AD5356QU
IndoForum Beginner C
- No. Urut
- 281096
- Sejak
- 27 Mei 2013
- Pesan
- 794
- Nilai reaksi
- 9
- Poin
- 18
yamaha force, keluaran terbaru motor bebek yamaha
Penjualan motor bebek terus mengalami penyusutan dalam beberapa tahun ini. Motor tipe itu kalah populer dengan matik dan sport di Indonesia.
Lantas apa penyebabnya bebek mulai tersingkirkan di pasar?
Menurut Executive Vice President Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Dyonisius Beti, belakangan ini produsen motor bebek hanya fokus ke matik dan sport, sehingga bebek tidak diperhatikan. "Tidak ada pengembangan baru di segmen bebek. Sehingga modelnya membosankan dan ditinggalkan konsumen," kata Dyon di Jakarta, Rabu 12 Juni 2013.
Dia menjelaskan, pasar bebek sebenarnya bergeser yang tadinya banyak di perkotaaan, kini beralih ke daerah pinggiran dan pedalaman. "Sekarang bebek lebih banyak digunakan di daerah-dearah. Karena kontur jalan di sana lebih cocok bebek dibanding matik," ujarnya.
Melihat peluang itu, Yamaha berusaha untuk melengkapi line-up bebek atau celah kosong di antara Vega dan Jupiter, dengan meluncurkan Force.
"5 tahun lalu segmen motor bebek entry level ini sangat besar pasarnya. Tapi karena kurang perhatian jadi ditinggalkan konsumen. Seharusnya jangan seperti itu, meski matik jadi andalan, kita tak ingin segmen ini tidak diperhatikan. Jadi kami hadirkan Force untuk masyarakat menengah ke bawah," katanya.
Force merupakan upaya Yamaha untuk merebut predikat raja bebek Tanah Air, di mana mereka sempat merasakan hal itu melalui bebek 2-tak, Force1 di era90an. "Namanya memang sama, karena kita berharap ini bisa mengulang kesuksesan seperti dulu," tambahnya.
Yamaha menargetkan penjualan Force sebanyak 15-20 ribu unit per bulan. Motor bermesin injeksi 115cc ini dibanderol Rp13,3 juta On the Road Jakarta. Perusahaan mengklaim Force lebih irit sebesar 12 persen dan bertenaga 21 persen dibanding Vega.