• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Ajaran Sapta Dharma Resahkan Kerinci

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Ajaran Sapta Dharma Resahkan Kerinci

Senin, 25 Februari 2013 09:31

Penulis:edijanuar|Editor:Fifi Suryani

Ajaran Sapta Dharma Resahkan Kerinci


Serambi Indonesia/Dedi Iskandar

Ilustrasi

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Munculnya aliran Sapta Dharma, menciptakan sebagai akbar warga Kecamatan Kayu Aro, yg berada di kaki gunung Kerinci, resah. Pasalnya, kelompok tersebut saat ini sudah mulai terang- terangan membangun tempat ritual disebut sanggar yg di puncaknya di pasang patung semar.

Sebenarnya mereka sudah muncul sejak 2001 lalu, namun kegiatan mereka masih terselubung. Namun saat ini mereka sudah punya gedung sendiri, sehingga meresahkan warga, ujar Kepala Desa Mekar Jaya, Serengat, saat dikonfirmasi Tribun, belum lama ini.

Meskipun tidak mengganggu secara langsung, keberadaan kelompok tersebut sudah sangat meresahkan warga, apalagi ada ritual mereka yg sujud ke arah timur. Sebagian mereka memang masih ada yg mengerjakan salat, cuma saja mereka tidak membaur dengan warga lainnya, mengatakan kades.

Polres Kerinci sudah mengerjakan langkah antisipasi, menggelar Focus Group Discussion (FGD), dengan menghadirkan tokoh masyarakat, pemerintah, adat, & perwakilan Sapta Dharma.

FGD yg dipelopori Polres tersebut, dihadiri oleh perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kerinci, KUA Kayu Aro, Camat, Kepala Desa, serta beberapa orang pengikut Sapta Dharma, yg bertempat di Musala Nurul Iman, Desa Mekar Jaya.

Dalam pertemuan tersebut, disepakati dua keputusan, yakni menghentikan segala bentuk aktivitas yg berhubungan dengan Sapta Dharma. Selain itu, segala bentuk atribut yg berhubungan dengan Sapta Dharma, termasuk patung semar yg ada di Sanggar, harus dibongkar & ditutup.

Kapolres Kerinci AKBP Ismail, melalui Kasat Bimas, yg saat itu masih dijabat oleh AKP Amsal, mengatakan dilakukannya penertiban ini, untuk mencegah terjadinya keresahan di kalangan masyarakat, yg dikhawatirkan dapat menimbulkan gangguan Kamtibmas.

Informasi dari warga, KTP mereka Islam, namun mereka malah sujud ke timur & bukan ke barat, tambahnya.

Informasi yg di dapat Tribun dari berbagai sumber, Sapta Darma adalah sebuah kepercayaan dengan status satu-satunya kerohanian di Indonesia, yg mewajibkan warganya menyembah Allah Yang Maha Kuasa & menjalankan hidupnya berdasarkan tujuh kewajiban suci (darma), supaya selamat hidup dunia & akhirat.

Wahyu Kerohanian Sapta Darma diterima oleh Bapak Hardjosapoero di Pare, Kediri Jawa Timur sebenarnya pada 26 Desember 1952 (malam Jumat Wage), namun kebanyakan orang mengenal 27 Desember 1952.
Dapat dikatakan juga bahwa Sapta Darma adalah sebuah aliran kebatinan yg berarti tujuh kewajiban atau tujuh amal suci. Pendiri aliran kebatinan Sapta Darma adalah Hardjosapoero atau nama panggilannya Pak Sapuro lahir pada tahun 1910 yg berasal dari Desa Sanding, daerah Kediri. Walaupun Ia buta huruf namun tidak menghalanginya untuk aktif dalam gerakan Pemuda Sosial Indonesia (PESINDO).

