• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Alasan Mendag Libatkan Swasta dalam Impor Daging Sapi

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Pemerintah kembali akan mengimpor daging sapi beku sebanyak 27.400 ton. Hal ini dilakukan untuk menambah pasokan daging sapi dalam negeri, sehingga bisa menekan harga.

Dalam impor daging sapi kali ini, pemerintah tidak hanya melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saja. Tapi pihak swasta dilibatkan juga dalam impor daging sapi.

Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong menilai sinergi sejumlah BUMN dalam urusan impor dan penyimpanan daging beku sangat berantakan.

Badan Urusan Logistik (Bulog), PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan PT Berdikari (Persero) kurang rapi bersinergi. Alhasil, banyaknya daging sapi beku yang disimpan di gudang Bulog hingga membusuk.

Thomas menuturkan saat ini BUMN yang melakukan impor hanya Berdikari. Namun, menurut Thomas itu sangat rawan monopoli. Takutnya, impor daging sapi bisa disalahgunakan oleh BUMN tersebut.

Untuk meminimalisir rawan monopoli tersebut, Mendag kembali membuka keran untuk perusahaan swasta yang ingin mengimpor daging sapi.

Selain itu, pembukaan impor daging sapi ke swasta juga untuk menekan isu penyelundupan daging sapi, oleh oknum pegawai BUMN.

"Sekarang siapa saja boleh (impor), siapa saja yang mau pasti kami kasih. Cuma, sistem pengumuman Kemendag belum sempurna, sehingga perusahaan hanya tahu lewat media saja," ucap Tom sapaan akrabnya, saat berkunjung ke redaksi Harian Kompas di Jakarta, Selasa (21/6/2016).
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.