Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri telah mengeluarkan hasil sementara terkait bom yang dirakit oleh kelompok Al Qaeda Indonesia.
Hasil itu menyebutkan kelompok tersebut merakit bom daya ledak tinggi (high eksplosive) dengan campuran bahan kimia berbahaya, nitrogliserin. Juru Bicara Kepolisian Indonesia Boy Rafli mengatakan, bahan kimia cair ini dapat menimbulkan daya ledak yang tinggi. Bisa memporak-porandakan semua benda juga manusia.
Dikabarkan memang positif kandungannya yang cair adalah nitrogliserin. Jadi nitrogliserin ini apabila dimanfaatkan sebagai bahan campuran untuk pembuatan bahan peledak ini, kategorinya sudah termasuk pada high explosive, dampak ledakannya ini tentunya berbeda dengan low. Apalagi kalau dicampur dengan bahan-bahan material lainnya, itu akan memberikan efek yang mengakibatkan kerusakan benda dan bisa mengakibatkan luka berat pada manusia atau bahkan meninggal dunia.kata Boy Rafli.
Juru Bicara Kepolisian Indonesia Boy Rafli Amar menambahkan, selain dari bahan kimia cair, kelompok ini juga menggunakan bahan kimia padat. Kepolisian juga menyita pipa yang diduga untuk kemasan bom, bubuk hitam, bahan-bahan kimia dan barang lain yang diduga kuat ada kaitannya dengan perakitan bom. Sebelumnya, sembilan orang telah ditetapkan kepolisian sebagai tersangka teroris dari kelompok Al-Qaeda Indonesi.
Hasil itu menyebutkan kelompok tersebut merakit bom daya ledak tinggi (high eksplosive) dengan campuran bahan kimia berbahaya, nitrogliserin. Juru Bicara Kepolisian Indonesia Boy Rafli mengatakan, bahan kimia cair ini dapat menimbulkan daya ledak yang tinggi. Bisa memporak-porandakan semua benda juga manusia.
Dikabarkan memang positif kandungannya yang cair adalah nitrogliserin. Jadi nitrogliserin ini apabila dimanfaatkan sebagai bahan campuran untuk pembuatan bahan peledak ini, kategorinya sudah termasuk pada high explosive, dampak ledakannya ini tentunya berbeda dengan low. Apalagi kalau dicampur dengan bahan-bahan material lainnya, itu akan memberikan efek yang mengakibatkan kerusakan benda dan bisa mengakibatkan luka berat pada manusia atau bahkan meninggal dunia.kata Boy Rafli.
Juru Bicara Kepolisian Indonesia Boy Rafli Amar menambahkan, selain dari bahan kimia cair, kelompok ini juga menggunakan bahan kimia padat. Kepolisian juga menyita pipa yang diduga untuk kemasan bom, bubuk hitam, bahan-bahan kimia dan barang lain yang diduga kuat ada kaitannya dengan perakitan bom. Sebelumnya, sembilan orang telah ditetapkan kepolisian sebagai tersangka teroris dari kelompok Al-Qaeda Indonesi.