Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 14.408
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita Alasan MU ngotot merekrut Jadon Sancho.
Gelandang timnas Inggris yg juga pemain Borussia Dortmund Jadon Sancho saat turut dalam sesi latihan di St Georges Park di Burton-on-Trent, Inggris, 12 Juni 2021. ANTARA/AFP/Justin Tallis.
Dia sanggup menciptakan situasi-situasi berbahaya dengan teknik, laju & dribelnyaJakarta (ANTARA) - Bukan Harry Kane, bukan Jack Grealish, bukan Raphael Varane, bukan pula Pau Torres, apalagi Erling Braut Haaland. Ternyata pemain perdana yg direkrut Manchester United pada jendela musim panas 2021 ini adalah Jadon Sancho.
"Manchester United dengan bahagia hati mengumumkan sudah mencapai kesepakatan prinsipil dengan Borussia Dortmund untuk transfer Jadon Sancho,” biasa Setan Merah dalam lamannya, Jumat.
"Kesepakatan ini masih tergantung kepada persyaratan kontrak & medis yg akan diselesaikan setelah keterlibatan Jadon dalam UEFA European Championship (Piala Eropa),” sambung Man United.
Baca juga: MU capai kesepakatan dengan Dortmund untuk transfer Jadon Sancho
Kecuali Odion Ighalo & Edinson Cavani yg keduanya masuk saat window-dressing bursa transfer, MU belakangan lebih memilih pemain-pemain muda sebagai target transfernya.
Donny van de Beek, Amad Diallo & bahkan Bruno Fernandes yg merapat ke Old Trafford dalam usia 24 tahun, adalah contoh-contohnya.
Kontrak untuk pemain Borussia Dortmund berusia 21 tahun itu sendiri disebut bernilai 73 juta pound atau setara Rp1,46 triliun.
Kendati orang tahu sejak lama MU mengincar Sancho, tetap saja opsi itu mengejutkan karena selama ini mengira Setan Merah bakal memprioritaskan bek & striker yg selama ini dianggap titik kekurangan Man United.
Lagi pula, United sudah memiliki pemain yg satu tipe dengan Sancho yg bermain pada posisi yg sama dengan dia, Mason Greenwood.
Atau jangan-jangan Ole Gunnar Solksjaer berubah pikiran setelah melihat Victor Lindelof yg sering dikritik tak cocok mendampingi Hary Maguire, tampil menawan dalam Euro 2020, khususnya saat membendung gelombang serangan Spanyol dalam pertandingan fase grup, sehingga dia memupus pencarian bek tengah baru.
Baca juga: Borussia Dortmund konfirmasi transfer Jadon Sancho ke Man United
Solksjaer juga tidak terganggu oleh keputusan Manajer Timnas Inggris Gareth Southgate yg belum pernah menurunkan Sancho, padahal Piala Eropa sudah lebih dari separuh jalan.
MU tampaknya susah melupakan pemain sayap ini & harga yg lebih rendah pada masa pandemi menciptakan Setan Merah memutuskan untuk akhirnya membeli Sancho yg sudah mereka bidik sejak musim panas lalu.
Bagi sejumlah kalangan & media, Sky Sports di antaranya, opsi Sancho itu justru bakal menolong Mason Greenwood bersinar di Old Trafford.
Meskipun skuad Solskjaer dianggap lebih membutuhkan pemain-pemain yg beroperasi di area-area yg bukan jadi spesialisasi Sancho, namun United tak dapat mengabaikan fakta bahwa Sancho adalah salah seorang pemain muda paling mengesankan di dunia saat ini.
Kengototan United dalam memburu Sancho, menurut Sky Sports, dilatarbelakangi oleh tiga faktor yg meliputi konsistensi, kretivitas & keserbadapatan sang pemain.
Kinerja Sancho melempem pada awal musim lalu di mana selama 1.298 menit tak dapat mencetak gol. Selama periode itu dia tidak dapat berkonsentrasi penuh di lapangan karena diganggu oleh spekulasi mengenai masa depannya bersama Dortmund, khususnya isu kepindahan ke Old Trafford.
Baca juga: Dortmund tolak tawaran awal Manchester United untuk Jadon Sancho
Konsisten, kreatif, serba dapat
Tapi itu tidak lama, karena hingga paruh kedua musim lalu dia kembali bersinar. Statistik penampilannya selama di Jerman dari berbagai variabel, menunjukkan pemain berusia 21 tahun itu luar biasa konsisten.
