• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

AGRIBISNIS

wirapedia

IndoForum Beginner D
No. Urut
282669
Sejak
25 Feb 2014
Pesan
604
Nilai reaksi
11
Poin
18
WELCOME TO MY THREAD

W I R A P E D I A



Budidaya Kacang Tanah
phsVu.jpg
Kacang tanah merupakan komoditas pangan yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Ada banyak makanan olahan kacang tanah. Selain buat bahan sayuran, juga banyak diolah menjadi camilan maupun produk selai untuk teman menyantap roti.

Lantaran banyak manfaatnya, permintaan kacang tanah tinggi di pasaran. Itu juga yang mendorong banyak petani tertarik mengembangkan komoditas ini. Apalagi budidayanya juga mudah.
Salah satu petani kacang tanah adalah Imam Wahyu, di Bojonegoro, Jawa Timur. Di daerah Imam ini memang banyak penghasil palawija jenis kacang-kacangan. Ia sendiri sudah menanam kacang tanah sejak tahun 1990. Selain kacang tanah, Imam menanam komoditas lain, seperti jagung, gaplek, dan kacang hijau.

Imam menanam kacang tanah di lahan seluas 3.000 meter persegi (m²). "Kacang tanah ini tanaman sela, jadi setelah panen tanaman palawija lain, kacang tanah bisa ditanam kapan saja dan dimana saja," katanya.

Bibit kacang tanah awalnya ia peroleh dari tengkulak di Tuban. Sekarang semua bibit ia dapatkan sendiri dari sisa hasil panen. Kacang tanah yang dikembangkannya jenis brul dengan masa panen tiga bulan. Sementara varietas kacang tanah jenis lain, seperti cina dan holle bisa memakan waktu delapan bulan. "Harga kacang jenis brul juga lebih stabil di pasaran," kata Imam.

Umumnya kata Imam setiap 1 hektare (ha) lahan bisa menghasilkan 2 ton kacang tanah. Karena lahannya hanya 3.000 m², sekali panen ia hanya menghasilkan 5-6 kwintal kacang tanah.
Omzet yang ia dapat bisa sampai Rp 10 juta sekali panen. Menurutnya, komoditas ini menguntungkan karena semua hasil panen tidak ada yang dibuang. Selain bijinya, ampasnya juga laku dibuat minyak dan fermentasi oncom.

Bahkan setelah panen pun, daunnya juga tidak dibuang karena bisa menjadi sayuran, bahan pakan ternak, dan pupuk hijau. Harga kacang tanah sendiri berkisar antara Rp 5.000–Rp 9.000 per kg.
Petani lainnya adalah Rahmat Widodo asal Madiun. Rahmat sudah menjadi petani kacang tanah sejak tahun 2005. Rahmat mengakui komoditas ini memiliki prospek bisnis yang bagus, sehingga hasil tanamnnya selalu menguntungkan.

Ia menanam kacang tanah di lahan seluas 1 ha. Selain kacang tanah, lahan itu juga dipakai buat menanam komoditas lain seperti padi dan kacang kedelai. "Biasannya budidaya kacang dilakukan setelah panen padi," katanya.

Dari lahan seluas 1 ha itu, ia Rahmat bisa menghasilkan 1 ton–1,5 ton kacang sekali panen, dengan omzet Rp 50 juta. Dalam setahun ia bisa empat kali panen.

Di Indonesia, kacang tanah (Arachis hypogea) termasuk tanaman yang paling banyak dikembangkan setelah komoditas lain, seperti padi, jagung, dan kacang kedelai. Masifnya penanaman kacang tanah ini tak lepas dari tingginya permintaan akan komoditas ini di pasaran.

Di tambah proses budidayanya juga tidak sulit. "Budidayanya tergolong mudah dan murah," kata Imam Wahyu, petani asal Bojonegoro, Jawa Timur.

Menurut Imam, produksi tanaman kacang tanah sangat dipengaruhi faktor musim. Di musim penghujan, jangan berharap bisa mendapat hasil panen banyak. Kecenderungannya, kata Imam, hasil panen di musim hujan menurun.

