Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
GIF
Alasan Kenapa Lebih Suka Belanja di Minimarket
Hai, selamat datang di thread sederhana ini.
Sumber: disini
Kapan terakhir kali belanja di toko kelontongan? Kalau saya baru saja tadi belanja disana, di toko sangat dekat rumah. Yaps, penjualnya udah saya kenal jadi enak untuk belanja kebutuhan harian macam sembako.
Ya kalau itu di daerah sekitaran tempat tinggal, bagaimana kalau jauh? Hmm bakal mikir mikir untuk membeli sesuatu dari toko kelontongan, bahkan untuk membeli rok*k & air mineral saja dapat mikir lagi, loh kenapa?
Yuk, ini alasan saya lebih memilih belanja di minimarket ketimbang di toko kelontong kalau diluar jangkauan dari toko langganan yg sering saya beli.
Cek it dot
Spoiler for Alasan/Reason anjay:
Quote:
1. Males Manggil Pedagang
Yups, ini adalah alasan perdana & yg paling kuat untuk membeli sesuatu di toko kelontong.
Terkadang toko ditinggal tanpa adanya penjagaan & kita sebagai pembeli diharuskan kasih sinyal berupa "belliii"
<--- waktu zaman bocah.
Ya, pokoknya sinyal-sinyal untuk memanggil empunya toko & hal ini terkadang menciptakan saya kurang nyaman (ya kalau kekepet mau engga mau), terkadang juga respon pedagangnya yg sangat lama entah sedang apa didalam.
Berbeda dengan di minimarket, karena saya lebih suka selonongboi aja tanpa basa basi mencari barang yg mau dibeli.
Quote:
2. Harga Lebih Transparan
Sebenernya banyak kasus ada disparitas antara harga dilabel dengan harga di struk tetapi minimarket dapat menanggulanginya dengan harga termurahlah yg dibayarkan oleh pembeli.
Bagaimana dengan toko kelontong? Yaps, terkadang harga yg mereka tawarkan lebih murah tetapi ada juga yg jauh lebih mahal, ya yg paling simple rok*k sejuta umat yg warna biru dapat lebih murah di toko A Rp.1.000 tetapi dapat lebih mahal Rp. 1.000 di toko B ketimbang di minimarket.
Nah harga harga ini terkadang menciptakan perhitungan jadi kacau terlebih kita juga enggak tau harganya berapa karena cuma penjual yg tau harganya. Kalau berbeda Rp. 1.000 kalau Rp. 3.000 keatas? Lumayan.
Quote:
3. Lebih mudah dilihat
Kalau berpergian gitu, ini minimarket gampang banget dilihatnya. Dari jauh udah dapat tau letak & posisi mereka karena ada plang namanya, jugapun kalau tidak ada di aplikasi maps dapat langsung di ketik & tara terliihat bagaimana dengan toko klontong?
Bisa dicari di Maps tetapi tidak semua daerah sekitar ada, dapatjadi sebenarnya jarak 50 meter ada tokonya karena di Maps tidak ada, kita dikasih tau yg jaraknya diatas 150 meter, 200 meter dapat jadi. Karena mau daftarin di Maps kan harus manual juga
Quote:
4. Promo Diskon
Ya ini klasik sebenernya, tetapi memang mengiurkan sekali apalagi dulu jaman jadi anak kos. Bisa cari 4 minimarket yg diskon Pasta Gigi, Shampo, Sabun dll & harganya dapat lebih murah Rp. 20.000 - Rp. 30.000 mayan buat makan 2x masih dapat.
Kalau di toko klontong? Mmhh, jarang ada bahkan saya belum pernah menemukan.
Quote:
5. Posisi Barang
Nah, biasanya tiap minimarket itu punya tata letak barang yg hampir sama.
Coba dimana letak kasir? Paling banyak dipintu masuk sebelah kanan, ya bukan?
Letak minuman? Kalau engga pojok kiri, ya pojok belakang.
