santa
IndoForum Newbie E
- No. Urut
- 3826
- Sejak
- 27 Jul 2006
- Pesan
- 44
- Nilai reaksi
- 5
- Poin
- 8
http://mbakje.multiply.com/photos/h...dOW01?xurl=http://mbakje.multiply.com/journal
Seorang gadis buru-buru menunduk ketika fotografer Majalah Sains ‘SKALA’ masuk kelas XII IPA 1 untuk mengambil gambar suasana belajar di SMA Labschool Kebayoran, Senin (03/09) kemarin. Sementara anak-anak lain berpose di depan kamera, gadis kucir kuda itu menenggelamkan wajahnya ke atas meja.
“Om, foto saya om!” seru seorang cowok sambil pasang aksi. Suara tawa riuh di kelas yang sedang pelajaran BP (Bimbingan Penyuluhan. Red) itu. Aku hanya senyum-senyum dari luar pintu kelas. “Yeah… begitulah anak-anak,” ujar Pak Buang, guru yang menangani bidang akademik SMA Labschool.
“Kebetulan kelas-kelas di sini termasuk kelas besar,” jelas Pak Buang, “Karena satu kelas isinya 38 anak,” lanjutnya. “Ooooh,” jawabku seraya mencatat beberapa data penting di buku catatanku.
“Itu sebabnya mereka duduk bertiga?” tanyaku sambil menunjuk gadis berkucir kuda yang terus menunduk itu. Ia memang duduk bertiga di barisan paling depan, tepat di depan papan tulis. Gadis yang tak sempat kulihat wajahnya itu duduk diapit dua teman ceweknya.
“Mungkin gadis itu sedang menangis. Kasihan sekali…,” pikirku.
“Kita di sini ada artis juga lho mbak,” ujar Pak Buang.
“Oya? Siapa pak?”
“Masak gak tahu?”
“Hmmm…. Emang siapa pak?”
“Marshanda,” seru Pak Buang.
“Oya? Kelas berapa, pak?”
“Kelas berapa ya? Sebentar…,” Pak guru berkacamata itu kemudian bertanya ke guru lain yang kebetulan lewat. “Oh, di kelas ini mbak,” ujarnya sambil menunjuk ruang kelas di hadapan kami.
“Oya?! Mana, pak??” seruku sambil menebar pandangan ke dalam kelas yang tengah jadi obyek foto rekan fotograferku. Satu per satu kuamati wajah-wajah ceria murid-murid kelas XII IPA 1, tapi tidak satu pun kutemui wajah pemeran Lala di sinetron Bidadari itu.
“Mbak, Marshanda tuh yang sedang menunduk itu,” kata bu guru yang tadi ditanya Pak Buang.
“Oh…,” aku hanya menahan napas.
Tiba-tiba aku jatuh iba pada gadis yang terus menunduk itu. Sebegitu trauma kah dia pada pers? Begitu kasar kah pemberitaan media massa tentang gadis belia itu? Begitu dalam kah beban psikologis dalam dirinya, sehingga ia takut pada dua sosok wartawan majalah sains ‘SKALA’? Padahal aku bukan wartawan infotainment, Marshanda. Dan aku tidak akan menggosipkan kamu…
Seorang gadis buru-buru menunduk ketika fotografer Majalah Sains ‘SKALA’ masuk kelas XII IPA 1 untuk mengambil gambar suasana belajar di SMA Labschool Kebayoran, Senin (03/09) kemarin. Sementara anak-anak lain berpose di depan kamera, gadis kucir kuda itu menenggelamkan wajahnya ke atas meja.
“Om, foto saya om!” seru seorang cowok sambil pasang aksi. Suara tawa riuh di kelas yang sedang pelajaran BP (Bimbingan Penyuluhan. Red) itu. Aku hanya senyum-senyum dari luar pintu kelas. “Yeah… begitulah anak-anak,” ujar Pak Buang, guru yang menangani bidang akademik SMA Labschool.
“Kebetulan kelas-kelas di sini termasuk kelas besar,” jelas Pak Buang, “Karena satu kelas isinya 38 anak,” lanjutnya. “Ooooh,” jawabku seraya mencatat beberapa data penting di buku catatanku.
“Itu sebabnya mereka duduk bertiga?” tanyaku sambil menunjuk gadis berkucir kuda yang terus menunduk itu. Ia memang duduk bertiga di barisan paling depan, tepat di depan papan tulis. Gadis yang tak sempat kulihat wajahnya itu duduk diapit dua teman ceweknya.
“Mungkin gadis itu sedang menangis. Kasihan sekali…,” pikirku.
“Kita di sini ada artis juga lho mbak,” ujar Pak Buang.
“Oya? Siapa pak?”
“Masak gak tahu?”
“Hmmm…. Emang siapa pak?”
“Marshanda,” seru Pak Buang.
“Oya? Kelas berapa, pak?”
“Kelas berapa ya? Sebentar…,” Pak guru berkacamata itu kemudian bertanya ke guru lain yang kebetulan lewat. “Oh, di kelas ini mbak,” ujarnya sambil menunjuk ruang kelas di hadapan kami.
“Oya?! Mana, pak??” seruku sambil menebar pandangan ke dalam kelas yang tengah jadi obyek foto rekan fotograferku. Satu per satu kuamati wajah-wajah ceria murid-murid kelas XII IPA 1, tapi tidak satu pun kutemui wajah pemeran Lala di sinetron Bidadari itu.
“Mbak, Marshanda tuh yang sedang menunduk itu,” kata bu guru yang tadi ditanya Pak Buang.
“Oh…,” aku hanya menahan napas.
Tiba-tiba aku jatuh iba pada gadis yang terus menunduk itu. Sebegitu trauma kah dia pada pers? Begitu kasar kah pemberitaan media massa tentang gadis belia itu? Begitu dalam kah beban psikologis dalam dirinya, sehingga ia takut pada dua sosok wartawan majalah sains ‘SKALA’? Padahal aku bukan wartawan infotainment, Marshanda. Dan aku tidak akan menggosipkan kamu…

