yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
TIMBUKTU – Serangan pesawat tanpa awak atau drone Amerika Serikat (AS) seringkali menjadi momok bagi militan Al Qaeda. Kelompok teroris itu pun berusaha mencari cara untuk dapat menghindar dari intaian drone.
Saat pasukan Prancis berhasil memukul mundur militan Al Qaeda dari wilayah Mali bagian utara, mereka menemukan beberapa dokumen yang ditinggalkan oleh kelompok teroris itu. Salah satu dokumen menyebutkan tips-tips untuk menghindari serangan drone.
Beberapa tips yang tercantum dalam dokumen itu antara lain, tidak bepergian pada malam hari, membuat kamuflase untuk bangunan dan kendaraan dan bersembunyi di pepohonan.
“Ini menunjukkan bahwa Al Qaeda tidak bodoh, mereka menjalankan aksinya secara hati-hati. Tips-tips tersebut dapat memberikan mereka waktu untuk menghindari serangan drone,” ujar petugas angkatan udara AS, Cedric Leighton, seperti dikutip Associated Press, Jumat (22/2/2013).
Militan Al Qaeda pun menjalankan tips tersebut saat melarikan diri dari gempuran pasukan Prancis di wilayah Mali bagian Utara. Sebelum pergi, mereka membeli tikar terlebih dahulu di pasar lokal. Tikar tradisional Mali dibuat dari rumput sehingga cocok untuk digunakan sebagai kamuflase.
“Drone yang dilengkapi sinar infra merah pun akan kesulitan menemukan mobil yang telah ditutupi tikar semalaman, karena suhu mobil telah menyerupai dengan lingkungan sekitarnya,” jelas Leighton.
AS sendiri menggunakan drone pertama kali pada tahun 2002 untuk memburu militan Al Qaeda di Yaman. Penggunaan drone meningkat pada tahun 2006 dan saat ini menjadi teknik favorit presiden Obama untuk menghadapi kelompok militan di Timur Tengah.