• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Air Kencing Panas, Normalkah? Kenali Penyebabnya

jennywijaya

IndoForum Newbie A
No. Urut
288379
Sejak
10 Nov 2020
Pesan
318
Nilai reaksi
1
Poin
18
image-kencing-terasa-panas-mungkin-ini-penyebabnya.jpg


Urine normalnya memang terasa agak hangat. Kencing panas Ini sangat wajar karena suhu urine sama dengan tubuh. Sedangkan di luar tubuh, suhu biasanya lebih rendah. Sehingga urine akan terasa panas atau hangat.

Namun, bagaimana jika air kencing yang terasa itu lebih panas? Ini bisa jadi disebabkan oleh dua alasan, yaitu karena suhu kencing memang lebih hangat dari biasanya, atau karena adanya sensasi terbakar saat buang air kecil.

Sebelum membahasnya lebih detail, ada baiknya untuk mengetahui terlebih dulu kenapa urine bisa terasa panas.

Mengenal Kencing Panas
Urin adalah salah satu cara tubuh mengeluarkan adanya kelebihan air, garam, atau senyawa lain dari dalam tubuh. Suhu kencing pun memang terasa hangat karena mengikuti suhu tubuh.

Suhu rata-rata urine sekitar 37 derajat Celcius. Meski ada sebagian orang memiliki suhu lebih rendah atau lebih tinggi dibanding angka rata-rata tersebut. Suhu ini akan bertahan hingga 4 menit lamanya di luar tubuh.

Urine ini disimpan di kandung kemih dalam waktu yang cukup lama. Sehingga suhunya bisa sama dengan suhu tubuh manusia. Sebelum dimasukkan di dalam kandung kemih, air seni terlebih dahulu diproses oleh ginjal.

Ginjal ini berfungsi mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh. Saat tubuh memiliki kelebihan cairan maupun senyawa lain, maka ginjal akan melepaskannya untuk disimpan di kandung kemih.

Saat urin keluar dari saluran kemih, maka akan terasa hangat saat menyentuh kulit, seperti alat kelamin, kaki, dan bagian lain yang tersentuh oleh urin. Kencing panas atau lebih hangat dari biasanya saat tubuh seseorang lebih dingin.

Namun, jika air kencing yang keluar dari uretra lebih panas dari biasanya, bisa jadi ada masalah seperti infeksi maupun cedera. Kencing panas bisa menimbulkan sensasi terbakar atau nyeri saat buang air kecil atau disebut disuria.

Penyebab Kencing Panas dan Sakit
Ada beberapa penyebab kencing terasa lebih panas dari kondisi normal akibat infeksi. Seperti saat sedang demam atau ketika berolahraga dengan intens.

Berikut beberapa penyebab lain air kencing panas secara umum, yaitu:

  • Infeksi saluran kemih, terjadi karena adanya bakteri berbahaya, seperti E.coli yang masuk ke saluran kemih.
  • Cedera di dekat uretra atau di sekitarnya, akan menyebabkan urin terasa panas, bahkan terasa sensasi panas membakar.
  • Infeksi lainnya, seperti misalnya mengalami demam sebagai upaya tubuh melawan infeksi.
  • Infeksi menular seksual, kondisi ini bisa menyebabkan masalah saluran kemih yang bisa melukai alat kelamin atau di sekitar uretra sehingga terasa sakit saat buang air kecil.
  • Sistitis interstisial, yaitu penyakit kronis yang menyebabkan gejala infeksi saluran kelamin.
  • Sedangkan penyebab yang mungkin dialami perempuan adalah sebagai berikut:
  • Infeksi jamur vagina, bisa menyebabkan iritasi jaringan vagina dan vulva yang akan terasa panas dan terbakar ketika bersentuhan dengan urin.
  • Terasa nyeri pascamelahirkan, ketika terjadi kontak air kencing dengan luka di area kelamin karena proses melahirkan.
  • Adanya perubahan vagina pascamenopause, biasanya vagina terasa kering yang menyebabkan kulit serta jaringan lain terasa lunak dan sakit.
  • Vaginosis bakteri
  • Vaginitis
  • Vulvodynia
  • Sedang hamil
  • Penyebab bagi laki-laki yang mungkin terjadi yaitu:
  • Prostatitis, yaitu pembengkakan, peradangan, dan sakit pada prostat akibat infeksi bakteri.
  • Epididimitis, yang akan terasa sakit jika terjadi infeksi atau peradangan saat buang air kecil.
Pengobatan Air Kencing Panas
Pengobatan dan perawatan untuk air kencing panas sebenarnya tergantung pada penyebabnya. Urin terasa panas bisa disebabkan oleh berbagai penyebab. Jangan hanya berupa diagnosa sendiri, tapi periksakan diri ke dokter.

Ada beberapa penyebab buang air terasa nyeri dan panas yang bisa diobati dengan antibiotik. Bisa juga diobati dengan minum banyak air sehingga bisa membantu menyiram bakteri pada sistem kemih sehingga urin jadi lebih sedikit asam.

Air kencing panas bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan pada umumnya. Hal ini bila tidak disertai dengan berbagai gejala lain.

Akan tetapi, segeralah temui dokter saat Anda mengalami beberapa gejala berikut:
  • Nyeri di punggung
  • Demam sangat tinggi
  • Muntah yang tidak terkendali
  • Urin berbau busuk
  • Buang air kecil terasa sakit
  • Sering buang air kecil
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.