Sekalipun pada awal musim sempat dikacaukan oleh spekulasi pindah klub, Sancho masih dapat menuntaskan musim lalu dengan torehan delapan gol & 11 assist. Dan total sejak musim 2018-2019, dia sudah menciptakan 78 assist. Catatan ini menciptakan dia masuk 10 pemain top dalam liga-liga akbar Eropa.
Dalam daftar itu dia menyamai striker Tottenham Hotspur Harry Kane yg merupakan pencetak gol & assist terbanyak Liga Premier musim lalu. Ini menegaskan betapa efektifnya Sancho.
Yang menciptakan dia punya nilai lebih adalah umurnya yg masih muda. Tak ada pemain berusia 21 tahun lainnya di Eropa yg menyamai pencapaian Sancho dalam tiga tahun terakhir. Enam dari 10 pemain top Eropa menciptakan catatan gol & assist sebanyak itu dalam usia 30 tahun atau lebih.
Sancho bahkan belum mencapai usia puncaknya & ini menciptakan MU kian yakin merekrutnya karena dia akan terus meningkat hingga puncak karirnya yg akan menolong MU menjalani musim-musim selanjutnya.
Keputusan MU membeli Sancho mengherankan sejumlah kalangan, mengingat Setan Merah sudah memiliki Mason Greenwood dengan peran sama seperti Sancho.
Baca juga: Marcus Rashford sambut hangat kabar kedatangan Jadon Sancho ke MU
Greenwood yg dua tahun lebih muda dari Sancho, menikmati musim yg menggairahkan musim lalu dengan mencetak delapan gol dari 14 pertandingan & sudah 52 kali tampil dalam berbagai kompetisi. Dia memiliki masa depan cerah di Old Trafford.
Memang benar Greenwood & Sancho memiliki kemiripan, dalam hal kecepatan, akselerasi, & kemampuan menuntaskan peluang. Tapi ada hal yg dipunyai Sancho yg tidak dipunyai Greenwood. Apa itu? Kreativitas.
Sancho lebih merupakan perancang gol, ketimbang pencipta gol. Musim lalu dia masuk lima akbar Bundesliga dalam soal assist, & menciptakan peluang serta peluang emas. Greenwood tidak memiliki catatan semeyakinkan itu.
Catatan assist Sancho selama tiga musim terakhir bahkan lebih mengesankan lagi. Dia cuma kalah dari pemain Bayern Muenchen Thomas Muller & pemain Barcelona Lionel Messi, bahkan tujuh assist lebih banyak ketimbang bintang Manchester City Kevin De Bruyne.
Yang juga kelebihan Sancho dari Greenwood adalah kemampuan dribelnya. Dia tenang & cerdas dalam menciptakan keputusan bagaimana umpan terakhir dikelola.
"Dia sanggup menciptakan situasi-situasi berbahaya dengan teknik, laju & dribelnya,” mengatakan Mueller. "Ada pendribel-pendribel lain dengan kualitas sama di Bundesliga, tetapi mereka tak sanggup menciptakan keputusan seluar biasa (Sancho) ini.”
Baca juga: Jadon Sancho sesali gagal trigol di final DFB Pokal
Sancho memang lebih menyukai peran di sisi kanan, tetapi dia juga sanggup beroperasi dengan sama baiknya dalam setiap posisi serang. Borussia Dortmund bahkan memasangnya di area-area bek sayap.
Kelebihan ini justru menolong Solksjaer dalam merekonfigurasi regu serangnya tanpa harus mengorbankan Greenwood. Untuk itu, gaya bermain Sancho malah dapat menolong Greenwood bertransformasi jadi striker tengah yg justru lagi dicari United.
Greenwood, seperti halnya Marcus Rashford, amat berbahaya manakala berlari mendahului lini pertahanan lawan.
Dan Sancho memiliki visi & kualitas teknik dalam melihat & mengeksekusi umpan-umpan yg membelah pertahanan.
Di Bundesliga dalam tiga musim terakhir, kecuali Joshua Kimmich & pemain Mainz Jean-Paul Boetius, tak ada yg menandingi Sancho dalam soal visi & kualitas teknisnya.
Oleh karena itu, masuk akal juga kalau Setan Merah tetap merekrut Sancho.
Mungkin Southgate perlu memberikan beberapa menit kepada Sancho untuk bermain dalam Euro 2020 supaya kualitas-kualitasnya dapat disaksikan semua orang. Tetapi bagi MU itu sudah tak diperlukan lagi.
Baca juga: Lupakan Haaland, tujuh talenta ini siap curi perhatian di EURO 2020
Berita diatas dikutip dari internet, jika Alasan MU ngotot merekrut Jadon Sancho adalah spam, mohon beritahu kami.
