yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Agus pada Selasa 8 Oktober 2013, menjelaskan, depresiasi nilai tukar rupiah dipengaruhi penyesuaian kepemilikan nonresiden di aset keuangan domestik, yang dipicu sentimen terkait rencana pengurangan stimulus moneter oleh The Fed.
"Dari sisi fundamental, tekanan depresiasi rupiah lebih besar dengan relatif tingginya defisit transaksi berjalan Indonesia," kata Agus di Gedung BI, Jakarta.
Sementara itu, dia menjelaskan, pada akhir triwulan III-2013 tekanan rupiah berkurang, sejalan dengan membaiknya kinerja inflasi dan neraca perdagangan serta sentimen positif penundaan pengurangan stimulus di AS. Keyakinan pasar valas semakin pulih dengan permintaan dan penawaran yang semakin aktif dan berimbang dalam membentuk nilai tukar rupiah di pasar.
"bunk Indonesia memandang bahwa perkembangan nilai tukar pada saat ini menggambarkan kondisi fundamental perekonomian Indonesia," ungkap Agus.
Sementara itu, pagi tadi, BI menetapkan kurs referensi berdasarkan data transaksi aktual antar bunk di level Rp11.538 per dolar AS. Kurs referensi dalam Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) itu melemah tipis dibanding sehari sebelumnya di posisi Rp11.532 per dolar AS.