• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Alasan Saudi Larang Wanita Mengemudi

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Fime7.jpg
Riyadh - Membiarkan perempuan mengemudi di Arab Saudi berarti akan banyak gadis yang tak perawan dan peningkatan homoseksualitas, menurut akademisi di dewan tertinggi agama Arab Saudi, Majlis al-Ifta 'al-A'ala, seperti dilaporkan Telegraph.

Selain itu, jika wanita dibiarkan berkeliaran di jalan -maksudnya mengemudi- maka pornografi, tingkat prostitusi, dan perceraian akan meningkat.

Kamal Subhi, mantan profesor di King Fahd University, dalam penelitiannya menyebutkan, jika larangan mengemudi dicabut, maka tidak akan ada perawan yang tersisa di kerajaan Arab dalam 10 tahun. Arab Saudi adalah satu-satunya negara di dunia yang melarang perempuan mengemudi.

Profesor Subhi menjelaskan, ia pernah duduk di sebuah kedai kopi di sebuah negara Arab yang tidak disebutkan namanya di mana "semua perempuan menatapku". "Salah satu membuat yang membuat hal ini terjadi adalah karena tak ada larangan," katanya. "Inilah yang terjadi ketika perempuan diizinkan untuk mengemudi."
Laporan ini disusun untuk Dewan Syura, semacam Dewan Perwakilan Rakyat, yang akan memberi masukan terkait larangan mengemudi. Namun lembaga ini tidak memiliki kekuatan karena sistem monarki membuat kekuasaan absolut di tangan raja.

Larangan kontroversial ini menghangat bulan September setelah Shaima Jastaniya dihukum 10 cambukan hanya beberapa hari setelah Raja Saudi Abdullah diberikan perempuan hak untuk memilih. Hukuman itu dibatalkan setelah tekanan internasional dan domestik.
rcIJR.jpg
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.