• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Akibat Pemberitaan, China Blokir Bloomberg

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Pemerintah China telah sebulan terakhir memblokir akses terhadap situs berita Bloomberg di negara tersebut. Hal ini menyusul pemberitaan terhadap keluarga Xi Jinping, petinggi Partai Komunis yang disinyalir menjadi pemimpin China berikutnya.

Diberitakan CNN, Senin 30 Juli 2012, Bloomberg pada 29 Juni lalu memberitakan kekayaan dan investasi keluarga besar Xi yang total nilainya mencapai US$376 juta. Sebanyak 18 persen kekayaan tersebut terdiri dari saham di perusahaan logam tanah jarang, US$20,2 juta saham di perusahaan teknologi, villa mewah di Hong Kong senilai US$31,5 juta dan sedikitnya enam properti yang total nilainya sebesar US$24,1 juta.

Bloomberg tidak dapat melacak aset-aset milik Xi pribadi, atau istri dan anaknya. Tidak disebutkan juga adanya pelanggaran dan penyelewengan oleh Xi di situs Bloomberg. Namun, berita ini dianggap merusak citra Xi sebagai pejabat yang bersih, beberapa bulan sebelum dia dicanangkan secara resmi menggantikan Hu Jintao sebagai presiden.

Sudah sebulan Bloomberg diblokir. Memang di China, telah banyak situs berita yang ditutup aksesnya, namun biasanya tidak lebih dari satu bulan. "Tidak biasanya kantor berita besar diblokir seperti ini. Mereka (Bloomberg) dianggap melampaui batas dan timing-nya juga tidak tepat," kata Jeremy Goldkorn, pendiri Danwe, perusahaan pelacak media China.

Tidak ada komentar apapun dari Bloomberg terkait hal ini. Namun, beberapa staf di perusahaan milik walikota New York, Michael Bloomberg, ini mengatakan bahwa tindak-tanduk mereka diikuti dan diawasi. Selain itu, tiba-tiba, bankir dan ahli perbankan China membatalkan pertemuan mereka dengan Matthew Winkler, pemimpin redaksi Bloomberg.

Badan penyelidik di China juga menyambangi berbagai lembaga keuangan di negara tersebut menyusul terbitnya artikel itu. Mereka ingin mencaritahu, siapa yang membongkar jumlah aset keluarga Xi kepada jurnalis.
RWpzF.jpg

polisi china​
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.