Curah hujan tinggi membuat akar tanaman terlalu lembab, bunga sulit diserbuki, dan rentan ditumbuhi jamur. Mengatasai itu bisa dengan membuat bedengan agar lahan tak digenangi air.
Namun jika sedang musim panas dan sinar matahari banyak, maka hasil panen bisa maksimal. Kendati demikian, tanaman tetap harus dirawat. Untuk mendapat hasil maksimal, Imam harus menggemburkan tanah hingga menjadi butiran halus dengan cara dibajak.

Setelah itu menambahkan kapur sebanyak 1 ton dan didiamkan selama dua hari. Baru kemudian diberi pupuk kandang atau pupuk kompos. Diperlukan 20 kilogram (kg) bibit untuk lahan seluas 3.000 meter persegi (m²). Bibit bisa didapatkan dari biji kacang yang dibiarkan sampai tua.

Bibit yang baik memiliki ciri warna kehitaman dan tidak memiliki cangkang. Sebelum ditanam, bibit dijemur selama empat hari. Setelah ditanam, siram setiap pagi dan sore.

Kacang tanah mulai berkecambah setelah tujuh hari sejak ditanam. Menurut Imam, dalam budidya tanaman ini, kondisi tanah harus benar-benar diperhatikan. Tanah tidak boleh lembab dan tidak boleh terlalu kering juga. Saat musim kemarau tetap harus disiram dua kali sehari. Tapi bila musim hujan upayakan tanah tidak becek.

Jika tidak diperhatikan, hama seperti ulat penggulung daun, ulat grayak, dan ulat jengkal mudah menggerogoti daun. Batang juga menjadi layu dan mudah terkena bercak daun. Bila sudah terserang hama, tanaman harus dicabut untuk menjaga kualitas tanaman lain.

Rahmat, petani lainnya menambahkan, kacang tanah ideal di tanam pada ketinggian tanah 50-500 meter dari permukaan laut dan jenis tanah harus gembur.

Agar tumbuh maksimal, jarak antar lubang dibuat 25x25 sentimeter (cm).
Saat kecambah sudah keluar, lakukan penyiraman dua minggu sekali. Selain itu, harus rajin membersihkan rumput liar. Untuk menghindari hama, usia 30 hari, tanaman harus divaksin.
 
Budidaya Ulat Jerman

7riDt.jpg

Bagi mereka yang hobi memelihara burung kicau tentu sudah tak asing dengan ulat Jerman. Jenis ulat ini sudah biasa menjadi pakan tambahan untuk menambah stamina burung agar semakin rajin berkicau.

Tak heran bila permintaan ulat ini tinggi di pasaran. Itu juga yang mendorong banyak orang tertarik membiakkan ulat ini. Salah satunya adalah Susanti asal Medan, Sumatera Utara.

Ia mengaku, tertarik membiakkan ulat Jerman karena permintaannya tinggi dan belum banyak peternak membiakkan ulat ini.Perempuan yang lebih akrab disapa Santi ini mengaku baru membiakkan ulat ini setahun lalu. "Saya dapat indukannya dari seorang teman," katanya.

Saat ini, Santi mempunyai sekitar 15 kilogram (Kg) ulat Jerman yang ditempatkan dalam kotak kayu. Karena tingginya permintaan, ia mengaku tidak kesulitan memasarkan ulat tersebut.

Kebanyakan konsumennya masih di sekitar Medan. Santi menjual ulat peliharaannya seharga Rp 90.000–Rp 100.000 per kg. Dalam sebulan ia bisa menjual 10 kg ulat Jerman. Bila dihitung total penjualan dalam satu bulan sekitar Rp 1 juta.

Kendati omzetnya masih kecil, keuntungan bersih yang didapatnya cukup besar, mencapai 70% dari omzet. "Cara pembudidayaannya mudah dan cukup murah," ujarnya.

Pemain lainnya adalah Rakhmat Hidayat. Pria asal Bogor ini mulai mengembangkan ulat Jerman sejak tahun 2010, dengan modal awal Rp 5 juta.

Modal sebesar itu dipakainya buat membeli bibit sebanyak 30 kg, rak, baki, dan beberapa botol bekas yakult. Sayangnya, usahanya tidak berjalan lancar. Ulat peliharaannya sempat terkena hama sampai membuatnya harus menutup usahanya.