Pekerjaan sehari-harinya selain sebagai tukang cukur, ia juga sebagai dukun yg memberikan obat-obatan dengan mengurut si sakit seperti Ilmu Magnetisme, yg dipelajarinya dari Bapak R.M Suwono yg tinggal di Yogyakarta.

Anjing Tidak Dianggap Najis

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kerinci, Sukardi, juga membenarkan bahwa aliran Ahmadiyah, Majelis Tafsir Alquran, & Aliran Sapta Dharma, berkembang di Kabupaten Kerinci.

Akhir-akhir ini, hari-hari yg dihadapi oleh Islam semakin berat saja, dengan munculnya aliran-aliran yg mengatasnamakan islam, ujar Sukardi, dalam sambutannya, saat seremoni Maulid Nabi, di rumah Dinas Bupati Kerinci, Sabtu (23/2).

Dia mengatakan, selain keberadaan aliran Ahmadiyah yg tidak mengakui nabi Muhammad sebagai nabi terakhir, ada lagi aliran lainnya seperti Majelis Tafsir Alquran di bawah pimpinan Ihsanudin di Desa Kebun Baru, Kecamatan Kayu Aro, & aliran Sapta Dharmo.

Untuk aliran Majelis Tafsir Alquran, mereka tidak menganggap bahwa anjing adalah najis. Sedangkan Sapta Dharma, merupakan aliran yg dibawa dari Jawa. Mereka mengaku Islam, namun mengerjakan ibadah salat ke mentari terbit, katanya.

Selain itu, salat yg mereka laksanakan cukup satu rakaat di waktu pagi, & satu rakaat lagi di waktu sore. Ini sudah jadi tugas kita semua, supaya aliran seperti ini tidak menjamur di tengah-tengah masyarakat, jelasnya.

Untuk mengatasi masalah tersebut lanjut Sukardi, adalah dengan membangun kekuatan umat dari berbagai bidang, untuk mempererat persatuan & kesatuan. Kami menghimbau supaya kita sama-sama memakmurkan masjid, tegasnya.

Pemerintah daerah tidak keluarkan izin

Kepala Kesbangpol Kabupaten Kerinci, Damhar, mengatakan perkembangan aliran- aliran agama di Kerinci merupakan tanggung jawab Kemenag. Jika mereka sudah menyatakan suatu aliran sesat, maka pemerintah daerah baru dapat bertindak.

Sekarang, sudah ada pemberitahuan dari mereka (Kemenag.red), yg menyatakan aliran Sapta Dharma & Majelis Tafsir Alquran (MTA) sesat. Dengan dasar tersebut, kita menutup kedua aliran itu, ujar Damhar, saat dikonfirmasi Tribun, Sabtu (23/2).

Untuk MTA mengatakan Damhar, berkembang di wilayah Kebun Baru, Kecamatan Kayu Aro. Bagi aliran tersebut, kenduri & kegiatan majelis taklim tidak dibolehkan. Selain itu, bagi mereka anjing bukan lah najis & boleh dimakan, sehingga sulit diterima oleh masyarakat.

Sedangkan untuk Sapta Dharma jelasnya, mereka shalat ke arah mentari terbit. Untuk MTA sudah kita tutup, sedangkan Sapta Dharma, pengurusnya sudah kita panggil. Rencananya aliran tersebut juga segera ditutup, katanya.

Kedua aliran tersebut terang Damhar, belum mendapatkan izin dari pemerintah daerah, & pemerintah daerah sendiri, juga tidak akan mengeluarkan izin. Kegiatan mereka memang belum terlalu luas, anggotanya cuma sekelompok orang saja, khususnya pendatang yg dari Jawa, jelasnya.

Di pusat sendiri lanjutnya, memang kedua aliran ini sudah terdaftar. MTA terdaftar di kementerian agama, sedangkan Sapta Dharma terdaftar di kementerian dalam negeri. Namun hal tersebut tidak dapat menghalangi niat kita untuk menutup kedua aliran tersebut, tegasnya.


Hari ini 07:45
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.