magnum
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 1320
- Sejak
- 27 Mei 2006
- Pesan
- 14.143
- Nilai reaksi
- 417
- Poin
- 83
Air Mancur Matahari
Pemandangan yang menakjubkan, “warna air mancur matahari” yang indah cemerlang
Badan Antariksa dan Lembaga astronomi Jepang mengumumkan, bahwa teleskop sinar tampak dari satelit “B-matahari” berhasil mengamati fenomena semburan materi di sekeliling bintik matahari.
Lembaga pengembangan dan riset penerbangan alam semesta serta observatorium astronomi Nasional Jepang mengetahui, di sekitar bintik matahari, sejumlah daerah yang terang benderang yang muncul secara berulang-ulang lalu musnah dan bersamaan dengan itu, hydrogen dan materi di permukaan matahari terus menyembur lalu jatuh, ketinggian maksimal semburan mencapai 20.000 km, bagaikan sebuah air mancur raksasa.
Berita yang diumumkan bersama dua lembaga tersebut menyebutkan, bahwa bagian gambar ini berhasil diamati ketika bintik hitam berada di ujung matahari dengan teleskop sinar tampak dari satelit B-matahari melalui garis H yang melintang. Namun saat diamati dari permukaan bumi, dimana karena pengaruh gas bumi yang bergolak, gambar yang terekam tampak kabur.
Contoh pengamatan yang bisa terus menerus dilakukan terhadap letusan protuberan dan butiran di permukaan matahari sangat jarang ditemui, namun teleskop dapat mengamati matahari dengan stabil dalam waktu panjang di angkasa tanpa terpengaruh oleh atmosfer dan berhasil menangkap secara jelas fenomena dinamik yang terjadi di matahari.
Satelit B-matahari yang dibuat bersama Amerika Serikat, Inggris dan Jepang diluncurkan pada 23 maret 2006 lalu. Ilmuwan berharap dengan bantuan satelit tersebut bisa meneliti medan magnet matahari dan interaksi antar korona (lingkaran sinar yang mengelilingi matahari) dengan demikian menyingkap sejumlah mekanisme interan atmosfer matahari dan proses yang berhubungan dengan proyeksi partikel energi tinggi.
Pemandangan yang menakjubkan, “warna air mancur matahari” yang indah cemerlang
Badan Antariksa dan Lembaga astronomi Jepang mengumumkan, bahwa teleskop sinar tampak dari satelit “B-matahari” berhasil mengamati fenomena semburan materi di sekeliling bintik matahari.
Lembaga pengembangan dan riset penerbangan alam semesta serta observatorium astronomi Nasional Jepang mengetahui, di sekitar bintik matahari, sejumlah daerah yang terang benderang yang muncul secara berulang-ulang lalu musnah dan bersamaan dengan itu, hydrogen dan materi di permukaan matahari terus menyembur lalu jatuh, ketinggian maksimal semburan mencapai 20.000 km, bagaikan sebuah air mancur raksasa.
Berita yang diumumkan bersama dua lembaga tersebut menyebutkan, bahwa bagian gambar ini berhasil diamati ketika bintik hitam berada di ujung matahari dengan teleskop sinar tampak dari satelit B-matahari melalui garis H yang melintang. Namun saat diamati dari permukaan bumi, dimana karena pengaruh gas bumi yang bergolak, gambar yang terekam tampak kabur.
Contoh pengamatan yang bisa terus menerus dilakukan terhadap letusan protuberan dan butiran di permukaan matahari sangat jarang ditemui, namun teleskop dapat mengamati matahari dengan stabil dalam waktu panjang di angkasa tanpa terpengaruh oleh atmosfer dan berhasil menangkap secara jelas fenomena dinamik yang terjadi di matahari.
Satelit B-matahari yang dibuat bersama Amerika Serikat, Inggris dan Jepang diluncurkan pada 23 maret 2006 lalu. Ilmuwan berharap dengan bantuan satelit tersebut bisa meneliti medan magnet matahari dan interaksi antar korona (lingkaran sinar yang mengelilingi matahari) dengan demikian menyingkap sejumlah mekanisme interan atmosfer matahari dan proses yang berhubungan dengan proyeksi partikel energi tinggi.