Kebutuhan bulanan, macam sabun? Ya di pojok belakang kanan.
Dan sialnya semua itu melewati snack & makanan ringan yg bikin mata ngiller.
Bagaimana dengan toko kelontong? Hmm, kita tidak tau pasti dimana letak sebuah barang yg kita cari, jalan satu satunya adalah menanyakan kepada penjualnya. Karena masih pakai sistem "dilayani" jadi apa apa penjual yg mengambilkan. Sebenarnya hal ini untuk mengurangi tindak pencurian, ya kalau mereka (toko klontongan) dibuka seperto minimarket ya dapat di kutilin orang terus. Dilema sih, tetapi emang ane kurang suka kalau serba dilayani.
Jaman sudah semakin maju, & perubahan perubahan akbar sering terjadi. Bahkan saya masih ingat bagaimana kebangkrutan toko klontongan sembako akibat terjangan minimarket ini, sekarang di satu perumahan ini ada 7 minimarket yg jaraknya ga hingga 2 km, bahkan cuma berjarak beberapa ratus meter saja.
Tapi dari semua alasan diatas saya masih sering membeli kebutuhan di toko klontong langganan, ya kebutuhan sembako ( Telur, Minyak, Kecap, Beras, garam, bumbu, mie instan, dll)
Tapi untuk hal hal bulanan seperti ( Shampo, Sabun, Pastagigi, Obat Nyamuk Semprot, dl) lebih sering ke minimarket.
Ya kalau untuk jajan jajan ya keminimarket, karena variannya banyak banget & enak tinggal comot comot aja :/
last but not least, tetep semangat buat penjual klontogan, rezeki pasti ada jalannya masing masing tidak akan tertukar & tidak lebih serta tidak kurang. Percalayah kalau pernah ke Pasar Senen itu 2 lantai full jualan tas, 1 lantai jualan Jam Tangan, 1.lantai jualan Kacamata & itulah mereka tetap berbisnis & berjualan. Kalau ke Tanah Abang dapat 1 gedung jualan baju semua
Hai, selamat datang di thread sederhana ini.
Sumber: disini
Kapan terakhir kali belanja di toko kelontongan? Kalau saya baru saja tadi belanja disana, di toko sangat dekat rumah. Yaps, penjualnya udah saya kenal jadi enak untuk belanja kebutuhan harian macam sembako.
Ya kalau itu di daerah sekitaran tempat tinggal, bagaimana kalau jauh? Hmm bakal mikir mikir untuk membeli sesuatu dari toko kelontongan, bahkan untuk membeli rok*k & air mineral saja dapat mikir lagi, loh kenapa?
Yuk, ini alasan saya lebih memilih belanja di minimarket ketimbang di toko kelontong kalau diluar jangkauan dari toko langganan yg sering saya beli.
Cek it dot
Spoiler for Alasan/Reason anjay:
Quote:
1. Males Manggil Pedagang
Yups, ini adalah alasan perdana & yg paling kuat untuk membeli sesuatu di toko kelontong.
Terkadang toko ditinggal tanpa adanya penjagaan & kita sebagai pembeli diharuskan kasih sinyal berupa "belliii"
Ya, pokoknya sinyal-sinyal untuk memanggil empunya toko & hal ini terkadang menciptakan saya kurang nyaman (ya kalau kekepet mau engga mau), terkadang juga respon pedagangnya yg sangat lama entah sedang apa didalam.
Berbeda dengan di minimarket, karena saya lebih suka selonongboi aja tanpa basa basi mencari barang yg mau dibeli.
Quote:
2. Harga Lebih Transparan
Sebenernya banyak kasus ada disparitas antara harga dilabel dengan harga di struk tetapi minimarket dapat menanggulanginya dengan harga termurahlah yg dibayarkan oleh pembeli.
Bagaimana dengan toko kelontong? Yaps, terkadang harga yg mereka tawarkan lebih murah tetapi ada juga yg jauh lebih mahal, ya yg paling simple rok*k sejuta umat yg warna biru dapat lebih murah di toko A Rp.1.000 tetapi dapat lebih mahal Rp. 1.000 di toko B ketimbang di minimarket.
