yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
bunk Indonesia (BI) mencatat bahwa pada kuartal pertama 2014 kondisi rupiah membaik. Ada peningkatan beberapa persen dibandingkan kuartal terakhir tahun 2013.
"Pada akhir triwulan I 2014 rupiah menguat 7,13 persen dibandingkan dengan level akhir 2013," kata Gubernur BI, Agus Martowardojo, di kompleks BI, Jakarta, Kamis, 8 Mei 2014.
Agus mengatakan bahwa sejak Februari 2014, penguatan rupiah disebabkan oleh meningkatkan aliran masuk modal asing. Tidak disebutkan berapa nominal modal tersebut. Tapi, penguatan rupiah sedikit terkoreksi pada April 2014 karena pernyataan The Fed, perlambatan ekonomi Tiongkok, dan kondisi geopolitik perbatasan di perbatasan Ukraina-Rusia.
BI mencatat bahwa pada bulan April 2014, rupiah ditutup di level Rp11.562 per dolar AS atau melemah 1,74 persen dibandingkan level akhir Maret 2014. Secara rata-rata, pada April 2014, nilai tukar rupiah tercatat Rp11.439 per dolar AS dan melemah 0,17 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
"Perkembangan nilai tukar rupiah sampai April 2014 tersebut juga diikuti dengan perkembangan positif pada struktur mikro pasar valas seperti volume transaksi valas yang meningkat dan selisih bid-ask yang menipis sehingga menunjukkan kondisi pasar valas domestik yang semakin likuid," kata dia.
Selanjutnya, Agus menyebut bahwa bunk sentral itu tetap menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. "bunk Indonesia tetap konsisten menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya dan didukung berbagai upaya meningkatkan pendalaman pasar uang," kata dia.
"Pada akhir triwulan I 2014 rupiah menguat 7,13 persen dibandingkan dengan level akhir 2013," kata Gubernur BI, Agus Martowardojo, di kompleks BI, Jakarta, Kamis, 8 Mei 2014.
Agus mengatakan bahwa sejak Februari 2014, penguatan rupiah disebabkan oleh meningkatkan aliran masuk modal asing. Tidak disebutkan berapa nominal modal tersebut. Tapi, penguatan rupiah sedikit terkoreksi pada April 2014 karena pernyataan The Fed, perlambatan ekonomi Tiongkok, dan kondisi geopolitik perbatasan di perbatasan Ukraina-Rusia.
BI mencatat bahwa pada bulan April 2014, rupiah ditutup di level Rp11.562 per dolar AS atau melemah 1,74 persen dibandingkan level akhir Maret 2014. Secara rata-rata, pada April 2014, nilai tukar rupiah tercatat Rp11.439 per dolar AS dan melemah 0,17 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
"Perkembangan nilai tukar rupiah sampai April 2014 tersebut juga diikuti dengan perkembangan positif pada struktur mikro pasar valas seperti volume transaksi valas yang meningkat dan selisih bid-ask yang menipis sehingga menunjukkan kondisi pasar valas domestik yang semakin likuid," kata dia.
Selanjutnya, Agus menyebut bahwa bunk sentral itu tetap menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. "bunk Indonesia tetap konsisten menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya dan didukung berbagai upaya meningkatkan pendalaman pasar uang," kata dia.