• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Air kekeluargaan itu bernama sopi

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
rnanya bening kekuningan, rasanya keras & kalau tak hati-hati saat meminumnya, akan langsung menciptakan tenggorokan jadi panas. Sepintas kemudian, mata pun mulai berkunang.

"Itu sopi kelas satu," mengatakan Andreas Maxi (50), bapak 5 orang anak yg sudah 30 tahun menciptakan arak sopi.

Sopi sudah jadi salah satu minuman secara turun temurun khas Tanipa--sebutan untuk tanah Flores. Pada beberapa tempat di wilayah Flores, seperti Maumere & Aimere, minuman beralkohol ini juga disebut dengan Moke atau Tuak.

Arak-arak itu jadi salah satu konsumsi utama para lelaki Flores. Bukannya mereka tak menyukai minuman keras lain, tetapi dalam kultur mereka, sopi dianggap sebagai minuman yg prestisius atau mewah, & merupakan bagian dari ukuran martabat kehormatan tradisi adat warisan leluhur.

Kata sopi berasal dari bahasa Belanda,zoopje,yang bermakna alkohol cair.

Pada beberapa tempat di Flores, Anda masih dapat menemui para peracik sopi yg menciptakan minuman itu secara tradisional.

Arak yg tak memiliki label itu mengandung alkohol dalam kisaran 5 hingga 80 persen, tergantung dari proses penyulingannya.

Sopi kelas satu, seperti yg disebut Andreas tadi, merupakan salah satu minuman langka yg cuma dapat didapatkan ketika berkunjung ke desa-desa adat Flores. Kadar alkoholnya dapat mencapai 80 persen.

Karenanya biar tak mabuk kepayang, sopi biasanya diminum dengan camilan pengiring, seperti ikan bakar, pisang bakar, bahkan sayuran.

"Ini minuman kekeluargaan. Untuk yg kelas satu, cuma dikeluarkan saat acara-acara adat atau seperti ketika menyambut tamu," terang Andreas lagi.

Pun ketika digelar perkawinan atau acara adat lainnya, sambung Andreas, suguhan yg hampir pasti sering ada adalah sopi.

Minuman ini biasanya disajikan dalam ukuran 30 ml untuk sekali tenggak. Jeda setiap tenggak biasanya lima menit supaya kehangatannya meresap dalam tubuh.



Tungku tempat menggodok Sopi di Flores, Nusa Tenggara Timur.|Caroline Pang /Shutterstock

Tak mudah mendapat sopi dengan kualitas terbaik

Untuk menikmati sopi saat berada di Labuan Bajo, Anda dapat mendapatkannya di sepanjang jalur Trans Flores. Tapi jangan salah, tak mudah untuk mendapatkan Sopi dengan kualitas terbaik.

Jika harap menikmati sopi dengan kualitas terbaik, Anda dapat mengunjungi salah satu desa adat, yakni Kampung Cecer, Desa Liang Ndara. Jaraknya sekitar 30 km ke arah timur Labuan Bajo. Desa adat yg juga terkenal dengan penyelenggaraan tari Caci--sebuah tarian pertarungan--itu masih menciptakan sopi secara tradisional.

Sopi dengan kualitas sedang banyak dijual di gerai atau warung di pinggir jalan Trans Flores. Minuman yg biasanya dijual dalam botol bekas air mineral itu jadi salah satu penopang perekonomian warga. Satu jeriken sopi kualitas sedang berisi 2 liter, umumnya dijual antara Rp30 ribu-Rp40 ribu.

Jika Anda mampir ditemani pemandu (guide) warga lokal, biasanya baru mereka akan menawarkan sopi kualitas kelas satu. Jenis premium itu tentu saja berharga lebih mahal, mencapai Rp65 ribu-Rp75 ribu per 500 ml, atau setakaran botol air mineral berukuran sedang.

Bagaimana cara mengetahui sopi yg dijual betul-betul kelas satu? Sopi berkualitas tinggi lebih mudah menyala ketika dibakar. Oleh karena itu, sopi kelas atas itu biasa disebut warga lokal "sopi BM", atau bakar menyala.

Setiap harinya, Andreas dapat menjual 5-8 jeriken sopi kualitas sedang. Biasanya yg membeli adalah pelancong. Sementara untuk sopi kelas satu, cuma kepada orang-orang tertentu saja ia jual--umumnya kepada warga Flores yg akan menjamu tamu.