Namun di tahun 2014, laki-laki yang akrab disapa Rakhmat ini kembali mencoba beternak ulat Jerman. Saat ini, jumlah ulatnya berjumlah sekitar 100 kg. Rakhmat membanderol harga ulat Jermannya sebesar Rp 25.000–Rp 35.000 per kg, tergantung kondisi pasar.

"Kalau stok di pasaran sedang banyak, harganya Rp 25.000. Kalau lagi sedikit, harga otomatis naik sampai Rp 35.000," jelas Rakhmat. Ulat-ulat jerman miliknya panen setiap tiga minggu sekali. Sekali panen bisa mencapai 100kg–200 kg. Semua ulat tersebut selalu habis terjual.

Dengan penjualan sebanyak itu, ia ia dapat meraup omzet Rp 4 juta–Rp 5 juta dalam sebulan. Ada pun keuntungan bersihnya sampai 50%. Kebanyakan konsumennya berasal dari Sukabumi dan Jakarta. Untuk wilayah Sukabumi, ia memiliki pelanggan peternak ikan arwana. Adapun langganannya di Jakarta adalah pedagang Pasar Burung Pramuka.

Ulat jerman termasuk salah satu pakan favorit burung kicau. Permintaan yang tinggi membuat budidaya ulat ini semakin menjanjikan. Menariknya, pembiakan ulat ini juga relatif gampang.

Susanti, peternak ulat jerman asal Medan, Sumatera Utara bilang, proses pembiakan ulat jerman dapat dilakukan dengan indukan. Untuk medianya bisa memakai kotak kayu. Langkah pertama masukkan indukan ke dalam kotak. Indukan yang sudah berumur satu bulan sudah siap bertelur. “Setelah bertelur indukan akan mati,” jelasnya pada KONTAN.

Masa perubahan telur menjadi larva biasanya mencapai dua minggu. Usia larva menjadi dewasa atau siap panen membutuhkan waktu dua hingga tiga bulan. Saat itu, baiknya larva diberikan pakan dua kali sehari berupa kulit semangka dan gandum.

Agar terhindar dari hama, seminggu sekali kandang harus dibersihkan dan dijemur di bawah sinar Matahari. Susanti mengingatkan, indukan dan larva harus ditempatkan di dalam suhu kamar sehingga tetap kering.

Peternak lainnya, Rakhmat Ramadhan, asal Bogor mengakui, penangkaran ulat jerman tidak sulit. Bukan hanya prosesnya, alat-alat yang diperlukan buat penangkaran juga tergolong sederhana. Peralatan yang dibutuhkan berupa rak, baki, botol bekas yakult, dan bibit sebanyak 30 kilogram (kg). Bibit sebanyak itu bisa menghasilkan 100 kg ulat jerman per bulannya.

Menurut Rakhmat, pemilihan induk harus selektif. Yakni, tidak lebih dari 2 kg agar ukuran ulat yang menjadi kepompong bisa besar. “Nantinya ulat-ulat itu akan menjadi kepompong sekitar tujuh sampai sepuluh hari,” tutur Rakhmat.

Setelah menjadi kepompong, dilakukan proses pengambilan kepompong selama tiga hari sekali. Proses pengambilan harus hati-hati agar kepompong tidak lecet atau cacat. Bila lecet, kepompong bisa mati karena membusuk.

Kepompong yang diambil juga tidak sembarangan. Yakni, kepompong berwarna putih kecoklatan. Nantinya, kepompong yang sudah dipilih diletakkan di dalam kotak yang diberi alas koran. Di atas alas koran itu, kepompong disebar sedemikian rupa agar tak bertumpuk di satu tempat. Setelah itu kotak ditutup rapat dengan kertas koran.

Biasanya waktu yang dibutuhkan kepompong berubah menjadi kumbang sekitar 10 hari. “Setelah menjadi kumbang, perhatikan warna sayapnya. Jika sudah hitam mengkilat baru diambil,” jelas Rakhmat.