Nah harga harga ini terkadang menciptakan perhitungan jadi kacau terlebih kita juga enggak tau harganya berapa karena cuma penjual yg tau harganya. Kalau berbeda Rp. 1.000 kalau Rp. 3.000 keatas? Lumayan.
Quote:
3. Lebih mudah dilihat
Kalau berpergian gitu, ini minimarket gampang banget dilihatnya. Dari jauh udah dapat tau letak & posisi mereka karena ada plang namanya, jugapun kalau tidak ada di aplikasi maps dapat langsung di ketik & tara terliihat bagaimana dengan toko klontong?
Bisa dicari di Maps tetapi tidak semua daerah sekitar ada, dapatjadi sebenarnya jarak 50 meter ada tokonya karena di Maps tidak ada, kita dikasih tau yg jaraknya diatas 150 meter, 200 meter dapat jadi. Karena mau daftarin di Maps kan harus manual juga
Quote:
4. Promo Diskon
Ya ini klasik sebenernya, tetapi memang mengiurkan sekali apalagi dulu jaman jadi anak kos. Bisa cari 4 minimarket yg diskon Pasta Gigi, Shampo, Sabun dll & harganya dapat lebih murah Rp. 20.000 - Rp. 30.000 mayan buat makan 2x masih dapat.
Kalau di toko klontong? Mmhh, jarang ada bahkan saya belum pernah menemukan.
Quote:
5. Posisi Barang
Nah, biasanya tiap minimarket itu punya tata letak barang yg hampir sama.
Coba dimana letak kasir? Paling banyak dipintu masuk sebelah kanan, ya bukan?
Letak minuman? Kalau engga pojok kiri, ya pojok belakang.
Kebutuhan bulanan, macam sabun? Ya di pojok belakang kanan.
Dan sialnya semua itu melewati snack & makanan ringan yg bikin mata ngiller.
Bagaimana dengan toko kelontong? Hmm, kita tidak tau pasti dimana letak sebuah barang yg kita cari, jalan satu satunya adalah menanyakan kepada penjualnya. Karena masih pakai sistem "dilayani" jadi apa apa penjual yg mengambilkan. Sebenarnya hal ini untuk mengurangi tindak pencurian, ya kalau mereka (toko klontongan) dibuka seperto minimarket ya dapat di kutilin orang terus. Dilema sih, tetapi emang ane kurang suka kalau serba dilayani.
Jaman sudah semakin maju, & perubahan perubahan akbar sering terjadi. Bahkan saya masih ingat bagaimana kebangkrutan toko klontongan sembako akibat terjangan minimarket ini, sekarang di satu perumahan ini ada 7 minimarket yg jaraknya ga hingga 2 km, bahkan cuma berjarak beberapa ratus meter saja.
Tapi dari semua alasan diatas saya masih sering membeli kebutuhan di toko klontong langganan, ya kebutuhan sembako ( Telur, Minyak, Kecap, Beras, garam, bumbu, mie instan, dll)
Tapi untuk hal hal bulanan seperti ( Shampo, Sabun, Pastagigi, Obat Nyamuk Semprot, dl) lebih sering ke minimarket.
Ya kalau untuk jajan jajan ya keminimarket, karena variannya banyak banget & enak tinggal comot comot aja :/
last but not least, tetep semangat buat penjual klontogan, rezeki pasti ada jalannya masing masing tidak akan tertukar & tidak lebih serta tidak kurang. Percalayah kalau pernah ke Pasar Senen itu 2 lantai full jualan tas, 1 lantai jualan Jam Tangan, 1.lantai jualan Kacamata & itulah mereka tetap berbisnis & berjualan. Kalau ke Tanah Abang dapat 1 gedung jualan baju semua
Tulisan : @gentongb
Gambar : Screenschoot