Gelandang timnas Inggris yg juga pemain Borussia Dortmund Jadon Sancho saat turut dalam sesi latihan di St Georges Park di Burton-on-Trent, Inggris, 12 Juni 2021. ANTARA/AFP/Justin Tallis.
Dia sanggup menciptakan situasi-situasi berbahaya dengan teknik, laju & dribelnyaJakarta (ANTARA) - Bukan Harry Kane, bukan Jack Grealish, bukan Raphael Varane, bukan pula Pau Torres, apalagi Erling Braut Haaland. Ternyata pemain perdana yg direkrut Manchester United pada jendela musim panas 2021 ini adalah Jadon Sancho.
"Manchester United dengan bahagia hati mengumumkan sudah mencapai kesepakatan prinsipil dengan Borussia Dortmund untuk transfer Jadon Sancho,” biasa Setan Merah dalam lamannya, Jumat.
"Kesepakatan ini masih tergantung kepada persyaratan kontrak & medis yg akan diselesaikan setelah keterlibatan Jadon dalam UEFA European Championship (Piala Eropa),” sambung Man United.
Baca juga: MU capai kesepakatan dengan Dortmund untuk transfer Jadon Sancho
Kecuali Odion Ighalo & Edinson Cavani yg keduanya masuk saat window-dressing bursa transfer, MU belakangan lebih memilih pemain-pemain muda sebagai target transfernya.
Donny van de Beek, Amad Diallo & bahkan Bruno Fernandes yg merapat ke Old Trafford dalam usia 24 tahun, adalah contoh-contohnya.
Kontrak untuk pemain Borussia Dortmund berusia 21 tahun itu sendiri disebut bernilai 73 juta pound atau setara Rp1,46 triliun.
Kendati orang tahu sejak lama MU mengincar Sancho, tetap saja opsi itu mengejutkan karena selama ini mengira Setan Merah bakal memprioritaskan bek & striker yg selama ini dianggap titik kekurangan Man United.
Lagi pula, United sudah memiliki pemain yg satu tipe dengan Sancho yg bermain pada posisi yg sama dengan dia, Mason Greenwood.
Atau jangan-jangan Ole Gunnar Solksjaer berubah pikiran setelah melihat Victor Lindelof yg sering dikritik tak cocok mendampingi Hary Maguire, tampil menawan dalam Euro 2020, khususnya saat membendung gelombang serangan Spanyol dalam pertandingan fase grup, sehingga dia memupus pencarian bek tengah baru.
Baca juga: Borussia Dortmund konfirmasi transfer Jadon Sancho ke Man United
Solksjaer juga tidak terganggu oleh keputusan Manajer Timnas Inggris Gareth Southgate yg belum pernah menurunkan Sancho, padahal Piala Eropa sudah lebih dari separuh jalan.
MU tampaknya susah melupakan pemain sayap ini & harga yg lebih rendah pada masa pandemi menciptakan Setan Merah memutuskan untuk akhirnya membeli Sancho yg sudah mereka bidik sejak musim panas lalu.
Bagi sejumlah kalangan & media, Sky Sports di antaranya, opsi Sancho itu justru bakal menolong Mason Greenwood bersinar di Old Trafford.
Meskipun skuad Solskjaer dianggap lebih membutuhkan pemain-pemain yg beroperasi di area-area yg bukan jadi spesialisasi Sancho, namun United tak dapat mengabaikan fakta bahwa Sancho adalah salah seorang pemain muda paling mengesankan di dunia saat ini.
Kengototan United dalam memburu Sancho, menurut Sky Sports, dilatarbelakangi oleh tiga faktor yg meliputi konsistensi, kretivitas & keserbadapatan sang pemain.
Kinerja Sancho melempem pada awal musim lalu di mana selama 1.298 menit tak dapat mencetak gol. Selama periode itu dia tidak dapat berkonsentrasi penuh di lapangan karena diganggu oleh spekulasi mengenai masa depannya bersama Dortmund, khususnya isu kepindahan ke Old Trafford.
Baca juga: Dortmund tolak tawaran awal Manchester United untuk Jadon Sancho
Konsisten, kreatif, serba dapat
Tapi itu tidak lama, karena hingga paruh kedua musim lalu dia kembali bersinar. Statistik penampilannya selama di Jerman dari berbagai variabel, menunjukkan pemain berusia 21 tahun itu luar biasa konsisten.
