• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Alasan Mengapa Celana Dalam Harus Dicuci Terpisah

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Saat mencuci, seringkali kita secara sengaja mencampurkan beberapa tipe pakaian secara bersamaan.Padahal, kalau ditelisik lebih dalam, ternyata ini memiliki akibat buruk lho Gan. Khususnya ketika mencuci celana dalam.

Berikut ini alasan penting mengapa celana dalam harus dicuci terpisah.
emoticon-Malu (S)


Alasan Mengapa Celana Dalam Harus Dicuci Terpisah


1. Sebabkan penyebaran infeksi
Mencuci pakaian memang jadi salah satu pekerjaan rumahan yg paling menguras tenaga. Tak ayal, kita dengan sengaja menyatukan segala tipe pakaian demi menghemat waktu & tenaga.

Padahal, tindakan tersebut dianggap tidak tepat. Setiap pakaian ada kuman & bakteri yg menempel. Sehingga, saat celana dalam ikut tercampur, maka risiko penyebaran bakteri yg akan menyebabkan infeksi memiliki peluang akbar untuk menyebar ke pakaian lain.

2. Tidak higienis
Rata-rata sepasang pakaian dalam kemungkinan memiliki sekitar 1/10 gram kotoran selama sehari. Jadi, kalau memasukkan ke mesin cuci bersama dengan pakaian lain, maka akan ada sekitar 100 juta bakteriE. colidanStaphylococcus aureusdi dalam air cucian.

Penelitian yg dilakukan Dr. Charles Gerba, profesor mikrobiologi di Universitas Arizona, Amerika Serikat (AS), menyimpulkan bahwa menempatkan cuma satu potong celana dalam dengan pakaian lain selama mencuci dapat mentransmisikan 100 juta E. coli ke dalam air.

3. Harus menentukan suhu air
Mesin cuci sepenuhnya sudah menciptakan pekerjaan satu ini jadi sangat sederhana. Namun perlu diketahui, saat mencuci pakaian dalam harus menentukan suhu air secara ideal untuk membunuh bakterinya, yakni minimal 40 derajat Celsius.

Ditambah lagi, kebutuhan untuk mencuci pakaian secara terpisah dalam air panas mungkin akan semakin meningkat kalau pemakainya menderita beberapa infeksi tambahan. Para peneliti bahkan merekomendasikan untuk meningkatkan suhu air hingga 60 derajat Celsius.Jangan lupa juga untuk memisahkan pakaian bayi. Sebab, bayi lebih rentan kepada infeksi.

4. Pemilihan detergen
Sebagian akbar dari kita mengandalkan deterjen yg kuat untuk membersihkan pakaian, tetapi dengan suhu air yg tidak tepat. Ini justru menciptakan pakaian dalam lebih rentan terinfeksi bakteri.

Jika tidak mengpakai air panas, kita dapat mengpakai detergen yg ditambahkan pemutih.Tetapi kalau kemungkinan infeksi tinggi, maka harus mengambil kedua langkah bersamaan.Selain itu, deterjen cair diketahui tidak mengandung zat pemutih yg cukup untuk membersihkan pakaian dalam & pakaian kotor lain. Zat pemutih ini penting karena sanggup membebaskan pakaian dari bakteri pembawa infeksi.

emoticon-Jempol
emoticon-Jempol





Hari ini 11:32
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.