Follow along with the video below to see how to install our site as a web app on your home screen.
Catatan: This feature may not be available in some browsers.
Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis. Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.
Sekitar 100 orang berdemonstrasi di halaman Balai Kota Jakarta, Senin 29 Juli 2013. Mereka memprotes pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Ahok Tjahaya Purnama yang mereka nilai menghina Wakil Ketua DPRD DKI, Lulung Lunggana. "Ahok harus minta maaf atas fitnah dan penghinaan kepada tokoh masyarakat Betawi, Lulung, soal penertiban PKL Tanah Abang. Ini Jakarta! Enggak bisa sewenang-wenang," kata Koordinator Aksi, Muhidin Mochtar, berapi-api. "Kami tidak terima tokoh kami dilecehkan." Mereka lalu meminta Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, untuk juga turun tangan. Jokowi diminta memanggil dan menegur Ahok. Para demonstran mengaku merupakan anggota sejumlah ormas yang bergabung dalam sebuah aliansi yang mereka beri nama 'RAJJAM AHOK, Rakyat Jakarta Jahit Mulut Ahok'. Sejumlah wakil demonstran lalu diterima di ruang kerja Ahok. Pertemuan berlangsung sekitar satu jam. "Kami sepakat akan ada pertemuan internal antara Pak Ahok dan Pak Lulung. Mereka akan ketemu untuk menyelesaikan salah paham," kata Muhidin. Saat ditanya apakah mereka juga menolak relokasi Tanah Abang, mereka mengatakan sepakat dengan upaya Pemprov Jakarta merelokasi Tanah Abang dan akan mendukung Ahok dalam hal ini. Mereka datang berdemonstrasi karena merasa Lulu yang tokoh Betawi disudutkan oleh pernyataan Ahok.