• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Akhir Misteri Pembunuhan Sisca: Dijambret?

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
fr0Z5.jpg
Seorang pria yang ditutupi sarung cerah warna-warni tiba di Mapolrestabes Bandung, Minggu malam 11 Agustus 2013. Tangannya diborgol dan ia langsung dibawa masuk ke salah satu ruangan penyelidikan Satuan Reserse dan Kriminal.

Kedatangan pria 45 tahun berinisial W itu dinanti-nanti karena ia disebut sebagai pelaku pembunuhan sadis terhadap Franciesca Yofie (34 tahun), Branch Manager PT Venera Multi Finance yang tewas setelah tubuhnya terseret motor dan kepalanya dibacok tak jauh dari tempat kosnya, Senin 5 Agustus 2013.

Namun pengakuan si pembunuh soal aksinya terhadap Sisca ternyata sederhana, jauh di luar dugaan banyak orang yang mengira pembunuhan itu dilatarbelakangi dendam pribadi. Berdasarkan keterangan A (33 tahun), pelaku sekaligus keponakan W yang telah menyerahkan diri lebih dulu, ia dan pamannya sesungguhnya sama sekali tak berniat membunuh Sisca.

A mengatakan, mereka berdua hanya ingin menjambret tas Sisca. Saat itu Sisca baru saja tiba dan sedang membuka pagar kosnya. “Namun korban melakukan perlawanan sehingga disikut oleh W. Korban pun terjatuh,” kata Kapolrestabes Bandung, Komisaris Besar Polisi Sutarno.

Usai menjambret tas Sisca, W langsung meminta A memacu motor Suzuki Satria R yang dikemudikannya. Sisca yang terus melawan akhirnya terjatuh persis di belakang sepeda motor pelaku. “Dari pengakuan pelaku, rambut Sisca tersangkut di gir motor, tergulung, dan terseret motor,” ujar Sutarno.

A mengaku awalnya tidak tahu Sisca terseret motor. Ia baru sadar motornya terasa berat ketika berada di tikungan. Setelah dilihat, ternyata Sisca tersangkut di gir motor. Karena panik, W yang duduk di boncengan kemudian melayangkan senjata tajam untuk melepas rambut Sisca. Nahas, tebasan senjatanya itu mengenai kepala Sisca.

Sutarno mengatakan berdasarkan pemeriksaan sementara, pengakuan kedua tersangka sudah cocok satu sama lain. “Cerita W sama dengan pengakuan A,” kata dia. Polisi memeriksa A dan W dalam kurun waktu berbeda dan secara terpisah. W yang ditangkap di perbatasan Cianjur dan Purwakarta, tidak tahu A telah menyerahkan diri ke polisi.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.