• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Ahli Penjinak Bom Pakistan Tewas dalam Ledakan

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
9xZ0m.jpg
Seorang ahli penjinak bom senior Pakistan tewas, Jumat (28/9), ketika ia berusaha menangani sebuah peledak di kota Peshawar di Pakistan baratlaut, kata polisi.

Hukam Khan, ahli kawakan yang berusia akhir 50-an tahun, berhasil menjinakkan sebuah peledak tetapi tewas ketika bom kedua meledak pada saat ia berusaha menanganinya. Tiga polisi lain cedera dalam peristiwa itu. "Bom yang dipasang di pinggir jalan meledak ketika Hukam Khan berusaha menjinakkannya," kata Khurshid Khan, seorang polisi senior di Peshawar, kota utama di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa yang dilanda kekerasan militan di Pakistan, kepada kantor berita AFP.

Seorang pejabat intelijen mengatakan, Khan menjinakkan bom rakitan pertama tetapi tewas ketika berusaha menangani peledak yang kedua.

Presiden Pakistan, Asif Ali Zardari, mengatakan pada sidang Majelis Umum PBB, Selasa, bahwa negaranya kehilangan lebih dari 7.000 prajurit serta polisi dan 37.000 warga sipil akibat terorisme di Pakistan sejak serangan-serangan 11 September 2001 di AS. Pakistan dilanda serangan-serangan bom bunuh diri dan penembakan yang menewaskan lebih dari 5.200 orang sejak pasukan pemerintah menyerbu sebuah mesjid yang menjadi tempat persembunyian militan di Islamabad pada Juli 2007.

Kekerasan sektarian meningkat sejak gerilyawan Sunni mempererat hubungan dengan militan Al Qaeda dan Taliban setelah Pakistan bergabung dalam operasi pimpinan AS untuk menumpas militansi setelah serangan-serangan 11 September 2001 di AS.

Pakistan juga mendapat tekanan internasional yang meningkat agar menumpas kelompok militan di wilayah barat laut dan zona suku di tengah meningkatnya serangan-serangan lintas-batas gerilyawan terhadap pasukan internasional di Afganistan.

Para pejabat AS mengobarkan perang dengan pesawat tak berawak terhadap para komandan Taliban dan Al Qaeda di kawasan suku barat laut, dimana militan bersembunyi di daerah pegunungan yang berada di luar kendali langsung pemerintah Pakistan. Pasukan Amerika menyatakan, daerah perbatasan itu digunakan kelompok militan sebagai tempat untuk melakukan pelatihan, penyusunan kembali kekuatan dan peluncuran serangan terhadap pasukan koalisi di Afganistan.

Islamabad mendesak AS mengakhiri serangan-serangan pesawat tak berawak, sementara Washington menuntut Pakistan mengambil tindakan tegas untuk menumpas jaringan teror. Sentimen anti-AS tinggi di Pakistan, dan perang terhadap militan yang dilakukan AS tidak populer di Pakistan karena persepsi bahwa banyak warga sipil tewas akibat serangan pesawat tak berawak yang ditujukan pada militan di sepanjang perbatasan dengan Afganistan dan penduduk merasa bahwa itu merupakan pelanggaran atas kedaulatan Pakistan.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.