Kumbang masih belum bisa diambil jika warnanya masih kecoklatan, sehingga harus menunggu sampai warna sayapnya hitam. Itu adalah pertanda bahwa kumbang sudah siap bertelur. Kumbang yang sudah siap bertelur ditaruh di kotak baru atau peti yang dialasi dengan kapas, jumlahnya bisa 250 gram per kotak.

Biarkan pembibitan ini selama tujuh hari. Setelah itu, setiap kapas yang ada telurnya ditaruh di kotak terpisah. “Telur mulai menetas setelah usia 30 hari, setelah itu baru dipisahkan dari kapasnya,” ujarnya.
 
Budidaya Jangkrik

odUnO.jpg

kandang jangkrik

Sekarang ini memang budidaya atau ternak jangkrik sudah menjadi salah satu bisnis yang sangat menjanjikan. Apalagi banyak orang rela merogoh kocek nya hanya untuk membeli jangkrik karena kebutuhan hobi mereka memelihara burung.

Bagi Anda yang ingin memulai bisnis tidak ada salahnya untuk mencoba peruntungan dibidang ternak jangkrik, karena semakin banyaknya masyarakat yang mencari jangkrik untuk keperluan pakan burung. Selain itu permintaan akan ketersediaan jangkrik tiap tahun semakin meningkat dan kini jangkrik sudah menjadi salah satu komoditi ekspor yang layak untuk diperhitungkan.


Secara umum untuk memproduksi jangkrik untuk keperluan pakan ikan dan pakan burung memerlukan waktu hanya sekitar 2-3 bulan. Jangkrik betina memiliki siklus hidup kurang lebih 3 bulan dan untuk jangkrik pejantan sekitar kurang dari 3 bulan. Pada fase hidupnya jangkrik betina bisa memproduksi hingga lebih dari 500 butir telur.

Di Indonesa terdapat lebih dari 1000 macam varietas jangkrik, varietas jangkrik yang sering dibudidayakan oleh petani sekarang ini yaitu Gryllus Mitratus dan Gryllus testaclus yang digunakan sebagai pakan ikan dan burung..Kedua jenis jangkrik ini dapat Anda bedakan dari melihat bentuk tubuhnya, untuk jenis Gryllus Mitratus wipositor kelihatan lebih pendek dan memiliki garis putih pada sayap punggung bagian pinggir serta tampilannya lebih tenang.

Manfaat Jangkrik Untuk Kesehatan

Tahukah Anda jika jangkrik memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, ternyata serangga ini memiliki banyak kandungan seperti asam amino protein serta asam lemak esensial. Protein pada jangkrik berdiri dari protein omega 9, omega 6, dan omega 3. Menurut pakar gizi kandungan protein pada jangkrik 3 kali lipat dari kandungan protein pada daging sapi, daging ayam, dan udang. Luar biasa sekali bukan?

Kandungan protein pada jangkrik dapat berfungsi sebagai antioksidan yang bisa mencegah penyumbatan dan penyempitan pembuluh pembuluh darah. Selain itu asam amino berfungsi untuk menjaga elastisitas persendian tulang, kornea mata, dan sel kulit serta bisa menghambat penuaan dan penyakit katarak. Omega 3 pada jangkrik sangat baik dikonsumsi oleh bayi atau anak anak pada masa pertumbuhan. Manfaat lain dari jangkrik untuk orang dewasa yang mempunyai permasalahan seksual, jangkrik ini bisa menjadi solusi membantu meningkatkan vitalitas untuk pria maupun wanita.

Persyaratan Lokasi Ternak

Dalam budidaya ternak jangkrik, Anda perlu memperhatikan beberapa aspek lokasi diantaranya kondisinya harus tenang, tidak terkena cahaya matahari secara langsung, dan usahakan kondisi sirkulasi udara baik. Sebaiknya untuk pemilihan lokasi ternak jangrik, jauhkan dari sumber-sumber kebisingan semacam jalan raya, pasar dan lain sebagainya

Langkah-langkah ternak jangkrik

Dalam beternak jangkrik, Anda harus memperhitungkan beberapa hal secara matang supaya meminimalkan kerugian usaha. Berikut ini kami akan mengulas secara mendalam cara budidaya jangkrik;