Sekalipun pada awal musim sempat dikacaukan oleh spekulasi pindah klub, Sancho masih dapat menuntaskan musim lalu dengan torehan delapan gol & 11 assist. Dan total sejak musim 2018-2019, dia sudah menciptakan 78 assist. Catatan ini menciptakan dia masuk 10 pemain top dalam liga-liga akbar Eropa.
Dalam daftar itu dia menyamai striker Tottenham Hotspur Harry Kane yg merupakan pencetak gol & assist terbanyak Liga Premier musim lalu. Ini menegaskan betapa efektifnya Sancho.
Yang menciptakan dia punya nilai lebih adalah umurnya yg masih muda. Tak ada pemain berusia 21 tahun lainnya di Eropa yg menyamai pencapaian Sancho dalam tiga tahun terakhir. Enam dari 10 pemain top Eropa menciptakan catatan gol & assist sebanyak itu dalam usia 30 tahun atau lebih.
Sancho bahkan belum mencapai usia puncaknya & ini menciptakan MU kian yakin merekrutnya karena dia akan terus meningkat hingga puncak karirnya yg akan menolong MU menjalani musim-musim selanjutnya.
Keputusan MU membeli Sancho mengherankan sejumlah kalangan, mengingat Setan Merah sudah memiliki Mason Greenwood dengan peran sama seperti Sancho.
Baca juga: Marcus Rashford sambut hangat kabar kedatangan Jadon Sancho ke MU
Greenwood yg dua tahun lebih muda dari Sancho, menikmati musim yg menggairahkan musim lalu dengan mencetak delapan gol dari 14 pertandingan & sudah 52 kali tampil dalam berbagai kompetisi. Dia memiliki masa depan cerah di Old Trafford.
Memang benar Greenwood & Sancho memiliki kemiripan, dalam hal kecepatan, akselerasi, & kemampuan menuntaskan peluang. Tapi ada hal yg dipunyai Sancho yg tidak dipunyai Greenwood. Apa itu? Kreativitas.
Sancho lebih merupakan perancang gol, ketimbang pencipta gol. Musim lalu dia masuk lima akbar Bundesliga dalam soal assist, & menciptakan peluang serta peluang emas. Greenwood tidak memiliki catatan semeyakinkan itu.
Catatan assist Sancho selama tiga musim terakhir bahkan lebih mengesankan lagi. Dia cuma kalah dari pemain Bayern Muenchen Thomas Muller & pemain Barcelona Lionel Messi, bahkan tujuh assist lebih banyak ketimbang bintang Manchester City Kevin De Bruyne.
Yang juga kelebihan Sancho dari Greenwood adalah kemampuan dribelnya. Dia tenang & cerdas dalam menciptakan keputusan bagaimana umpan terakhir dikelola.
"Dia sanggup menciptakan situasi-situasi berbahaya dengan teknik, laju & dribelnya,” mengatakan Mueller. "Ada pendribel-pendribel lain dengan kualitas sama di Bundesliga, tetapi mereka tak sanggup menciptakan keputusan seluar biasa (Sancho) ini.”
Baca juga: Jadon Sancho sesali gagal trigol di final DFB Pokal
Sancho memang lebih menyukai peran di sisi kanan, tetapi dia juga sanggup beroperasi dengan sama baiknya dalam setiap posisi serang. Borussia Dortmund bahkan memasangnya di area-area bek sayap.
Kelebihan ini justru menolong Solksjaer dalam merekonfigurasi regu serangnya tanpa harus mengorbankan Greenwood. Untuk itu, gaya bermain Sancho malah dapat menolong Greenwood bertransformasi jadi striker tengah yg justru lagi dicari United.
Greenwood, seperti halnya Marcus Rashford, amat berbahaya manakala berlari mendahului lini pertahanan lawan.
Dan Sancho memiliki visi & kualitas teknik dalam melihat & mengeksekusi umpan-umpan yg membelah pertahanan.
Di Bundesliga dalam tiga musim terakhir, kecuali Joshua Kimmich & pemain Mainz Jean-Paul Boetius, tak ada yg menandingi Sancho dalam soal visi & kualitas teknisnya.
Oleh karena itu, masuk akal juga kalau Setan Merah tetap merekrut Sancho.
Mungkin Southgate perlu memberikan beberapa menit kepada Sancho untuk bermain dalam Euro 2020 supaya kualitas-kualitasnya dapat disaksikan semua orang. Tetapi bagi MU itu sudah tak diperlukan lagi.
Baca juga: Lupakan Haaland, tujuh talenta ini siap curi perhatian di EURO 2020
Berita diatas dikutip dari internet, jika Alasan MU ngotot merekrut Jadon Sancho adalah spam, mohon beritahu kami.