"Tak banyak yg tahu sopi BM. Biasanya ditawarkan buat para pengunjung yg memang suka minum, atau harap mencoba sesuatu yg baru. Jadi kadang masyarakat sini yg menjual sopi, menawarkannya juga tak sembarangan," terang Karolus Vitalis (49), Kepala Kampung Cecer.

Walau memabukkan, sambung Karolus, tak pernah ada sengketa atau perkelahian usai menenggak sopi. Bagi mereka, minuman itu sangat sakral & merupakan hal konyol kalau harus ribut gara-gara minum sopi.

Karolus juga mengingatkan sebuah pantangan, jangan meminum sopi usai mengonsumsi buah durian, salah satu buah yg banyak didapat di pinggiran jalan Trans Flores.

"Pokoknya jangan," tanpa ia menjelaskan dampaknya lebih rinci.

Namun, sebuah penelitian yg dilakukan regu Universitas Tsukuba, Jepang, & Universitas Filipina Diliman pada 2009 menemukan bahwa durian mengandung kompon sulfurDiethyl Disulfideyang menghambat pencernaan alkohol dalam tubuh.

Karena pencernaan alkohol terhambat makaacetaldehydeakan mengalir lama dalam darah, juga ke seluruh tubuh, sehingga rasa mual hebat pun bergejolak.

Oleh karena itu orang yg minum alkohol sembari memakan durian biasanya akan muntah-muntah 10 kali lebih banyak dari yg tidak memakan buah itu.

Proses pembuatan yg butuh kesabaran



Penjual sopi di pinggiran jalur Trans Flores, & proses penyulingan Sopi (bawah)|Samuel Rabenak /Beritagar.id

Umumnya, sopi dibuat dari resapan air pohon aren atau enau (Arenga pinnata). Pada beberapa kawasan, seperti di Aimere & Bajawa, sopi juga dibuat dari kucuran air pohon lontar.

Untuk mendapatkan resapan air terbaik dari pohon aren tersebut, sopi biasanya diproduksi pada musim kemarau. Karena kalau dilakukan pada musim penghujan, biasanya air pohon itu akan bercampur dengan air hujan.

Masyarakat masih mengpakai bambu untuk menampung resapan air pohon tersebut.

Air pohon aren itu kemudian dimasak dengan dicampur berbagai akar-akaran, supaya tak langsung mengendap & jadi gula aren. Uap air masakan itu ditampung dalam wadah corong bambu yg secara perlahan, setetes demi setetes, mengalir ke wadah botol.

Penyulingan dapat berlangsung selama tiga hari, tergantung banyaknya air pohon aren yg didapat. Untuk membakarnya tak mengpakai minyak, melainkan kayu bakar.

Pada penyulingan perdana ini, kadar alkoholnya cuma sekitar 5-25 persen. Mirip dengan rasa anggur merah atauwinedengan warna putih.

Kemudian penyulingan kedua, yg tentunya menghasilkan kadar alkohol yg lebih meningkat dengan kandungan 25 persen hingga 50 persen. Sopi kualitas inilah yg kerap dijual di pinggiran jalan Trans Flores. Warnanya lebih cenderung kekuningan.

Untuk mendapatkan sopi kelas satu, penyulingan ketiga pun dilakukan. Pada penyulingan ketiga ini kadar alkoholnya jadi sangat tinggi & tetesan air jauh lebih sedikit. Itulah kenapa sopi kualitas tertinggi berwarna bening ini sangat mahal.

Usai disuling, sopi kelas satu itu dipendam dalam tanah selama beberapa hari untuk mendapatkan rasa yg lebih enak.

Total waktu pemrosesan sopi kelas satu itu mencapai 7-10 hari.

Untuk dapat menyaksikan bagaimana masyarakat setempat berinteraksi sembari menenggak sopi, datanglah ke desa-desa di Labuan Bajo saat sedang ada perayaan. Bisa berupa pesta adat, musim panen, atau pesta lainnya.

Saat itulah Anda dapat melihat & merasakan mengapa mereka menganggap minuman beralkohol yg biasa dinikmati bersama pada malam hari di bawah taburan bintang itu sebagai minuman kekeluargaan.


Hari ini 18:44
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.