Penyiapan sarana dan peralatan

Jangkrik adalah hewan yang active pada malam hari, oleh karenanya sebaiknya lokasi atau rumah jangkrik ditempatkan pada lokasi yang teduh. Usahakan lokasi kandang penelusuran jangkrik terhindar dari lalu lalang orang lewat. Buat kandang jangkrik semirip mungkin dengan kondisi habitat aslinya dengan cara mengolesi dinding kandang dengan lumpur sawah dan tidak lupa berikan daun kering seperti daun pisang, daun sukun, dan daun-daun yang lainsebagai tempat persembunyian jangkrik.

Pada bagian dinding atas kandang sebaiknya dilapisi dengan lakban supaya jangkrik tidak bisa merayap naik sampai keluar kandang. Salah satu sisi pada kandang sebaiknya dilapisi dengan kain kasa untuk mempermudah sirkulasi udara di dalam kandang serta bermanfaat menjaga kelembapan udara. Ukuran kandang jangkrik tidaklah baku, Anda bisa mengaturnya sendiri sesuai dengan jumlah populasi jangkrik yang akan budidayakan.

Berdasarkan pengamatan kami di lapangan, bentuk kandang jangkrik secara umum berbentuk segi panjang dengan tinggi 30-50 cm dengan lebar 60-100 cm serta panjangnya 120-200 cm. kandang jangkrik terbuat dari kayu yang menggunakan kerangka kaso atau Anda bisa memakai triplek untuk menghemat biaya. Kandang jangkrik bisa dibuat secara bersusun dan buatlah kaki penyangga untuk kandang paling bawah. Hal itu untuk menghindari gangguan binatang lain seperti tikus, semut, dan serangga lain. Tiap-tiap kaki penyangga sebaiknya diberi oli atau minyak supaya binatang-binatang penggangu tidak bisa merayap ke atas kandang.

Pembibitan

1. Pemilihan Bibit dan Calon Induk

Calon indukan jangkrik harus dalam kondisi sehat, tidak sakit, serta tidak cacat dan usianya sekitar 10-20 hari. Indukan jangkrik yang bagus adalah jangkrik yang berasal dari habitat aslinya atau alam bebas, karena pada umumnya mempunyai ketahanan tubuh yang lebih baik dibandingkan indukan hasil peliharaan. Namun jika Anda tidak mendapatkan indukan cake dari habitat aslinya tidak perlu khawatir Anda bisa membelinya di toko peternakan terdekat.

Berikut ini kami sampaikan ciri-ciri dari indukan jantan dan betina yang bagus:

Indukan:

sungut (antena) masih panjang dan lengkap
kedua kaki jangkrik bagian belakang masih lengkap
dapat melompat secara tangkas, gesit dan kelihatan sehat
badan dan bulu memiliki warna hitam mengkilap
pilihlah indukan yang besar
Pilih jangkrik yang mengeluarkan cairan dari mulut dan duburnya jika dipegang


Induk jantan:
sering mengerik
permukaan sayap atau punggung jangkrik, kasar dan bergelombang
tidak memiliki ovipositor di ekor


Induk betina:
tidak mengerik
permukaan sayap atau punggung halus
terdapat ovipositor di bawah ekor yang berfungsi untuk mengeluarkan telur

2. Perawatan Bibit dan Calon Induk

Perawatan jangkrik yang sudah dikeluarkan dari lokasi penetasan berusia 10 hari sebaiknya perhatikan betul dan dikontrol makanannya, supaya pertumbuhan anak menjadi lebih cepat. Perlu Anda perhatikan adalah jika makanan yang diberikan ke anakan jangkrik kurang, bisa mengakibatkan terjadinya kanibal dengan memakan anakan yang lemah. Pada umumnya makanan yang diberikan seperti singkong, ubi, sayuran dan daun-daun yang bisa Anda berikan bergantian.

3. Perkembangbiakan Jangkrik

Cara perkembangbiakan jangkrik dengan mengawinkan indukan jantan dan indukan betina, untuk proses bertelurnya menggunakan cara alami dan cara cesar. Namun jika Anda melakukan dengan cara sesar indukan betina nya kemungkinan besar akan mati dan telur yang diperoleh bisa merata tuanya akibatnya daya tetasnya menjadi rendah.

