Mr X sebagai korban ke-10 Ryan yang ditemukan di pekarangan rumahnya, selain dari hasil uji DNA, juga berdasarkan pengakuan Ryan saat diperiksa penyidik Polda Metro Jaya Jakarta, beberapa waktu lalu. Ryan mengaku membunuh Asrori alias Aldo, 21, lantaran tersinggung setelah mendengar perkataan Asrori. Waktu itu, diperkirakan Desember 2006, Aldo bertanya pada Ryan, “apakah kamu kucing?”. Di komunitas gay dan homoseksual, 'kucing' adalah istilah untuk mereka yang melacurkan diri guna mendapatkan uang setelah berhubungan badan. Ryan memang gay, yang dalam berhubungan seks berperan sebagai pihak perempuan.
“Berdasarkan pengakuan dia (Ryan), Aldo dibunuh Ryan karena tersinggung dengan omongannya. Dia bilang ke Ryan, 'apakah kamu kucing',” terang Kasat Pidum Ditreskrim Polda Jatim, AKBP Susanto, Rabu (27/8).
Atas ketersinggungan itu, kemudian disusun rencana untuk membunuh Asrori. Aldo --warga Kalangsemanding, Perak, Jombang--lantas diajak Ryan ke rumahnya di Dusun Maijo, Desa Jatiwates, Kec. Tembelang, Jombang. Saat berada di pekarangan belakang rumah, Asrori dipukul dengan linggis pada bagian belakang kepalanya hingga tewas dan mayatnya dikubur di tempat itu juga.
Dalam penyidikan di Satpidum Ditreskrim Polda Jatim akhir Juli lalu, Ryan sempat mengaku tak kenal saat polisi memperlihatkan foto Asrori, guna mengidentifikasi Mr X. Tapi ketika dijenguk keluarganya di tahanan Polda Metro Jaya 17 Agustus lalu, Ryan baru ingat dan mengatakan bahwa Mr X itu Asrori.
“Saat dibongkar 28 Juli lalu, di kuburan Asrori ditemukan 10 buah gelang karet yang melekat di lengan kiri kerangkanya, serta sebuah kalung dari butiran kayu,” ujar anggota tim forensik Polda Jatim, Kompol dr Heri Widjatmoko.
Kerangka Asrori itu hingga kemarin masih disimpan di kamar jenazah RS Bhayangkara Polda di Surabaya.tja/st8
Terkuaknya identitas Mr X sebagai korban ke-10 Ryan yang ditemukan di pekarangan rumahnya, selain dari hasil uji DNA, juga berdasarkan pengakuan Ryan saat diperiksa penyidik Polda Metro Jaya Jakarta, beberapa waktu lalu. Ryan mengaku membunuh Asrori alias Aldo, 21, lantaran tersinggung setelah mendengar perkataan Asrori. Waktu itu, diperkirakan Desember 2006, Aldo bertanya pada Ryan, “apakah kamu kucing?”. Di komunitas gay dan homoseksual, 'kucing' adalah istilah untuk mereka yang melacurkan diri guna mendapatkan uang setelah berhubungan badan. Ryan memang gay, yang dalam berhubungan seks berperan sebagai pihak perempuan.
“Berdasarkan pengakuan dia (Ryan), Aldo dibunuh Ryan karena tersinggung dengan omongannya. Dia bilang ke Ryan, 'apakah kamu kucing',” terang Kasat Pidum Ditreskrim Polda Jatim, AKBP Susanto, Rabu (27/8).
Atas ketersinggungan itu, kemudian disusun rencana untuk membunuh Asrori. Aldo --warga Kalangsemanding, Perak, Jombang--lantas diajak Ryan ke rumahnya di Dusun Maijo, Desa Jatiwates, Kec. Tembelang, Jombang. Saat berada di pekarangan belakang rumah, Asrori dipukul dengan linggis pada bagian belakang kepalanya hingga tewas dan mayatnya dikubur di tempat itu juga.
Dalam penyidikan di Satpidum Ditreskrim Polda Jatim akhir Juli lalu, Ryan sempat mengaku tak kenal saat polisi memperlihatkan foto Asrori, guna mengidentifikasi Mr X. Tapi ketika dijenguk keluarganya di tahanan Polda Metro Jaya 17 Agustus lalu, Ryan baru ingat dan mengatakan bahwa Mr X itu Asrori.
“Saat dibongkar 28 Juli lalu, di kuburan Asrori ditemukan 10 buah gelang karet yang melekat di lengan kiri kerangkanya, serta sebuah kalung dari butiran kayu,” ujar anggota tim forensik Polda Jatim, Kompol dr Heri Widjatmoko.
Kerangka Asrori itu hingga kemarin masih disimpan di kamar jenazah RS Bhayangkara Polda di Surabaya.tja/st8