Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Aku tetap riuh dengan tawa, di linang indurasmi menemani dalam semi. Ligar ku dalam labirin, akan asa pada pahang melati yg berseri. Hasrat berkalang tanah tertimbun dusta, kau enyahkan romansa sayang, yg sudah kita bina lewat padika . Tipu daya rasa jadi sebuah derita, diatas cerita dalam durja.
Sukabumi, 12 Januari 2024
Kini
Entah kemana kutitip rasa, yg sudah terkoyak. Semua bak fatamogana yg jadi oase di gurun sahara. Separuh raga terkubur dalam palung tabir kepalsuan sayang. Tersandera dalam ketulusan puan dari sebuah kekecewaan masa silam. Kau jadikan saya sebuah pelampiasan, hingga nurani pun kau abaikan.
Langkah terus terjerumus dalam lembah angkara, jiwa kian tak sanggup kusapa. Terus bergelut dengan rasa yg berkecamuk. Gemuruh dada tenangkan amuk. Cambuk rajam meninggalkan luka mendalam hingga menjalar dalam aliran darah meracuni kalbu menumbuhkan benih derita tiada kusangka pengorbanan sayang berdiri di atas kerelaan berbalas penghianatan.
Dama yg kudamba hilang musnah, nyata rasamu hanyalah Faktisius. yg membius ilusi tentang elegi. Seberapa keras saya meredam, namun rasa itu semakin dalam. Rasaku padamu utuh, namun rasamu padaku entah.
Entah kemana kutitip rasa, yg sudah terkoyak. Semua bak fatamogana yg jadi oase di gurun sahara. Separuh raga terkubur dalam palung tabir kepalsuan sayang. Tersandera dalam ketulusan puan dari sebuah kekecewaan masa silam. Kau jadikan saya sebuah pelampiasan, hingga nurani pun kau abaikan.
Langkah terus terjerumus dalam lembah angkara, jiwa kian tak sanggup kusapa. Terus bergelut dengan rasa yg berkecamuk. Gemuruh dada tenangkan amuk. Cambuk rajam meninggalkan luka mendalam hingga menjalar dalam aliran darah meracuni kalbu menumbuhkan benih derita tiada kusangka pengorbanan sayang berdiri di atas kerelaan berbalas penghianatan.
Dama yg kudamba hilang musnah, nyata rasamu hanyalah Faktisius. yg membius ilusi tentang elegi. Seberapa keras saya meredam, namun rasa itu semakin dalam. Rasaku padamu utuh, namun rasamu padaku entah.
Sukabumi, 12 Januari 2024