4. Cara Reproduksi dan Perkawinan Jangkrik

Indukan jangkrik bisa memproduksi telur dengan daya tetas yang tinggi kurang lebih 80-90 %, jika diberikan makanan yang bergizi tinggi. Adapun untuk makanannya tergantung dari peternaknya itu sendiri, namun kami memberikan rekomendasi dengan memberikan makanan seperti ketan hitam, bekatul jagung, tepung ikan, kuning telur bebek, dan bisa ditambahkan vitamin jika diperlukan.

Di alam bebas jangkrik biasanya menetaskan telurnya di pasir atau tanah. Oleh karena itu, sebaiknya Anda menyiapkan media pasir yang dimasukkan ke piring kecil di kandangnya. Tempatkan indukan betina dan jantan dengan rasio perbandingan 10:2 supaya didapatkan telur yang mempunyai daya tetas yang tinggi. Jangkrik yang sudah selesai bertelur selama 5 hari, segera dipisahkan telur dari induk nya supaya tidak dimakan indukannya tersebut. Kemudian segera semprotkan cairan antibiotik (cotrymoxale) untuk membersihkan kuman-kuman atau calon penyakit yang ada dalam kandang.

5. Proses kelahiran

Siapkan kandang yang dilapisi dengan pasir, sekam atau handuk yang lembut untuk tempat penetasan telur. Masukkan telur ke dalam satu kandang menggunakan 1-2 sendok teh, dengan perkiraan 1500-2000 butir telur per sendoknya. Pada proses kelahiran berlangsung warna telur jangkrik akan mengalami perubahan dari bening menjadi kelihatan agak keruh. makalah kelembaban telur dengan melakukan penyemprotan setiap hari dan sebaiknya telur dibolak-balik supaya tidakjamuran. Telur jangkrik akan menetas secara merata sekitar 4-6 hari.

Pemeliharaan Jangkrik

Selalu jaga kondisi kebersihan kandang jangkrik karena dengan menjaga kondisi kebersihan kandang maka bisa mencegah jadinya penyebaran penyakit yang bisa mengurangi tingkat produktivitas itu sendiri. Jika ditemukan jangkrik yang sakit sebaiknya segera disahkan supaya tidak menular ke jangkrik-jangkrik yang masih sehat. Jagalah kondisi kandang agar tetap lembab namun tidak basah, supaya tidak menyebabkan timbulnya beberapa penyakit.

Pemberian makanan jangkrik dimulai dari anakan yang berusia 1-10 hari dengan diberi makan voor atau makanan ayam yang terbuat dari beras merah, kacang kedelai, dan beras kering yang sudah dihaluskan. Setelah usia jangkrik lebih dari 10 hari bisa diberikan makanan seperti sayuran disamping gambas dan jagung muda. Sementara itu untuk jangkrik yang lagi dijodohkan diberi makanan diantaranya wortel, sawi, jagung muda, daun singkong, kacang tanah serta mentimun yang memiliki kandungan air yang tinggi. Selain itu ada juga yang menambahkan tepung ikan, ketan hitam, bekatul jagung, kuning telur bebek, serta vitamin yang dihaluskan yang kemudian dicampur menjadi satu

Panen Jangkrik

Bagi anda yang ingin beternak jangkrik ada dua jenis hasil utama yang bisa Anda dapatkan dari usaha ini yaitu yang pertama penjualan telur yang bisa digunakan oleh peternak lainnya, kedua jangkrik dewasa sebagai makanan burung dan ikan dan bisa digunakan pula sebagai tepung jangkrik

Bagi Anda yang ingin menjual telurnya bisa menempatkan telur di media pasir atau tanah yang kemudian ditempatkan pada media kain yang basah, untuk setiap lipatan kainnya Anda bisa menaruh 1 sendok teh telur yang kemudian siap dijual. Apabila ingin menjual jangkrik dewasa bisa dipanen pada usia 40-50 hari atau 55-70 hari yang ciri cirinya yaitu sudah mulai tumbuh sayap.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.